Kenangan Masa Kecil Yang Tidak Dapat Dilakukan Di Masa Dewasa

Kenangan Masa Kecil Yang Tidak Dapat Dilakukan Di Masa Dewasa

Posted on

Saat kamu beranjak dewasa, kenangan masa kecil apa yang kamu ingat? kini masa itu menjadi sesuatu yang paling dirindukan. Meski terkadang ingin sekali untuk melupakan dan menyembunyikannya. Karena bila diingat akan merasa malu sendiri. Tapi, entah mengapa kenangan masa itu sangat sayang bila dibuang dan dilupakan. Walau bagaimanapun masa itu pernah hadir dalam hidup dan menjadi kenangan masa kecil yang akan selalu diingat dan dirindukan.

Di masa itu diri kamu pernah tertawa lepas tanpa sandiwara bersama teman-teman. Bertem sahabat yang tulus dan saling tersenyum meski sekarang sudah sama-sama sibuk dengan teman baru dan dunia barunya. Di masa itu kamu pernah melakukan sesuatu hal yang kini tidak dapat lagi dimainkan kembali. Namun, kamu tetap bisa merasakan kesenangan itu. Mengapa jadi rindu meskipun malu untuk mengingat.

  1. Di Masa Hukum Tidak Berlaku

Masa kecil adalah masanya bermain dan bersenang-senang dengan sebebas-bebasnya. Di masa hukum tidak berlaku. Ingatkah kamu saat mengambil buah mangga dari pohon tanpa ijin? Di masa itu tidak ada hukum karena orang dulu menggap semua milik bersama. Namun kini semua berubah. Kita benar-benar hidup dinegara hukum. Tidak ada hukuman buat kamu yang dulu ngambil mangga tetangga. Mereka tidak akan marah, mungkin hanya ditegur saja karena buahnya belum matang. Kebersamaan terasa sangat eratdi masa itu.

  1. Bebas Masuk Rumah Teman Seperti Rumah Sendiri

Kamu main ke rumah teman itu sering bahkan sampai menginap pun tidak jadi masalah. Kamu bebas masuk dan keluar rumah teman tanpa permisi. Tapi sekarang, masa dewasa menjadikan kamu malu bila masuk tanpa permisi. Bahkan kini kamu harus membuat janji dulu sebelum main ke rumah teman, karena siapa tahu dia sedang tidak di rumah. Kalau sekarang mengulang kebiasaan kecil dulu, suka masuk rumah orang tanpa permisi, niscaya bakal disangka orang kamu itu maling.

  1. Bebas Ribut Dan Berantem Ala Anak Kecil

Masa bebas itusaat kecil, sekarang tidak ada lagi. Di masa kecil kamu bisa merasakan bebas yang sebenarnya. Tertawa terbahak, teriak itu hal yang biasa. Tertawa dengan riang, teriak dengan bahagia. Melihat semua warga ikut tertawa karena ulah kita yang lucu. Di masa kecil itu kamu ingin mengulangnya kembali di masa dewasamu. Tapi, coba lakukan sekarang, orang akan menganggapmu seperti orang gila. Karena hal seperti itu sudah tidak wajar lagi dilakukan. Kamu bertengkar hanya dan teriak malah akan dimarahi dan disuruh pergi.

  1. Bermain Apapun Sesuka Hati

kalau sudah pulang sekolah selanjutnya langsung main. Waktunya bermain sesuka hati ala anak jaman dulu. Seharian bermain seperti kejar-kejaran, balapan, main bola, ke lapangan main bareng sapid an kambing. Itu seru banget. Main sebuah permainan yang tidak bisa kamu lakukan lagi sekarang. Saat kita lupa waktu dan lupa makan, bahkan tidak pulang-pulang. Orang tua cemasnya minta ampun. Sampai dibawakan sapu atau kayu untuk mkul kamu biar pulang. Waktu itu adalah yang paling menyenangkan sampai tiada hari tanpa bermain. Jika salah satu teman tidak ada rasana ada yang kurang dan tidak seru. Yang paling seru lagi adalah saat bermain dan mandi di sungai. Suasanan orang yang lagi nyuci baju kamu mandi di sungai dengan air yang jernih. Kangen banget sama momen itu.

  1. Kalau Lagi Marahan Gak Pernah Lama-Lama

Kalau lagi marahan sama temannya, gak pernah lama-lama apalagi sampai satu hari saja itu mustahil. Cepet banget akur lagi. Hanya di masa itu seperti gak pernah punya musuh. Kalaupun marahan itu penyebabnya sepele. Paling masalah gak bagi jajan atau jahilin temennya sampai nangis. Tapi setelah minta maaf masalah selesai. Kalau dibandingkan dengan jaman sekarang, masalah sepele aja bisa dibesar-besarkan sampai ke meja hijau pula. Bagaikan musuh bebuyutan bakal diingat terus kesalahnnya.

Gravatar Image
Orang yang tidak pernah menyangka dirinya bisa masuk jurusan multimedia di sebuah SMK. Karena itu bukan tujuan saya selanjutnya setelah lulus SMP. SMA adalah tujuan selanjutnya, tapi SMK akan menjadi sekolah terakhir saya. Dan saya yakin kesuksesan seseorang itu didapat dari kerja keras dan do'anya. SMA atau SMK bukanlah masalah. Tiada hasil yang mengkhianati usahanya.

Leave a Reply