Cara Asik Menghadapi Orang Sinis yang Bikin Risih

7 Cara Asyik Menghadapi Orang Sinis Yang Bikin Risih

Posted on

Ketika berhubungan dengan orang-orang yang ada di sekitar kita. Ada saatnya kita akan bertemu dengan orang yang pikirannya berbeda-beda, ada yang diam, misterius, cerewet, susah ditebak, dan lain-lain. Tidak peduli suasana saat itu seperti apa, orang yang bersikap sinis baginya hari-hari selalu diselimuti dengan suasana kalbu. Hal ini diakibatkan dari sikap sinisnya yang selalu merusak jiwa dan pikirannya. Orang yang sinis biasanya sibuk dengan mengeluh. Lebay, suka membuat masalah yang tidak perlu dipermasalahkan. Hobinya orang yang sinis adalah mencela orang lain dan mencari-cari kesalahan orang lain. Selain itu, dia juga hobi senang mengatur dan ikut campur urusan orang lain. Dia juga senang bergosip tentang kejelekan orang lain sampai emosi dan mau menang sendiri. Dan yang paling khas dari sikap orang sinis adalah jutek.

Memang, berhubungan dengan orang sinis  seperti itu tidak akan mudah. Namun, kita tetap harus bisa berbuat sesuatu. Orang yang memiliki jiwa sinis itu sebenarnya tidak sulit untuk dikenali. Mereka yang jiwanya sinis cenderung tidak ingin terbuka dengan orang lain dan tidak ingin mengumbar informasi tentang diri mereka. Selain itu, mereka adalah tipe orang yang paling pesimis di dunia. Mereka selalu membayangkan hal-hal buruk sebelum bertindak yang menjadikan mereka jadi tidak percaya diri dan akhirnya mereka jadi pribadi yang sensitif dengan hal baru. Misalnya, ketika kita bercanda tentang orang-orang yang gagal dalam ujian, ia akan  menganggapnya sebagai sindiran karena kebetulan dia juga gagal dalam ujian.

Lalu, apa yang harus kita lakukan untuk menghadapi orang-orang yang memiliki jiwa sinis? Berikut ini adalah beberapa cara asyik yang bisa dipraktekan untuk menghadapinya.

  1. Mengurangi Kontak

Bagi kita yang bukan pemilik jiwa sinis, tidak baik jika terlalu sering berhubungan dengan orang yang berjiwa sinis. Karena, orang yang berjiwa sinis bisa meracuni pikiran kita. Meskipun kita merasa sangat nyaman dan positif, tetaplah mengurangi kontak dengan orang seperti itu. Perlu kita tahu, bahwa pikiran yang sinis dapat merusak kesehatan. Orang yang memiliki jiwa sinis lebih rentan mengalami depresi, stres bahkan penyakit jantung.

Jadi, jangan mau jika dijadikan korban bad mood orang lain. Bentengi diri kita dengan pendirian sebagai kuncina. Jika memang kebetulan orang tersebut dekat dengan kita. Maka, yang harus kita lakukan adalah mencari kegiatan lain yang jauh kaitannya dengan orang tersebut. Sehingga hal itu bisa dijadikan alasan untuk menjauh.

  1. Hati-Hati dalam Komunikasi

Sesuai dengan ciri khas orang yang memiliki jiwa sinis adalah suka mengatur dan ikut campur urusan orang lain, orang berjiwa sinis akan berusaha untuk mengatur kita dan mengajari apa yang harus kita lakukan. Dia lebih suka mengatur hidup orang lain daripada mengatur hidupnya sendiri. Jadi, jangan terlalu cepat percaya dengan komentar dan  ucapannya, terutama tetang yang berkaitan dengan hidup kita. Untuk menghadapinya, kita hanya perlu mendengarkan lalu menanggapinya sedikit saja dengan  hati-hati karena dia sangat sensitif. Jangan diam saja, karena dia akan menganggap kita mendengarkannya dan mengagnggap semua ucapanya benar.

  1. Jangan Pura-Pura Menerima Sikapnya

Jangan berpura-pura menerima dirinya dan perilakunya yang sinis, karena akan bisa menjebak kita. Kita harus bisa mengingatkan dan menunjukkan bahwa sikapnya tidak benar. Jika kita menginginkan yang terbaik baginya, maka kita harus tetap bisa menasehatinya. Kita tunjukkan padanya bahwa sikap sinis itu tidak baik. Kita hanya mengurangi kontak dengannya, bukan malah kita sama sekali tidak ada kontak dengannya.

  1. Jangan Anggap Masalahnya Sebagai Masalahmu

Bersikap empati memang baik, kita akan senantiasa merasa empati ketika mendengar keluhan orang lain seperti kerabat, teman, keluarga dan lain-lain. Namun, beda jika rasanya jika berhubungan dengan orang yang berjiwa sinis. Sikap empati malah bisa membahayakan kita. Jika kita tahu jiwanya negatif, maka itu bukan saatnya menunjukkan empati. Orang yang berjiwa sinis memiliki kelebihan yaitu ahli merangkai kata-kata dan  mengubah cerita untuk mendapatkan empati. Untuk apa kita berempati dengannya, justru dia hanya akan meracuni pikiran kita.

  1. Alihkan Topik Pembicaraan

Jika ditengah pembicaraan kita merasa kalau percakapan ini akan berlanjut pada hal yang negatif, maka kita harus bisa mengalihkan topik lain dalam pembicaraan. Tentunya, tetap dengan cara cantik dan halus agar lawan bicara kita tidak menyadarinya.

  1. Bicarakan Solusi Bukan Masalah

Ada saatnya, saat kita menghadapi orang yang memiliki jiwa sinis, mengalihkan topik dalam pembicaraan bukanlah pilihan tepat. Jika memang kita memiliki niat untuk membantunya menyelesaikan masalah yang dia keluhkan, maka fokuskan pembicaraan pada solusi untuk menyelesaikan masalahnya. Tentu saja kita harus mencari waktu yang tepat untuk berbicara.

  1. Menjauh

Dan pasti ada cara terakhir disaat kita memang harus mengabaikan dan meninggalkannya. Jika kita selalu gagal menjadikannya pribadi yang positif, maka menjauh adalah pilihan terakhir. Namun, jika orang itu adalah keluarga atau kerabat kita, maka tidak mungkin jika dijauhi. Jadi, cukup dengan mengurangi kontak dengan mereka.

Nah, jika orang seperti itu ada di sekitar kita dan mungkin kini dekat dengan kita, maka inilah saatnya membuktian bahwa pribadi yang sinis itu tidak baik.

Gravatar Image
Orang yang tidak pernah menyangka dirinya bisa masuk jurusan multimedia di sebuah SMK. Karena itu bukan tujuan saya selanjutnya setelah lulus SMP. SMA adalah tujuan selanjutnya, tapi SMK akan menjadi sekolah terakhir saya. Dan saya yakin kesuksesan seseorang itu didapat dari kerja keras dan do'anya. SMA atau SMK bukanlah masalah. Tiada hasil yang mengkhianati usahanya.

Leave a Reply