ta'aruf

Apa Sih Pengertian Ta’arufan itu? Dan Apa Bedanya dengan Pacaran?

Posted on

Dua insan yang saling mengenal merupakan sebuah anugrah yang telah Allah berikan pada setiap hambanya. Dari dia muncul rasa bahagia, saling berbagi dan rasa dihargai. Di dalam islam sering di sebut dengan Istilah ta’aruf adalah saling mengenal. Ta’aruf ini bisa terjadi kapan saja atau dengan tiba-tiba hadir di hadapan kita. Tanpa di duga- duga. Ta’arufan bisa dimuali lewat pertemuan yang tanpa di sengaja ataupun dengan di sengaja. Mulai hanya dari sekedar tersenyum, saling sapa, dan bahkan ada yang saling telah jatuh cinta. Beratu ataupun beribu- ribu orang yang ada di sekitar kita dapat mengenal satu sama lain.

Bahkan Allah pernah berfirman “ wahai manusia sesungguhnya kami telah mneciptakan kamu dari seorang laki- laki dan seorang wanita dan kami  menjadikanmu berbangsa- bangsa dan bersuku- suku, supaya kalian saling mengenal”

Mungkin kebanyakan dari kalian, jika telah mendengarkan kata ta’aruf maka yang muncul di benak kalian adalah suatu hal yang menuju ke jenjang pernikahan. Memang kali ini saya akan membahas tentang hal itu. Tapi sebenarnya ta’aruf bukanlah hanya proses untuk menuju kejenjang yang lebih serius seperti menuju ke hal pernikahan. Namun kita saling saudara, dan juga berteman semua itu merupakan bentuk interaksi sesame manusia, ini juga dapat kita artikan sebagai ta’aruf.

Lain halnya jika kita membahas ta’aruf untuk menuju proses menjelang pernikahan. Mungkin saat ini anda yang sedang menanti hadirnya seseorang, atau yang lebih tepat nya bisa di sebut sebagai pendamping hidup. Kali ini kita membicarakan tentang ta’arufan ya, bukan tentang pacaran. Kalau pacaran kita bukannya menunggu seseorang yang akan menjadi pendamping hidup tapi melainkan menunggu mangsa yang siap hatinya untuk kita sakiti (hhe bercanda).

Sudah sewajarnya jika seseorang yang sedang menantikan seseorang melalui proses ta’arufan pastinya akan berbeda rasa dan maknanya jika di bandingkan dengan seseorang yang menantikan pasangan hidupnya dengan didahului dengan pacaran. sebelum membahas ta’aruf terlalu jauh, mungkin ada sebuah pertanyaan dibenak anda.

mulailah pernikahan dengan ta'arufan

Apa sih ta’aruf itu?

Ta’aruf artinya mengenal. Baik mulai dari mengenalkan diri ataupun berkenalan dengan orang lain. Ya yang pada intinya proses interaksi antara dua orang atau lebih yang didasari dengan maksud dan dengan tujuan tertentu.

Mungkin sampai disini  telah ada sedikit yang mengerti apa arti Ta’aruf, pertayaan selanjutnya, apa sih  yang kalian pikirkan tentang ta’arufan cinta? Mungkinkah hal ituah menjadi sumber kebahagian? Mungkin hal itu bisa di katakana iya dan atau mungkin juga bisa di katakana tidak. Sebenarnya ta’aruf bukan lahh satu- satunya cara untuk mendapatkan sebuah kebahagiaan dari sebuah pernikahan. Melainkan ta’aruf adalah salah satu cara, dari sekian banyak cara yang telah Allah beriakan dan cara yang telah Nabi ajarkan kepada kita. Tetapi masih banyak orang yang belum mengerti maksud dan tujuan ta’aruf ini, sehingga muncul berbagai pendapat mengenai ta’aruf.

Setelah kita memahami arti dari ta’aruf di atas, mari kita bandingkan ta’arufdengan pacaran yang telah umum dilakukan di kalangan masyarakat.

Sebagian dari kita ada yang beanggapan bahwa ta’aruf dan pacaran itu suatu hal yang sama. Sehingga muncul persangkaan bahwa pacaran itu wajar dan hal itu sah- sah saja. Bahkan ada juga yang berfikiran bahwa ta’aruftak ada bedanya dengan pacaran. Hanya istilahnya aja yang berbeda. Kalau menurut pendapat saya hal itu sangatlah tidak benar. Karena antara ta’aruf dan pacaran sendiri keduanya memiliki perbedaan yang jauh, yaitu perbedaan yang terdapat pada cara, tujuan, dan pada manfaatnya.

