Tips Membedakan Teman Munafik dan Teman Sejati

Posted on

Kita sebagai makhluk social memang tidak bisa untuk hidup sendirian, kita tentunya mempunyai sahabat yang akan selalu ada disaat kita sedang suka dan duka. Tapi tidak semua sahabat bisa baik dengan kita dan tulus bisa berteman dengan kita. Ada juga sahabat yang hanya membutuhkan kita disaat ia sedang ada perlunya sama kita, maka dari itu kita perlu untuk mengenali ciri-ciri sahabat yang setia dan sahabat yang munafik. Pengen tahu apa saja ciri-ciri dari sahabat setia dan munafik? Yuk, langsung aja scroll down.

Ciri sahabat munafik dan berpura-pura menjadi sahabat:

  • Ia mengaku bahwa kita berteman, tetapi hanya mengambil keuntungan dari kita
  • Ia sering bercerita kepada orang yang dikenalnya, dan ia merasa senang jika ia mendapatkan keuntungan
  • Ia akan lari jika kita mulai miskin
  • Jika bertemu ia akan bersikap memuji, tetapi ketika di belakang ia berbeda. Ya, istilahnya seperti muka dua
  • Ia akan tidak suka jika kita bisa kaya, sejahtera dan bahagia
  • Ia akan merasa sangat bahagia jika kita gagal dalam segala hal apalagi dalam hal asmara ataupun persahabatan dengan orang lain
  • Ia akan bercerita kepada setiap orang, ia merasa merasa sukses karena ia bisa kita kenal dan sahabatnya
  • Ia akan menceritakan pada orang, ketika kita sudah gagal
  • Ia akan berpura-pura menjadi pahlawan disaat kita sukses
  • Ia akan merasa gelisah, jika kita bisa sukses dalam masalah kasmaran
  • Ketika bertemu ia akan memuji, padahal ketika di belakang ia menginginkan kita untuk gagal dan melihat kita akan menangis karena tersakiti
  • Ia akan merasa resah jika mendengar bahwa kita sedang bahagia dan sejahtera.
  • Ia mengaku bahwa sedang bersahabat dan berteman dengan kita, tapi ketika bertemu tidak pernah bertanya
  • Ia hanya memikirkan dirinya sendiri tanpa memikirkan sahabatnya
  • Ia akan berkata bahwa tidak lupa, tapi sifatnya seperti sudah lupa dengan kita
  • Ia akan lupa ketika sudah berbeda sekolah, ia akan menceritakan kekurangan yang ada di kita pada orang lain
  • Ia akan pergi ketika sudah mengerti tentang kita yang sebenarnya

Ciri sahabat yang sejati dalam menghadapi bermacam-macam jenis sahabat

Untuk remaja yang seperti kamu, hubungan dalam setiap pertemanan pasti akan menjadi hal yang sangat penting. Teman yang sejati bisa membuat hari-harimu menjadi ceria. Sedangkan teman yang nyebelin akan membuat hari-harimu menjadi membosankan, kan? Di jaman yang seperti ini, untuk mencari sahabat memang gampang-gampang susah. Pengen tahu kan bagaiman sahabat sejati yang sebenarnya? Semuanya bisa kita lihat di bawah ini.

Sahabat itu Saling Menguatkan
  1. Teman dalam segala suasana

Meskipun di dunia ini kamu memiliki banyak teman, tetapi tidak banyak yang bisa selalu ada di saat kamu susah dan sedih. Memang ada teman yang pantas hanya untuk dijadikan sebatas teman senang-senang atau hanya sekedar teman jalan. Tapi, akan ada juga teman yang bisa dijadikan sebagai tempat berbagi suka dan duka. Jika mengaku sahabat sejati, teman mu akan selalu ada di sampingmu ketika kamu membutuhkannya. Teman yang bisa menjaga rahasia, tentunya kamu pernah bercerita kepada temanmu tentang hal kepribadian dan perasaan. Tapi, kamu juga harus berhati-hati. Jangan sampai kamu bercerita pada orang yang sembarangan karena orang itu bisa saja akan menggosipkan di sekolah. Jika hal itu sampai terjadi, berarti itu bukan teman yang sejati. Sudah beda lagi jika temanmu itu bisa menjadi pendengar yang baik dan siap untuk menjaga kepercayaanmu. Yang seperti inilah bisa disebut sebagai Sahabat Sejati.

  1. Bisa Peka

Dalam kehidupan tentunya kamu pernah merasakan ngedonw dan harus minta tolong kepada siapa. Teman yang sejati, ia akan peka dan peduli dengan situasi yang seperti ini. Tanpa kamu meminta padanya, ia akan bertanya dan menawarkan batuan kepadamu. Contohnya, “kamu kenapa? Sepertinya hari ini terlihat murung, apa perlu bantuan?”

  1. Akan tulus

Teman sejati tidak akan menusukmu dari belakang. Jadi, kamu harus pandai untuk membaca gelagat dan sikap teman-temanmu. Jika temanmu ada yang bermuka dua, mendingan kamu tidak terlalu akrab dengan dia.

  1. Berhati-hatilah dengan si tukang kritik

Bisa saja kamu memiliki model teman yang seperti ini, yang selalu mengkritik orang lain mulai dari urusan pelajaran hinggan penampilan. Menurutnya, selalu saja kita ini ada yang kurang. Mungkin ia punya maksud untuk jujur dan terbuka. Tapi cara untuk menasehatinya udah seperti nenek yang sudah mengerti segalanya. Tentunya kamu akan merasa sebal, kan? Coba kamu siasatin, jika ia sudah mulai usil denganmu.

  1. Bisa memberi dan menerima

Sabahat sejati akan bisa menerima dan memberi atau Bahasa gaulnya “Take and Give”. Kamu tentunya akan merasa sebel, kan? Ia hanya mau di beri, tapi ketika giliran memberi malah meluntarkan banyak alasan yang pada intinya menolak untuk membantu. Karakter yang seperti ini sangat sulit untuk kita sebut sebagai sahabat sejati. Tetapi kamu tidak perlu untuk membalas kelakuannya, kamu cukup beri ia sindiran.

  1. Antara sahabat dan cowok

Apa yang terjadi jika kita suka pada cowok yang juga di sukai oleh sahabat? Mau tidak mau, tentunya akan ada rasa persaingan. Jika sahabatmu bisa mendapatkan cowok itu, mungkin kamu akan merasa kecewa dan patah hati. Kasus ini memang gampang-gampang susah di tangani. Agar tidak ada yang mengganjal di hati, kamu bisa dari hati kecil ke hati sahabatmu. Di situlah, kamu bisa mengukur apakah cowok itu pantas untuk di perebutkan atau tidak? Jika ia adalah sahabat yang sejati, ia akan mendukungmu jika kamu bisa berhasil mendapatkan cowok itu.

  1. Tidak egois

Memang wajar jika orang itu memiliki egoism masing-masing. Kita tentunya juga seperti itu. Tetapi jika sahabatmu lebih mementingkan diri sendiri dan tidak mau peduli dengan kepentingan orang lain, bahkan kepentingan temannya sendiri. Maka yang seperti ini akan sulit untuk dikatakan sebagai sahabat sejati. Jadi, coba kamu ingat sahabatmu saat ini, apakah ia bisa menjadi teman yang toleran pada kepentingan sahabatnya?

Gravatar Image
Saya memiliki imajinasi yang cukup tinggi dan saya memiliki cita-cita untuk menjadi pengusaha muda. Selain itu saya juga memiliki keinginan untuk memberikan yang terbaik untuk ayah dan ibu.

Leave a Reply