Jangan Tangisi Yang Sudah Pergi, Jaga Dan Syukuri Yang Kini Di Sisi

Jangan Tangisi Yang Telah Pergi, Jaga Dan Syukuri Yang Masih Di Sisi

Posted on

Jangan tangisi dia yang pergi meninggalkanmu hanya demi orang lain atau bahkan tidak ada alasan. Jika memang dia terlalu bodoh untuk melepaskanmu, maka kamu harus jauh lebih pintar untuk melupakannya. Bukan berarti melepaskan itu menjadikanmu menyerah. Agar kamu tahu dan jadi paham bahwa akan ada beberapa hal yang memang tidak bisa kamu paksakan. Terkadang memang benar jikalau memaafkan kesalahan orang yang kamu cinta itu jauh lebih sulit daripada memaafkan kesalahan seorang teman biasa. Tapi, dia bukan kebahagian yang kamu cari. Kamu berhak bahagia dengan caramu sendiri. Bahagialah ketika kamu menemukan seseorang yang peduli denganmu, yang mencintaimu dan mengerti segala tentang kamu melebihi kamu mengerti tentang dirimu sendiri.

Jika kamu saat ini cenburu itu adalah hal yang wajar, karena kamu memang takut kehilangan. Tapi jangan sampai terlalu hingga kamu mencintai dirimu sendiri lebih dari mencintai cinta itu sendiri. Asal kamu tahu cinta itu harus dijaga, tidak ada cinta yang terbagi yang ada cinta itu dipupuk dan dikembangkan. Ketika kamu harus mencintai seseorang jangan setengah-setengah, cintai dia apa adanya dengan caramu sendiri. Jangan mengharapkan dia untuk menjadi yang sempurna untukmu, karena cinta yang sempurna itu ketika mencintai tanpa ada syarat. Karena yang kamu butuhkan adalah hanya dirimu sendiri dan kemampuanmu untuk mencintai yang tulus. Jadi, berhenti mencari seseorang yang pantas untuk dicintai.

Jika saat ini kamu mencintai seseorang, jangan pernah merasa malu untuk mengungkapkannya. Lebih baik merasa malu saat ini daripada harus menyesal seumur hidup. Sampai kapan kamu akan menyimpan perasaanmu, karena cinta dalam diam itu menyedihkan. Cinta itu tidak pernah menuntut yang sempurna, kesempurnaan cinta bisa dibuat dengan cinta itu menerima, memahami, rela berkorban, dan mau memperjuangkan. Memang sudah seharusnya cinta itu membuat bahagia bukan malah menyiksa.

Tidak tahu apa alasannya, kenapa semua tentang dia itu selalu sulit untuk tidak ditangisi. Terasa sulit untuk kering dan selalu basah lagi karena air mata. Bagaimana bisa hal ini terlalu sering terjadi hingga membuat bingung. Semua tentang dia selalu melintas dalam pikiran hingga membuat mata basah. Mungkinkah dirimu masih mengharapkan dan belum ikhlas jika harus berpisah dengannya. Tuhan mentakdirkan yang lain untukmu. Karena kalau seandainya memang bukan jodoh, sekuat apapun kalian mempertahankannya pasti akhirnya akan lepas juga.

Meskipun sebenarnya masih ada rasa tidak ikhlas dan kecewa tentunya, tapi belajar merelakan yang hanya bisa dilakukan. Dalam batin, biarkan air mata yang akan mengering bersama dengan waktu. Segala kenangan indah yang telah berlalu akan hilang bersama dengan kenangan yang baru. Jangan pernah kamu berpikir untuk menyesal pernah memilihnya, dengan rela membagi separuh perasaan yang kamu punya. Pernah sama-sama kamu bermimpi tentang keindahan hari tua bersamanya. Karena dia, kamu jadi mengerti bagaimana kebahagiaan itu tercipta. Cinta itu tidak hanya dirasakan tapi perlu untuk diperjuangkan, dan akan selalu ada rasa untuk saling mempertahankan.

Bersyukurlah untuk segalanya atas rasa apapun yang telah dia relakan untuk dibagi. Karena dengan itu juga kamu menjadi tahu bagaimana kalau memang cinta itu indah jika kalian bisa bersama dan bersatu. Kamu juga tahu rasanya sakit hati karena perpisahan. Untuk dia, semoga hal ini tidak akan pernah lagi terulang di kisah cintanya selanjutnya, begitu juga kamu. Sudah cukup untuk kali ini kamu merasakan sakit karena cinta. Sekarang, ijinkan dia dan dirimu bahagia dengan seseorang yang kini masih ada di sisi.

Gravatar Image
Orang yang tidak pernah menyangka dirinya bisa masuk jurusan multimedia di sebuah SMK. Karena itu bukan tujuan saya selanjutnya setelah lulus SMP. SMA adalah tujuan selanjutnya, tapi SMK akan menjadi sekolah terakhir saya. Dan saya yakin kesuksesan seseorang itu didapat dari kerja keras dan do'anya. SMA atau SMK bukanlah masalah. Tiada hasil yang mengkhianati usahanya.

Leave a Reply