Di dalam hal berteman kalian saling menyapa, ingin lebih dekat, bahkan tanpa adanya batas. Namun beda halnya dengan ta’aruf, ada suatu keindahan, dan kesucian di dalamnya yang akan menyapa.

ta’aruf merupakan proses perkenalan yang bertujuan untuk menciptakan dan menyempurnakan syariat agama yaitu dengan pernikahan. Bukan hanya sekedar ingin kenal, atau bahkan hanya untuk coba- coba saja. ta’aruf lebih dari semua itu. ta’arufan menjadi sangat indah dan mulia, karena orang yang melakukan ta’arufan mempunyai niat yang suci. (segala sesuatu itu tergantung pada niatnya). Seseorang akan mendapatkan apa yang telah di niatkannya. Namun jika kita belum memperolehnya, bukan Allah tidak ingin memberikannya pada kita, namun Allah ingin menguji kesabaran kita, dan Allah mengetahui segala hal yang baik untuk kita.

Di awali dengan niat yang baik tentunya harus di kerjakan dengan cara yang baik pula. Misalnya, kita ingin sedekah namun dengan cara yang tidak baik yaitu dengan cara mengambil barang orang lain.

Sama hal nya dengan pernikahan. Lebih mengutamakan yang baik dengan cara yang baik pula itu semua merupakan keharusan yang sudah sewajarnya kita lakukan. Pacaran yang sering kali kita lihat, yang mungkin kita juga pernah mengalami. Meskipun itu niatnya untuk tujuan menikah, atau bahkan hanya dilakukan untuk mengisi kekosongan hati saja. Dan bahkan yang lebih parah lagi diantara mereka ada yang dengan bebas dan mudahnya untuk bergonta- gaanti pasangan dengan alasan belum menemukan pasangan yang cocok dan lain sebagainya.

Bahkan sering kali kita jumpai di dalam suaotu hun-bungan pacaran ada kedekatan yang mereka anggap sah- sah saja. Kemesraan yang mereka annggap khalal dan suatu kepedulian yang terlalu berlebihan. Rasa cinta yang melebihi apapun. Dan hal ini tidak bisa di pungkiri terkadang di dalam sebuah hubungan pacaran terjadi sesuatu yang lebih intim. Meskipuun tidak semua orang yang berpacaran melakukan hal seperti ini.

Dalam islam pacaran sendiri sangat dikharamkan bahkan hal itu di perkuat oleh Inu Qayin yang mengatakan bahwa hubungsn intim tanpa adanya suatu perniakhan hukumnya kharam dan hal itu dapat merusak cinta

Nah itu lah perbedaan antara ta’arufan dengan pacaran, proses ta’arufan begitu sangat menjaga kesucian suatu hubungan diatas nialai agama. Demi menjaga kehormatan diri dan juga menjaga kehormatan calon pendaming hidup kita.

Dua insane yang saling mengenal merupakan sebuah anugrah yang telah Allah berikan pada setiap hambanya. Dari dia muncul rasa bahagia, saling berbagi dan rasa dihargai. Di dalam islam sering di sebut dengan Istilah ta’aruf adalah saling mengenal. Ta’aruf ini bisa terjadi kapan saja atau dengan tiba-tiba hadir di hadapan kita. Tanpa di duga- duga. Ta’arufan bisa dimuali lewat pertemuan yang tanpa di sengaja ataupun dengan di sengaja. Mulai hanya dari sekedar tersenyum, saling sapa, dan bahkan ada yang saling telah jatuh cinta. Beratu ataupun beribu- ribu orang yang ada di sekitar kita dapat mengenal satu sama lain.

Bahkan Allah pernah berfirman “ wahai manusia sesungguhnya kami telah mneciptakan kamu dari seorang laki- laki dan seorang wanita dan kami  menjadikanmu berbangsa- bangsa dan bersuku- suku, supaya kalian saling mengenal”

Mungkin kebanyakan dari kalian, jika telah mendengarkan kata ta’aruf maka yang muncul di benak kalian adalah suatu hal yang menuju ke jenjang pernikahan. Memang kali ini saya akan membahas tentang hal itu. Tapi sebenarnya ta’aruf bukanlah hanya proses untuk menuju kejenjang yang lebih serius seperti menuju ke hal pernikahan. Namun kita saling saudara, dan juga berteman semua itu merupakan bentuk interaksi sesame manusia, ini juga dapat kita artikan sebagai ta’aruf.

Lain halnya jika kita membahas ta’aruf untuk menuju proses menjelang pernikahan. Mungkin saat ini anda yang sedang menanti hadirnya seseorang, atau yang lebih tepat nya bisa di sebut sebagai pendamping hidup. Kali ini kita membicarakan tentang ta’arufan ya, bukan tentang pacaran. Kalau pacaran kita bukannya menunggu seseorang yang akan menjadi pendamping hidup tapi melainkan menunggu mangsa yang siap hatinya untuk kita sakiti (hhe bercanda).

Sudah sewajarnya jika seseorang yang sedang menantikan seseorang melalui proses ta’arufan pastinya akan berbeda rasa dan maknanya jika di bandingkan dengan seseorang yang menantikan pasangan hidupnya dengan didahului dengan pacaran. sebelum membahas ta’aruf terlalu jauh, mungkin ada sebuah pertanyaan dibenak anda.

