Cara Menghilangkan Prasangka Buruk

7 Cara Menghilangkan Prasangka Buruk Terhadap Orang Lain

Posted on

Berprasangka buruk terhadap orang lain itu tidak baik dan memang membahayakan. Kebiasaan seperti ini dalam islam biasa disebut dengan istilah su’udzon. Jika hal ini serig dilakukan hingga menjadi kebiasaan, maka akan membuat diri dan hati seseorang menjadi sering dengki terhadap orang lain. Selain itu, akibat lainnya adalah akan membuat orang lain menjadi tidak suka dengan sikap orang seperti itu. Kemudian kata-kata kasar keluar hingga menciptakan perkelahian hebat dan hubunganpun hancur. Hingga pada akhirnya jatuh sakit dan stres.

Bagaimana dengan kamu, apakah kamu pernah mengalaminya juga? Memang, kebanyakan orang dari sekitar kita pernah mamiliki pikiran negatif yang seperti itu. Dengan demikian itu, pikiran negatif terhadap orang lain harus dihilangkan dan seharusnya kita lebih baik banyak menanam pikiran positif. Inilah beberapa cara untuk menghilangkan prasangka buruk terhadap orang lain.

  1. Ingat dan Lihat Kebaikannya di Masa Lalu

Cobalah ingat-ingat kebaikan temanmu di masa lalu, pasti ada banyak. Kalau kamu sering berpikiran negatif terhadap temanmu hanya karena dia sering ngomong dengan nada tinggi, belum tentu sikap seperti itu  menandakan dia benci dengan kamu. Justru sikap seperti itu mungkin adalah tanda pedulinya terhadap kamu. Dia ingin menegaskan agar kamu sadar dan tidak berbuat salah lagi. Ingatlah kebaikannya di masa lalu, maka tidak akan ada pikiran negatif yang melintas dipikiranmu.

  1. Kurangi Interaksi dengan Orang yang Suka Bergosip

 

Sebenarnya, tidak menutup kemungkinan alasan awal kenapa kamu mudah berpikir negatif itu karena ikut-ikutan orang-orang yang ada di sekitar kamu. Mereka juga memiliki piiran sama seperti kamu yaitu suka berpikir negatif terhadap orang lain. Misalnya, kamu bergosip dengan mereka tentang aib orang lain. Kalau di sekitar kamu memang ada orang yang seperti itu, lebih baik mulai sekarang kamu mengurangi interaksi dengan mereka. Tapi, bukan berarti kamu tidak berhubungan dengan mereka. Kalau perlu, kamu mengajak mereka untuk berubah lebih baik. Namun, jika kamu tidak berani atau belum kuat, lebih baik melatih diri terlebih dahulu. Kalau mental sudah kuat, maka silahkan kamu pengaruhi mereka yang baik dengan caramu.

  1. Jangan Berprasangka Tapi Klarifikasi Dulu

Sebenarnya, jalan untuk menghilangkan prasangka buruk bukan hanya melalui prasangka baik. Ada jalan lain yang bisa dijadikan alternatif untuk menghilangkan prasangka buruk, yaitu mengklarifikasi. Untuk apa kamu berprasangka yang tidak-tidak terhadap orang lain, kalau kamu sendiri bisa mendapatkan informasi yang lebih jelas dan real faktanya dengan cara klarifikasi? Selama kamu bisa melakukannya, klarifikasilah. Apa yang ingin kamu tahu tentangnya, tanyakan langsung kepadanya. Jangan mengarang-ngarang jawaban hingga memunculkan prasangka. Entah yang akan muncul itu prasangka baik maupun prasangka buruk. Di sini kamu yang harus pandai ngomong.

  1. Tak Perlu Khawatir Orang Lain Membencimu

Terkadang, perasaan khawatir selalu muncul tiba-tiba. Kamu suka khawatir jika orang lain menghina dan membicarakanmu dari belakang. Jika seperti ini, ada saatnya kamu harus cuek, dan ada saatna juga kamu harus peduli. Maka dari itu, sebelumnya kamu harus cari tahu permasalahnnya. Mungkin kamu pernah melakukan hal buruk yang membuat mereka tidak suka padamu, maka diposisi ini kamu memang harus khawatir karena ini sebagian dari kesalahanmu juga dan harus diperbaiki. Tapi, kalau sebelumnya kamu tidak merasa berbuat salah, dan entah mengapa mereka tidak menyukaimu, maka kamu boleh mengacuhkannya. Tidak perlu khawatir dengan hinaan mereka terhadapmu.

  1. Coba Pikir, Apakah Penting Kamu Memikirkan Hal Itu?

Sebelimnya mungkin kamu sibuk dengan pikiran negatif kamu. Kamu harus memikirkan dulu, apa pentingnya kamu memikirkan hal itu? Apakah jia kamu tidak peduli dengan hal itu, cita-cita dan tujuanmu akan terhambat? Apakah akan mendapat pahala jika kamu mengurusi hal itu? Apakah kamu punya solusi untuk menyelesaikan masalah itu? Kalau memang tidak ada kepentingan untukmu, maka tidak perlu diurusi. Kalau bisa ditunda, mending pilih masalah lain yang lebih penting. Kewajibanmu masih banyak kan?

  1. Berprasangka Buruk Hukumnya Dosa

Yang namanya dosa jangan dilakukan, karena sudah jelas konsekuensi jika dilakukan adalah siksa neraka. Kalau tidak ada kepentingan untuk berikir negatif atau berprasangka buruk terhadap orang lain, untuk apa? Percuma juga dilakukan ujungnya itu haram hukumnya. Jadi dosa dan jangan dilakukan. Maka dari itu, berdo’a saja pada Allah.

  1. Beyangkan Jika Besok Dia Meninggal

Kalau kamu membanyanagkan dia besok meninggal, apakah kamu masih tetap berprasangka buruk terhadapnya? Kasus su’udzon itu terkadang bukan ditujukan pada orang yang tidak terlalu dekat saja atau bahkan yang tidak dikenal, Justru malah ditujukan pada orang-orang yang sangat dekat hubungannya. Misalnya seperti, tetangga, teman, sahabat, saudara, teman kerja dan lain-lain. Maka, tidak jarang jika terkadang ada rasa menyesal karena telah berprasangka buruk kepada orang tersebut setelah orang itu meninggal. Dan rasa menyesal malah tidak muncul saat orang tersebut masih hidup.

Mulai sekarang berprasangkalah baik terhadap orang lain, jangan mudah terpengaruh terhadap omongan atau gosip dari orang sekitar. Jika kamu bisa, maka klarifikasilah terlebih dahulu. Jangan sampai kamu menyesal nantinya, lebih baik diantisipasi dari sekarang. Karena sesungguhnya, Allah itu mengikuti prasangka hamba-Nya.

Gravatar Image
Orang yang tidak pernah menyangka dirinya bisa masuk jurusan multimedia di sebuah SMK. Karena itu bukan tujuan saya selanjutnya setelah lulus SMP. SMA adalah tujuan selanjutnya, tapi SMK akan menjadi sekolah terakhir saya. Dan saya yakin kesuksesan seseorang itu didapat dari kerja keras dan do'anya. SMA atau SMK bukanlah masalah. Tiada hasil yang mengkhianati usahanya.

Leave a Reply