Perbedaan Antara Suka, Sayang, Dan Cinta

Perbedaan Antara Suka, Sayang, Dan Cinta

Posted on

Mungkin ada yang menganggap perbedaan itu seolah-olah sama. Sebenarnya suka, sayang dan cinta itu berbeda. Sebagian dari kebanyakan orang memang menganggap ketiga perasaan itu sama karena sudah satu paket. Berikut ini adalah perbedaanya.

  1. Suka

Jika kamu kini sudah tertarik dan kagum dengan seseorang, selanjutya kamu akan merasakan suka. Penyataan ini memang tidak ada penjelasannya, tapi penulis harus mengamati sendiri. Jika kamu selalu tambah kegum dan tertarik pada seseorang setiap waktu dan apapun yang dia lakukan kamu selalu tambah kagum dan tertarik, maka tidak lama lagi kamu akan merasakan suka pada orang tersebut. Memang awalnya hanya kagum melihatnya, mungkin dia berbeda dengan yang lain sehingga membuatmu tertarik padanya. Setiap hari dia membuatmu kagum meskipun hanya dengan perhatian kecilnya yang diberikan padamu. Kamu selalu menjadikannya topik hangat setiap hari, semua tentang dia hingga kamu tidak sadar, kamu suka padanya.

Kamu mengandai-andai inginkan dia jadi milikmu. Memang sifat suka itu cenderung menjadikan seseorang egois. Karena dengan tidak sadar kamu bisa menuntut dia untuk melakukan hal-hal seperti biasa yang kamu suka. Tahap ini, seolah-olah kamu telah mengenalnya dengan baik, tapi kenyataannya, masih banyak yang belum kamu tahu tentang dia. Intinya perasaan suka itu hanya sesaat, sekilas ketika kamu melihatnya saat itu juga.

  1. Sayang

Perasaan sayang itu tingkatannya lebih tinggi di atas rasa suka. Kalau dibanding-bandingkan rasa sayang itu lebih besar maknanya daripada sekedar rasa suka. Perasaan suka bisa meningkat menjadi rasa sayang. Perasaan yang kini berubah menjadikanm ingin lebih memiliki sepenuhnya. Tandanya kalau kam sayang adalah kamu selalu ingin menghabiskan waktu dengannya. Mencari kesibukan beramanya. Kamu ingin setiap hari bersamanya karena kamu kini mulai merasa nyaman dan senang saat berada di sisinya. Bisa selalu dekat dengannya adalah ambisimu saat ini.

Perasaanmu kini berubah menjadi sayang padanya. Saat kamu melihatnya dengan sepenuh hati, kamu bisa merasakan bukan hnaya kebaikan dirinya tapi juga sekaligus mengetahui dan menerima sifat-sifat jelek dirinya. Kamu tidak hanya melihat dirinya dari sisi luarnya (fisiknya) tapi jga sisi dalamnya (hatinya) dia memang baik. Kamu selalu menilai setiap  gerak-geriknya. Kamu akan selalu berusaha agar bisa bersatu denganya dan saling memiliki. Sebisa mungkin kamu ingin menjadi yang dia sukai, kamu rela merubah dirimu jauh dari kebiasaanmu hanya demi dia. Kam ingin menjadi yang terbaik untuknya. Dan kamu juga berharap dia akan menjadi yang terbaik bagimu. Setidaknya secara tidak langsung. Kamu melakukan tuntutan dengan kesan yang lebih halus dan rapi. Sayang itu suatu masa semisal hal yang selalu memberi dan menerima.

  1. Cinta

Inilah puncaknya perasaan, ini adalah rajanya perasaan. Tingkatan tetinggi dari perasaan seseorang akan sesuatu.  Tidak ada yang lebih tinggi dari cinta. Saat kamu bertemu cinta kamu juga akan bertemu dengan pengorbanan. Karena untuk cinta pasti diperlukan pengorbanan. Tidak ada cinta yang nyata di dunia kalau tidak diperjuangkan dan ditemukan. Jangan mudah percaya dengan orang yang mengatakan cinta sebelum dia menujukkan dengan tindakan yang nyata, pengorbanan yang tidak sia-sia.

Saat kamu merasakan cinta, kamu akan senantiasa rela memberikan sepenuh cinta yang kamu punya tanpa mengharap balasan. Kamu tidak akan menuntut dia untuk memberikan seluruh cintanya padamu. Karena cinta itu tidak menuntut dan tidak menuntut. Kam mencintainya dengan tulus dan hanya bisa berharap cintamu terbalas. Kamu hanya akan menunggu meski terkadang perhatian dan harapanmu itu  sia-sia. Cinta itu memberikan dengan rela.

Semua orang bisa memiliki ketiganya terserah dia akan memberikan semua atau hanya salah satu pada orang lain. Semua orang juga berhak mendapatkan ketiganya dari siapapun.

Gravatar Image
Orang yang tidak pernah menyangka dirinya bisa masuk jurusan multimedia di sebuah SMK. Karena itu bukan tujuan saya selanjutnya setelah lulus SMP. SMA adalah tujuan selanjutnya, tapi SMK akan menjadi sekolah terakhir saya. Dan saya yakin kesuksesan seseorang itu didapat dari kerja keras dan do'anya. SMA atau SMK bukanlah masalah. Tiada hasil yang mengkhianati usahanya.

Leave a Reply