Apa sih ta’aruf itu?

Ta’aruf artinya mengenal. Baik mulai dari mengenalkan diri ataupun berkenalan dengan orang lain. Ya yang pada intinya proses interaksi antara dua orang atau lebih yang didasari dengan maksud dan dengan tujuan tertentu.

Mungkin sampai disini  telah ada sedikit yang mengerti apa arti Ta’aruf, pertayaan selanjutnya, apa sih  yang kalian pikirkan tentang ta’arufan cinta? Mungkinkah hal ituah menjadi sumber kebahagian? Mungkin hal itu bisa di katakana iya dan atau mungkin juga bisa di katakana tidak. Sebenarnya ta’aruf bukan lahh satu- satunya cara untuk mendapatkan sebuah kebahagiaan dari sebuah pernikahan. Melainkan ta’aruf adalah salah satu cara, dari sekian banyak cara yang telah Allah beriakan dan cara yang telah Nabi ajarkan kepada kita. Tetapi masih banyak orang yang belum mengerti maksud dan tujuan ta’aruf ini, sehingga muncul berbagai pendapat mengenai ta’aruf.

Setelah kita memahami arti dari ta’aruf di atas, mari kita bandingkan ta’arufdengan pacaran yang telah umum dilakukan di kalangan masyarakat.

Sebagian dari kita ada yang beanggapan bahwa ta’aruf dan pacaran itu suatu hal yang sama. Sehingga muncul persangkaan bahwa pacaran itu wajar dan hal itu sah- sah saja. Bahkan ada juga yang berfikiran bahwa ta’aruftak ada bedanya dengan pacaran. Hanya istilahnya aja yang berbeda. Kalau menurut pendapat saya hal itu sangatlah tidak benar. Karena antara ta’aruf dan pacaran sendiri keduanya memiliki perbedaan yang jauh, yaitu perbedaan yang terdapat pada cara, tujuan, dan pada manfaatnya.

Di dalam hal berteman kalian saling menyapa, ingin lebih dekat, bahkan tanpa adanya batas. Namun beda halnya dengan ta’aruf, ada suatu keindahan, dan kesucian di dalamnya yang akan menyapa.

ta’aruf merupakan proses perkenalan yang bertujuan untuk menciptakan dan menyempurnakan syariat agama yaitu dengan pernikahan. Bukan hanya sekedar ingin kenal, atau bahkan hanya untuk coba- coba saja. ta’aruf lebih dari semua itu. ta’arufan menjadi sangat indah dan mulia, karena orang yang melakukan ta’arufan mempunyai niat yang suci. (segala sesuatu itu tergantung pada niatnya). Seseorang akan mendapatkan apa yang telah di niatkannya. Namun jika kita belum memperolehnya, bukan Allah tidak ingin memberikannya pada kita, namun Allah ingin menguji kesabaran kita, dan Allah mengetahui segala hal yang baik untuk kita.

Di awali dengan niat yang baik tentunya harus di kerjakan dengan cara yang baik pula. Misalnya, kita ingin sedekah namun dengan cara yang tidak baik yaitu dengan cara mengambil barang orang lain.

Sama hal nya dengan pernikahan. Lebih mengutamakan yang baik dengan cara yang baik pula itu semua merupakan keharusan yang sudah sewajarnya kita lakukan. Pacaran yang sering kali kita lihat, yang mungkin kita juga pernah mengalami. Meskipun itu niatnya untuk tujuan menikah, atau bahkan hanya dilakukan untuk mengisi kekosongan hati saja. Dan bahkan yang lebih parah lagi diantara mereka ada yang dengan bebas dan mudahnya untuk bergonta- gaanti pasangan dengan alasan belum menemukan pasangan yang cocok dan lain sebagainya.

Bahkan sering kali kita jumpai di dalam suaotu hun-bungan pacaran ada kedekatan yang mereka anggap sah- sah saja. Kemesraan yang mereka annggap khalal dan suatu kepedulian yang terlalu berlebihan. Rasa cinta yang melebihi apapun. Dan hal ini tidak bisa di pungkiri terkadang di dalam sebuah hubungan pacaran terjadi sesuatu yang lebih intim. Meskipuun tidak semua orang yang berpacaran melakukan hal seperti ini.

Dalam islam pacaran sendiri sangat dikharamkan bahkan hal itu di perkuat oleh Inu Qayin yang mengatakan bahwa hubungsn intim tanpa adanya suatu perniakhan hukumnya kharam dan hal itu dapat merusak cinta

Nah itu lah perbedaan antara ta’arufan dengan pacaran, proses ta’arufan begitu sangat menjaga kesucian suatu hubungan diatas nialai agama. Demi menjaga kehormatan diri dan juga menjaga kehormatan calon pendaming hidup kita.

Gravatar Image
. Menurut kebanyakan orang yang belum mengenal saya, mereka menilai saya orang yang pendiam. pada kenyataanya saya adalah orang yang cukup cerewet.

Leave a Reply