Bakat VS Kerja Keras

Bakat VS Kerja Keras, Lebih Penting Mana?

Posted on

Kesuksesan adalah hal yang sangat diinginkan oleh banyak orang. Mendapatkan pekerjaan dan karir yang sukses, pendidikan yang tinggi dan kehidupan yang tentunya terasa sangat menyenangkan. Begitu juga dengan jabatan yang tinggi. Banyak orang yang menginginkannya dan berlomba-lomba untuk mendapatkannya. Kunci keberhasilan adalah kerja keras dan semangat. Beberapa orang mengatakan seperti itu, asalkan kamu serius dan gigih dalam bekerja atau mencapai sesuatu, maka kamu pasti akan berhasil.

Namun, beberapa orang ada yang berpendapat lain, mereka mengatakan bahwa semangat dan kerja keras saja tidak akan cukup. Kamu juga membutuhkan bakat yang sesuai untuk bisa sukses. Kalau begini, mana yang benar? Kalau memang punya bakat tertentu itu diperlukan, maka orang-orang yang tidak punya bakat pun tidak perlu susah-susah untuk kerja keras. Coba lakukan, niscaya dijamin tidak akan berhasil. Pernyataan ini memang membingungkan, tapi sebenarnya keduanya itu saling melengkapi. Baca dulu artikel ini.

Untuk mendapatkan keahlian itu memerlukan latihan dan kerja keras. Mereka yang rajin berlatih akan berhasil menjadi yang terbaik. Akan tetapi, mereka yang biasa-biasa saja kurang berlatih, maka kurang mahir dalam suatu keahlian. Jadi, untuk menguasai suatu keahlian diperlukan latihan berkali-kali dan kerja keras tentunya. Dengan ini secara otomatis menyatakan bahwa bakattidak akan didapat tanpa kerja keras. Kerja keraslah yang menguasai suatu bakat. Tanpa kerja keras bakat tidak akan berjalan saat dimainkan.

Kamu memerlukan waktu yang tidak sedikit untuk bisa menjadi ahli dalam suatu bidang tertentu. Perlu berjam-jam untuk melatih keahlian. Berlatih suatu keahlian itu tidak hanya satu kali, setelah merasa sudah bagus lalu berhenti dan tidak mau mengaulangnya kembali. Karena yang kamu latih yang akan membuat dirimu itu memukau. Dan menyangkut soal IQ, IQ hanyalah hitungan angka yang tidak berarti apa-apa. Yang Menunjukkan IQ itu tinggi hanyalah sekedar angka. Orang yang memiliki IQ 120 itu dikatakan susah. Tapi, yang memiliki tambahan angka diatas 120 itu juga tidak akan mengubah seseorang jadi lebih baik dalam persaingan dunia kerja yang sebenarnya. Inilah kebenarannya yang memang selama ini kita yakini, semua orang bisa sukses dengan kerja kerasnya. Sesuai dengan firman Allah bahwa “Allah akan mengubah nasib suatu hamba, jika dia mau berusaha mengubahnya sendiri..”

Dengan berjalannya masa, enemuan-penemuan dan pernyataan baru semakin banyak dan mengejutkan. Salah satunya SAT yaitu tes yang menguji kemampuan logika, matematika dasar, membaca kritis, dan menulis akademik. Mereka yang bisa mendapatkan skor tinggi berarti punya IQ yang tinggi. Untuk mendapatkan hasil tes, mereka yang memiliki bakat alami ternyata memiliki kemampuan lebih baik dalam memainkan bakat meskipun tanpa persiapan. Yang memiliki bakat alami akan menampilkan performa lebih baik.

Ternyata, tingginya IQ dengan bakat itu sangat berpengaruh pada kemampuan mengingat saat melakukan kegiatan lain, kemudian melakukan kegiatan baru. Lalu, apakah kerja keras itu tetap diperlukan? Memang masih membingungkan dan tidak ada ujungnya untuk dibahas. Cukup dengan menerima fakta. Jika kamu merasa tidak puna bakat, berarti kamu harus lebih giat untuk kerja keras jia ingin berhasil mendapatkan sesuatu. Kamu bisa mendapatkan keahlian yang memukau dengan semangat dan keinginan tinggi untuk selalu berlatih. Bakat memang diperlukan dalam permainan, tapi dalam permainan tetap diperlukan kerja keras untuk menang.

Jadi, tetap kerja keras itu tidak ada salahnya. Punya bakat memang lebih memudahkan untuk mencapai keberhasilan. Tapi, kenyataanya, sudah banyak yang membuktian ampuhnya kerja keras. Tergantung kamu mau berusaha atau tidak?

Joey Alexander - My Favourite Things
Joey Alexander – My Favourite Things
Gravatar Image
Orang yang tidak pernah menyangka dirinya bisa masuk jurusan multimedia di sebuah SMK. Karena itu bukan tujuan saya selanjutnya setelah lulus SMP. SMA adalah tujuan selanjutnya, tapi SMK akan menjadi sekolah terakhir saya. Dan saya yakin kesuksesan seseorang itu didapat dari kerja keras dan do'anya. SMA atau SMK bukanlah masalah. Tiada hasil yang mengkhianati usahanya.

Leave a Reply