burung angsa

Filosofi Burung Angsa Dalam Kehidupan

Posted on

Angsa adalah burung air yang memiliki ukurang yang cukup besar. Tak seperti elang, angsa ini hidup berkawan. Tidur bareng, mandi bareng, dan mencari makan bareng. Jika di tinjau dari dunia sosiologis angsa lebih di cirikan sebagai masyarakat kolektif. Kita tidak pernah menyadari keberadaannya karena semua ini berlalu secara alami. Padahal angsa telah mengajarkan kita banyak hal tentang kekompakan, pertemanan, kebersamaan dan arti tata tertib. Berikut beberapa pelajaran yang dapat kita ambil dari angsa.

angsa melambangkan sebuah cinta
angsa melambangkan sebuah cinta
  1. Pada musim dingin para angsa berpindah tempat ke selatan, dann pada musim panas ia kembali ketempat asalnya di Utara. serta lihatlah formasi yang para angsa bentuk saat ia sedang terbang di angkasa. Para angsa membentuk formasi dengan huruf ‘V’. semua itu bukanlah tanpa alasan, para fisikawan telah menjelaskan bahwa tingkat resistensi terhadap agin akan menjadi lebih rendah, jika mereka membentuk formasi seperti itu akan lebih bermanfaat bagi para angsa guna untuk memacu kecepatannya. Di bandingkan jika ia terbang sendiri.
  1. Apabila ada anggotanya yang sedang sakit, atau sayapnya sedang kelelahan, lalu tertinggal atau keluar dari formasi, maka aka nada angsa lain yang menolongnya dan mengepitnya untuk tetap terbang dalam formasi huruf ‘V’ yang lebih kecil. dukungan social seperti ini sangatlah penting. Untuk menjaga kekompakan dan menjaga kelangsungan  hidup, supaya yang lemah atau yang sakit tidak terjatuh. Mereaka berangkat bersama, terbang bersama, hingga sampai tepat tujuannya pun juga harus bersama.
  1. Hal lain yang tak kalah penting adalah, setiap angsa mereka saling bergantian dalam hal mengambil alih komando. Misalnya, jika si angsa A kelahan atau sakit maka si angsa B akan menggantikannya. Tidak ada rasa tamak untuk menjadi komandan di kelompoknya. Juga tidak ada yang ingin mengambil kekuasaan. Seakan- akan mereka bertindak bagaikan imam dan makmum yang saling menjaga kerukunan mereka. Beginilah yang seharusnya di lakukan dalam sebuah tim, kelompok dalam membawa dan untuk menuju kesuksesan.

Untuk menjadi komando ini bukan hanya di peruntukan bagi angsa jantan saja namun angsa betina pun juga memiliki kesempatan untuk menjadi komando. Tidak ada istilah jika angsa jantan harus di depan menjadi komando, dan angsa betina harus di belakang. Namun mereka berbagi tugas, terbang bersama, berbagi ruang, dan luang sama rata untuk menuju tujuan yang sama.

Burung Angsa dan Lambang Cinta.

Taukah anda, gambar yang di gunakan sebagai lambang pernikahan  selain sepasang cincin dan sepasang burung merpati ? ya, itu adalah gambar angsa yang saling berhadapan dan menyatukan bibir mereka dengan leher yang membentukkan lambang cinta. Mungkin di benak anda pernah terlintas sebuah pertanyaan, mengapa burung angsa di gunakan sebagai lambang cinta? Alasan karna burung angsa ini di gunakan sebagai lambang cinta, meskipun  tak sepopuler burung merpati, karena ia adalah termasuk hewan monogamy. Keunikan burung angsa ini adalah ia akan hanya mencintai pasangannya saja. Ia bereproduksi untuk dapat menghasilkan keturunan hanya dnegan pasangan hidupnya saja.

Makna filosofi dari formasi huruf ‘V’ saat Para angsa terbang.

  • Fakta bahwa saat setiap angsa mengepakkan sayapnya, hal itu akan memberikan daya dukungan pada burung yang sedang berada di belakangnya. Hal ini dalam terjadi karena angsa yang terbang di belakang tidak perlu susah payah untuk dapat menembus dinding- dinding udara yang ada di Dengan cara terbang formasi huruf ‘V’ dapat terbang dengan mudah jika di bandingkan dengan terbang sendirian.

Pelajarann yang daopat di ambil dari hal di atas adalah orang- orang yang bergerak dalam tujuan dan arah yang sama dan saling membagi komitmen satu sama lain, hal ini akan lebih mudah dan lebih cepat untuk mencapai tujuannya. Ini dapat terjadi karena mereka dapat menjalaninya dengan saling tolong menolong, saling mendukung satu sama lain.

  • Fakta bahwa burung angsa terbang keluar dari vormasi rombongannya, ia akan merasakan berat untuk terbang sendirian, jika sudah seperti itu ia akan cepat kembali ke formasi undtuk mendapatkan keuntungan dari daya dukung yang ia peroleh dari burung yang berada di depannya. Sehingga ia akan merasa lebih ringan dan mudah untuk terbang.

Pelajaran yang dapat kita ambil dari angsa adalah, kita memiliki logika alami seperti yang dimiliki oleh seekor angsa. Kita akan bersama formasi dengan mereka yang berada di depan. Saling menguntungkan. Kita akan menerima bantuan dan akan memberikan bantuan pada yang lainnya. Lebih sulit jika kita melakukan sesuatu hal dengan sendderian di bandingkan jika melakukan segala hal secara bersama- sama.

  • Fakta bahwa burung angsa yang memimpin di depan menjadi mudah lelah dari pada angsa- angsa lin yang menjadi pasukan di belakang. ia akan terbang memutar ke belakang formaski, dan angsa lainlah yang akan menggantikan posisinya.

Nah, pelajaran yang dapat kita ambil berikutnya adalah, masuk akal  jika mau melakukan suatu tugas yang sulit dan di kerjakan secara bersamaan dan memimpinnya dengan bersama- sama. Seperti angsa, manusia yang saling bergantung satu dengan yang lainnya dalam hal kehidupan, kemampuan, kapasitas dalam sumber daya lainnya.

Betapa indahnya jika hidup kita, jika kit adapt menirukan kehidupan dari seekor angsa, sayang nya manusia lebih senang dengan gaya hidup yang individualistic, seperti seekor kepiting yang hidupnya penuh dengan persaingan dan saling menjatuhkan satu sama lain. Kepiting tidak memiliki kecerdasan social yang saling menguntungkan. Mereka tidak mampu melakukan kerjasama yang baik.

Gravatar Image
. Menurut kebanyakan orang yang belum mengenal saya, mereka menilai saya orang yang pendiam. pada kenyataanya saya adalah orang yang cukup cerewet.

Leave a Reply