pandailah memilih teman

Sekali Lagi, Penting bagi Muslimah untuk Lebih Memperhatikan Siapa Teman di Sekitarmu!

Posted on

Sekali Lagi, Penting bagi Muslimah Perhatikanlah Siapa Teman di Sekitarmu!

sapakah teman kita? Apakah teman-teman kita tersebut mendatagkan kebahagiaan, ketentraman, kedamaian, dan menjadikan ita lebih dekat pada Allah? atau malah sebaliknya, mereka menjadikan kita merasa gelisah, sedih, lalai, dan menjauhkan kita dari Allah?Mari kita merenungkannya, sejak kecil pastinya kita telah di ajari bagaimana caranya untuk menilai teman-  teman yang ada di sekitar kita. Ada sebuah criteria yang mungkin sederhana.

Suatu ketika, Nabi pernah bertanya pada salah seorang sohabat ‘apakah  kalian mau aku beritahu bagaimana karakter orang terbaik yang ada di sekitar kalian?’. ‘yaitu, mereka  yang terlihat oleh kalian, maka ia ingat pada Allah” dan apakah kalian mau ku beritahu karakter yang bagaimanakah yang paling buruk yang ada di sekeliling kalian? Yaitu orang-orang yang kerjaannya menebar perkataan dusta, penuh fitnah, dan merusak kesetiaan di antara orang-orang yang saling menyayangi satu sama lain, serta akan menimbulkan dosa dan kerusakan di antara orang yang bersih dalam kehidupannya .

Dari pernyataan diatas, dapat disimpulakan bahwa karakter orang yang baik untuk kita gauli adalah jika kita melihat mereka maka hal itu akan mengingatkan kita akan Allah.

teman yang selalu mengingatkan kita akan Allah
teman yang selalu mengingatkan kita akan Allah

Seberapa banyakkah teman yang seperti ini di sekitar kita? Yang memiliki kepribadian dan sikapnya bisa menyejukkan, menenangkan hati dan dapat meningkatkan keimanan kita, serta meningkatkan rasa syukur kita pada Allah? seberapa banayak kah teman yang bisa membuat kita segan untuk berbuat maksiat jika di dekatnya, dan membuat kita lebih semangat dalam hal bjeribadah? Atau bahkan malah sebaliknya, lebih banyak orang yang semakin menjauhkan diri kita pada Allah, menambah kegialaan pada urusan keduniaan, mengotori hati dan pikiran kita, dan menghilangkan ketakwaaan kita pada Allah? Dan manakah criteria yang harus diterapkan pada diri kita, sebenarnya termasuk kelompok manakah kita?

Maka, sebaiknya kita selalu selalu mengawasi diri kita. Sebab, hati manusia itu sangatlah mudaah untuk berubah atau angat mudah untuk terbolak balikkan. Dan itulah gambaran hati manusia yang sebenarnya.

Kita harus lebih memperhatiakan dengan seksama dan lebih  hati- hati memahami pengaruh seperti apakah yang akan masuk dalam hati kita? di dunia ini tidak ada orang yang bermanfaat bagi seorang hamba, kecuali hanya bergaul denganorang-orang salih, dan sebaliknya tidak ada hal yang berbahaya bagi seorang hamba yang bergaul dengan orang-orang yang ahli maksiat”

Dapat di simpulkan, bahwa kita bisa mengintrospeksi diri siapa sajakah orang yang akan bersama kita di akhirat? Kita akan bersama- sama dengan orang- orang yang waktu didunia melakukan hal yang sama dengan kita. Misalnya jika kita tertib untuk melakukan salat 5 waktu, selalu berbuat kebaikan, dan selalu menjalankan perintah Allah dan menjauhi sejauh- jauhnya hal- hal yang di larang oleh Allah. Sudah jelas dan dapat di jamin mati masuk surge selamat dari neraka, namun sebaliknya selama di dunia ini kita selalu bersama orang yang tidak tertib sholatnya, selalu berbuat maksiat, hidupnya penuh dengan kesia-siaan, tidak mengerti hokum halah- harom, dan kita tidak melakukan amar ma’ruf dan bahkan kita terlarut dan mengikuti hal tersebut, maka tidak ada yang dapat di harapkan pada hari perhitungan tersebut. Memang pengaruh pergaulan dengan teman tidak bisa di abaikan begitu saja.

Suatu ketika ada sohabat yang menanyakan pada Nabi, ya Nabi amalankah yang paling utama didunia ini? Nabi Menjawab amalan yang paling baik di dunia ini adalah adalah orang yang selalu menjaga kerukunan dan hubungan kekeluargaan  pada saudaranya dan saling bercakap dengan saudara yang mana mereka saling bersahabat dalam ketakwaan, pada aat itulah Allah akan menghadirkan rasa tentram, keharmosnisan  diantara mereka, sehingga akan tercipta keharmonisan dan saling menyambungkan hubungan.  jika sudah demikian mereka akan saling menghalang- halangi untuk melakukan hal- hal yang maksiat.

Oleh karna itu, Rasulullah  mengajarkan kita untuk memntingkan criteria ketaatan dalam beraggama dalam melakukan segala hal. Sebab, ketaatan dalam beragama adalah benih dari sebuah kebijakan, ketakwaan dan akhlak yang mulia, yang pada akhirnya akan menimbulkan suatu kebahagiaan.

Maka bagia musimah semua, selalu perhatikan lah orang- orang yang ada di sekitar kita. Sebab, semua kebahagiaan kita baik dalam urusan dunia ataupun akhirat, bisa tergantung oleh mereka, wallahu a’lam

Gravatar Image
. Menurut kebanyakan orang yang belum mengenal saya, mereka menilai saya orang yang pendiam. pada kenyataanya saya adalah orang yang cukup cerewet.

Leave a Reply