Kritikan Bijak

Cara Mengkritik yang Baik, Bijak dan Nggak Bikin Sakit Hati

Posted on

Memberi krtitikan itu sangat perlu. Jika ada orang yang melakukan hal buruk dan dibiarkan saja, maka dia akan semakin menjadi buruk juga. Oleh karena itu, siapapun harus menegurnya dengan cara yang baik. Di dunia ini kita menjadi kholifah yang memiliki tugas untuk mencegah keburukan dan memajukan kebaikan, slah satu caranya memang dengan cara memberi kritikan.

Namun, terkadang kritikan itu tidak enak rasanya. Karena sebuah kritikan identik dengan kata-kata yang membuat citra orang terancam. Lalu, bagaimana dengan mengkritik kebenaran yang tetap harus disampaikan dan keburukan yang harus dihapuskan, tapi takut meyinggung perasaan orang? Ada solusi yang bisa dilakukan yaitu dengan beberapa cara mengkritik secara baik.

  1. Menkritik dengan menukar kata “Tapi” menjadi “Dan”

Orang tidak suka mendengar kritikan baik maupun buruk jika kemudian ada kata “tapi” dan sejenisnya. Karena seakan-akan hal itu dapat menjatuhkan sebuah kritikan baik menjadi hal yang tidak disukai sehingga menbuat orang merasa tidak dihargai dan menjadikan pertengkaran.

Perhatikan contoh kritikan yang kurang baik seperti orang yang menggunakan “tapi” kepada temannya.

  • Baju barumu bagus, tapi terlalu besar.

Perhatikan, bagaimana jika sebuah kritikan seperti itu tertuju pada kita? Pasti kita tidak menginginkannya, pasti kita tersinggug. Karena setiap manusia memiliki perasaan, pasti merasa tidak enak. Untuk itu ubahlah kata “tapi” dengan “dan”. Perhatikan contoh kritikan yang lebih baik ini.

  • Baju barumu bagus, dan lebih baik jika kamu tukar dengan ukuran yang pas untukmu.

Semoga kita bisa mengkritik dengan kata-kata yang baik seperti itu.

  1. Mengkritik di lain waktu

Cara kedua ini lebih sederhana lagi, ketia kita sedang berinteraksi dengan orang, tiba-tiba unek-unek kita muncul dan ingin sekali mengkritik dia. Kita boleh mengkritiknya saat itu juga dan boleh juga mengkritiknya di lain waktu. Mungkin malam harinya atau esok harinya. Kalau bisa mengkririklah dalam situasi pribadi seperti janjian ngopi sekaligus ngobrol bareng. Nah di situasi itu, kita bisa mengkritiknya. Bisa juga menunggu saat egonya menurun dan kembali normal. Kemungkinan dia tidak terlalu tersinggung nantinya.

  1. Mengkritik tindakannya

Kritiklah tindakannya, bukan mengkritik orangnya. Ini mencerminkan salah satu sikap yang baik untuk menunjukkan rasa toleransi terhadap orang lain. Kita juga akan dicap sebagai orang yang perhatian. Contohnya, saat mengkritik mulailah dengan kata yang baik, “kamu orangnya asyik, yang membuat kesal itu saat kamu melakukan…” jangan mengatakan hal jelek langsung, “kamu ini aneh orangnya…”. Coba nasehati dia perlahan dan ubah pemahaman jeleknya menjadi baik karena hal itu yang akan mendorongnya melakukan kesalahan dalam bertindak.

  1. Berilah semangat dan harapan

Katakana padanya bahwa ada banyak orang yang peduli dan dia tidak sendirian. Katakana motivasi untuknya, bahwa bukan hanya dia tapi banyak orang yang seperti dia. Katakanlah bahwa kesalahannya itu biasa dan bisa diperbaiki. Dengan mengkritik seperti itu, dia tidak akan merasa bahwa kritikan itu menjadi penghancur besar baginya.

  1. Bersatulah denganya

Bantulah dia untuk bisa menghadapi masalahnya dan memikul tanggungjawabnya. Hati-hati dengan kesalahan dalam bersikap. Yaitu jangan tingalkan dia, jangan katakana padanya bahwa kita akan meninggalkannya jika dia tidak bisa menghadapi masalah yang dia buat sendiri. Karena ulahnya sendiri jadi merepotkan orang lain.

Jadi, tunjukkan peran sahabat yang baik. Tawarkan bantuan berupa solusi padanya. Jangan memaksanya bertindak jika dia tidak mampu. Carilah solusi yang terbaik dahulu. Intinya, dengan cara ini bisa mengurangi penghancur dan menambah harapan.

Gravatar Image
Orang yang tidak pernah menyangka dirinya bisa masuk jurusan multimedia di sebuah SMK. Karena itu bukan tujuan saya selanjutnya setelah lulus SMP. SMA adalah tujuan selanjutnya, tapi SMK akan menjadi sekolah terakhir saya. Dan saya yakin kesuksesan seseorang itu didapat dari kerja keras dan do'anya. SMA atau SMK bukanlah masalah. Tiada hasil yang mengkhianati usahanya.

Leave a Reply