Kamu Nggak Pernah Tau Isi Hatinya
Kamu Nggak Pernah Tau Isi Hatinya

Hal yang Harus Kamu Pikirkan Sebelum Meremehkan Orang Lain

Posted on

Secara diam-diam kamu bertingkah seperti orang yang paling sempurna dan mempunyai indra keenam. Hingga kamu menilai orang semudah dengan hanya melihat melalui penampilannya saja. Untuk berbicara atau berkenalan secara langsung aja belum pernah. Tapi kamu sudah bisa menilai dia dari cara penampilannya yang urukan, muka yang galak, atau bahkan dari sikap diamnya yang berbentuk ketidak ramahan.

Mungkin ini hanya garis wajahnya yang dari lahir sudah seperti itu, keras dan tegas. Bisa juga karena penampilannya yang seperti ini justru melambangkan pemikiran yang terbuka atau sifat yang mudah sekali beradaptasi. Dia juga diam bukan berarti tidak ramah, mungkin dia adalah tipe orang yang introvert atau ambivert yang pemalu.

Pikirkan Dahulu Sebelum Meremehkan
Pikirkan Dahulu Sebelum Meremehkan

Bahkan orang yang berpenampilan necis atau klimis belum tentu baik? Sebelum kamu menjadi orang yang egois karena menilai orang dari penampilannya dan mudah meremehkan orang dari penampilan luar atau kabar burung yang tidak jelas. Coba aja deh kamu baca ini, agar kamu tidak asal menilai orang.

Penampilan tidak menjadi ukuran pasti orang itu baik atau tidak, apakah kamu sudah yakin kalau penampilanmu yang paling layak?

Banyak orang yang sudah tertipu dengan penampilan. Apakah kamu juga ingin menjadi orang yang selanjutnya? Tidak ada salahnya jika kamu harus berhati-hati dalam mengenal seseorang. Tetapi kamu juga tidak bisa menilai orang dari penampilannya. Orang preman, urakan atau penjahat itu adalah orang yang urakan. Orang yang berpenampilan rapi, bersih, dan wangi  belum tentu juga kalau orang itu baik dan bisa di percaya.

Sekarang bagaimana dengan penampilan mu sendiri? Apakah sudah layak dan lebih baik daripada mereka? Buktinya kamu yang bernampilan baik, tapi caramu berpikir masih kurang baik. Jangan dikira sikapmu yang suka meremehkan orang ini tidak berpengaruh dengan pribadimu sendiri di pandangan orang lain.

Apakah kamu tidak mempunyai kekurangan? Hingga akhirnya kamu berani memandang orang lain dengan sebelah mata

Terlalu sombong jika kamu menganggap penampilan adalah penentuan posisi daam lingkungan social. Kamu beranggapan orang yang bernampilan kurang cantik tidak layak untuk menjadi orang yang lebih penting dari kamu. Tanpa kamu ketahui, orang yang kamu pandang sebelah mata itu mempunyai karakter dan keterampilan yang jauh lebih baik daripada kamu.

Dari luar kamu boleh baik, tapi kalau cara berfikirmu seperti ini, inner beauty mu tidak akan terpancar. Kamu juga mempunyai kekurangan tapi kamu tidak menyadarinya. Karena kebanyakan orang lebih sering menyadari kelebihannya daripada kekurangannya. Terkadang kamu memang sadar dengan kekuranganmu tapi kamu berusaha untuk menutupinya.

Coba kamu berpikir, mungkin ada yang slaah dengan hatimu. Jika kamu selalu menilai orang dari luarnya

Jangan sampai kamu tidak sadar dengan penyakit yang sedang menyerang hatimu. Ini bukan penyakit dalam bentuk fisik. Tapi ini penyakit yang diam-diam akan menggerogoti jiwamu. Karena kamu yang terlalu sering dan mudah menilai orang melalui luarnya saja. Apalagi kamu yang hanya mengenal dia hanya sekilas saja, kamu tidak tahu langsung bagaimana sosoknya yang sebenarnya. Rasa ketidak sukaanmu kepada dia ini bukan berarti ada yang salah pada dirinya. Bisa juga karena kamu yang ada apa-apa.

Tidak ada untungnya untuk meremehkan orang lain. Yang ada hanya membuang waktu dan pemikiran saja

Kenapa kamu harus repot menilai dan meremehkan orang lain yang mana kamu juga belum terlalu mengenalnya? Yang ada malah waktu dan pemikiranmu menjadi terbuang dengan sia-sia. Satu detik yang kamu gunakan untuk meremehkannya bisa jadi akan lebih berarti jika kamu menggunakan untuk memikirkan dirimu sendiri, entah itu urusan percintaan atau pekerjaan. Lebih baik kalau waktumu itu kamu gunakan untuk berbuat baik kepada orang lain. Karena meremehkan orang lain itu tidak ada untungnya sama sekali.

Tidak ada orang yang ingin diremehkan, termasuk kamu sendiri

Terkadang untuk berpikir secara bijak, kamu harus memposisikan keadaan yang ada dulu untuk dirimu sendiri. Salah satunya yaitu saat kamu meremehkan orang lain. Coba aja pikirkan kalau orang yang diremehkan itu adalah dirimu sendiri. Rasa kesal, sedih dan tidak terima tentunya akan kamu rasakan. Karena kamu sendiri juga ingin orang lain bisa menilaimu dengan bijak, apalagi kalau orang itu meremehkanmu. Dan semua orang juga sama denganmu, tidak pernah berharap untuk diremehkan orang lain.

Karena kamu sendiri juga tidak dengan apa yang sedang ia perjuangkan

Jadi orang janganlah sok tahu. Dengan kamu merasa tahu semua tentang dia dari melihat atau mendengar sekilas tentang dia. Padahal kamu belum mengerti bagaimana orang itu berjuang untuk dirinya sendiri, keluarganya dan orang lain yang berada di sekelilingnya. Bisa jadi cara penilaianmu yang meremehkan menjadikan beban yang menyulitkan perjuangannya.

Sudah cukup, jangan lagi kamu meremehkan. Dan kamu juga seharusnya lebih berhati-hati menggunakan pikiran untuk menilai orang lain. Jangan sampai kamu menjadi sosok yang egois dan sombong karena sikapmu sendiri.

Gravatar Image
Saya memiliki imajinasi yang cukup tinggi dan saya memiliki cita-cita untuk menjadi pengusaha muda. Selain itu saya juga memiliki keinginan untuk memberikan yang terbaik untuk ayah dan ibu.

Leave a Reply