Lalu, Kapan Kita Bisa Memulai Travelling Bersama?

Posted on

Dear kamu, masih ingatkah dengan janji kita berdua? Berdoalah untuk masa depan yang semakin dekat ini akan berpihak kepada kita. Inilah aku yang senantiasa mengharapkan sebuah keberanian darimu kepada ayahku, yang selalu menantikan indahnya senyummu menyapaku dipagi hari, layaknya seseorang yang menunggu bunga bermekaran setiap musimnya. Hingga akhirnya semua ilusi menjadi nyata, walaupun aku sendiri tak tau kapan itu akan terjadi.

Memang kita baru mengenal satu sama lain, tetapi waktu itu terasa cukup bagimu untuk mulai mengatakan penawaran masa depan bersamamu, kamu yang pernah berjanji bahwa kamu akan mengunjungi kedua orang tuaku kelak, dengan niat suci ketika kamu sudah siap dengan semua janjimu. Tetapi mana? Sampai saat ini aku masih menunggu, dan menunggu sesuatu yang entah kapan itu terjadi.

Kapan kita bisa travelling bersama?
Kapan kita bisa travelling bersama?

Tegakah aku menegurmu akan semua aktivitasmu yang sepertinya sibuk jika dilihat, kamu yang senang berkeliling dunia, sehingga dengan mudahnya kamu melalaikan janji-janjimu. Seperti apapun keadaanya, janji tetaplah janji, sebab janji tidak akan memudar walapun telah tergores oleh waktu.

Jika rasa cintamu padaku masih menggebu-gebu, bisakah kamu melupakanku dalam waktu singkat ketika jarak tak memungkinkan kita untuk bertemu? Apakah memang kamu lebih ingin menjadi seorang traveller daripada menjadi imam sholatku? Jika memang iya, aku tak heran sebab kamu lebih mementingkan perjalananmu daripada aku disini yang setiap harinya selalu menunggu kepastian darimu, sadarlah.

Kasihanilah aku yang selalu mengaharapkanmu datang menjengukku, bahkan jika kamu sanggup bawalah aku mengikuti perjalananmu yang penuh arti itu. Tenanglah, tak usah khawatir bila aku nanti merepotkanmu dalam perjalanan, sebab disini aku sudah belajar untuk hidup mandiri. Itu semua bukan karena keluarga yang tak mampu, tapi itu semata untuk masa depanku, sebab aku tau bahwa kemadirian sangat diperlukan didalam hidupmu.

Mengertilah bahwa aku bukanlah wanita manja seperti yang lainnya, aku yang tak pandai bersolek ini selalu siap untuk menemanimu mengelilingi dunia, bisakah nanti kita melakukan travelling bersama? Pasti itu lebih berkesan daripada kamu yang mengelilingi dunia ini sendiri, selelah apapun nanti akan kita tanggung bersama, dan entah indahnya seperti apa itu akan kita rasakan bersama juga, bahkan nanti akan menjadi kenangan terbaik didalam kehidupanku.

Maka, pergilah berkunjung kerumah ku, temuilah ayahku dan keluarkanlah keberanianmu layaknya kamu yang berani mendaki gunung setinggi apapun itu. Ucapkan semua janji suci yang telah kita rajut bersama selama ini, aku percaya bahwa kamu pasti mampu melakukan ini.

Ternyata semuanya tak berujung sia sia, kamu datang mengunjungi secara tiba tiba dengan membawa semua keberanianmu, kamu mengatakan semuanya dengan fasih dan tanpa meragu. Kepulanganmu kali ini sangat membahagiakanku. Jujur, aku dulu pernah meragukan janjimu ketika kamu mengucapkannya kepadaku. Tetapi, aku selalu berdoa untuk menyakinkan hati ini, berdoa untuk keselamatanmu, berdoa untuk kelancaran hubungan kita dan tak lupa aku berdoa untuk kepastian janjimu.

Yang jelas sekarang adalah sebuah impian yang selama ini aku impian terwujud karenamu, semua yang telah kita rajut bersama sudah menampakkan hasilnya. Memang aku percaya bahwa kamu akan berani mendatangi ayahku dengan selembar surat itu, sebab kamu telah berani mengarungi lautan yang begitu luasnya.

Terima kasih kamu sudah menciptakan angan anganku menjadi sebuah kenyataan, menjadikan janji sebuah kepercayaan dan menjadikanku sebagai pendampingmu untuk mengelilingi dunia yang tak kalah luas dengan luasnya kasih sayangmu. Terima kasih telah membuatku bahagia, terima kasih telah menjadikanku halal untukmu, lalu kapan kita bisa memulai travelling kita bersama? Dengan sebuah ikatan yang sudah sah ini.

Gravatar Image
Paling suka berimajinasi, hobinya membaca. Nggak suka terlalu serius, lebih suka yang pasti. Selalu berusaha agar bisa memberi mahkota untuk mama & abah nanti.

Leave a Reply