Ayah, Lihatlah Putri kecilmu ini Sudah Beranjak Dewasa!

Posted on

Ayah, kini putri kecilmu itu yang selalu ayah temani kemanampun ia melangkah, putri kecilmu yang dulu ceroboh dan yang hobinya itu selalu menghilangkan barang-barang. Putri kecilmu yang selalu ayah manjakan, putri kecil yang selalu ayah do’akan di dalam setiap sujud ayah dan kini putrid kecil itu sudah berubah menuju dewasa. Tapi tetap saja dia itu membutuhkan sosok ayah sepertimu itu, sosok hangatmu yang selalu menunggunya pulang ke rumah, sosok yang ramah yang selalu menyapa baik itu orang lain ataupun teman-temannya yang datang ke rumah, sosok yang penuh perhatian ketika terjadi kesalahan demi kesalahan yang akan terulang untuk kesekian kalinya, dan sosok yang penuh dengan rasa sabar ketika sedang menghadapi putrinya yang keras kepala ini.

Ayah, you're my hero
Ayah, you’re my hero

Dan dibalik itu semuanya, aku bahkan berpikir untuk memberitahukan akan semua hal tentangku. Dan bahkan aku tahu bagaimana sikapku yang tak adil padamu karena ibu itu selalu menjadi yang pertama bagiku. Tapi diablik itu semuanya aku juga mengerti ayah itu telah banyak menghabiskan waktunya untukmu, untuk bersamaku. Bahkan ketika aku menangis sekalipun karena patah hati, ketika aku menangis karena nilai ulanganku yang jelek itu, ketika aku bahagia karena merasakan jatuh cinta, ketika aku bahagia ketika mendapatkan sekotak coklat mahal dari kekasihku dan bahkan ketika aku bahagia karena keberhasilanku ini. Hal yang pertama aku lakukan ialah datang pada ibu, bercerita dengan ibu dan bahkan berbagi semuanya dengan ibu.

Ingatlah ayah, sesungguhnya aku sangat rindu. Aku rela menukar apapun saat ini untuk bisa bersamamu pada beberapa hal terindah dalam hidupku hanya untuk bisa bersamamu ayah. Merasakan ada di dalam gendongan ayah, bahkan merasakan tidur dalam dekapan ayah yang membuatku terasa amat nyaman dan sempurna.

Ayah juga hanya satu-satunya orang yang amat percaya aku untuk melakuakan segala hal, dan ayah juga menjadi orang yang percaya bahwa aku ini juga bisa merubah dari yang mungkin buruk menjadi lebih baik lagi. Kadang ayah juga selalu member aku kesempatan beulang-ulang kepadaku tetapi kadang aku sendiri pernah gagal dalam melakukan hal itu, tapi percayalah guys ayah itu amatlah percaya pada putri kecilnya itu yang akan membawa perubahan pada masa yang akan datang kelak.

“Oh ayah, jika aku bisa memilih aku sih lebih baik jadi putri kecil ayah terus untuk selamanya, biar bisa berada disamping ayah selamanya. Dibandingkan jika aku tumbuh dewasa dan nantinya pasti aku akan bertambah tua.”

Garis keriput di wajahmu ayah sekarang tampak jelas dan itu semua tak mengurangi rasa kekagumanku padamu ayah. Mimpiku adalah bisa mendapatkan pendamping hidup seperti ayah nantinya. Pendamping hidup yang sabar seperti ayah, yang tidak mudah marah, pendamping yang sederhana seperti ayah dan yang pastinya dia selalu mementingkan kebahagianku seperti halnya sikap ayah itu kepadaku hingga aku bertumbuh dewasa dan bertambah tua.

Ayah, tetaplah seperti ayah yang aku kenal yah, tetaplah jaga kesehatanmu ayah, tetaplah menjadi lelaki yang selalu mendo’akanku, lelaki yang menyayangi keluarganya, lelaki yang tak pantang menyerah, dan lelaki yang kuat dan tegar akan apa yang ayah lalui selama ini, tetaplah seperti ini untuk selamanya ayah. Dan disini aku akan selalu ada buat ayah dan aku akan selalu menyayangimu selamanya!

Gravatar Image
Fitri Aulia Rahmah, itulah nama yang dikasih dari kedua orangtua saya. Hidup Adalah Pilihan! Seperti halnya memilih jurusan saat kita mau masuk sekolah, dengan pilihan yang kita pilih itu akan membawa kita ke dalam dunia yang sebenarnya atau dunia yang akan kita hadapi nantinya.

Leave a Reply