Jangan Bilang Kamu Suka Fotografi Kalau Belum Tahu Street Photography!
Jangan Bilang Kamu Suka Fotografi Kalau Belum Tahu Street Photography!

Jangan Bilang Kamu Suka Fotografi Kalau Belum Tahu Street Photography!

Posted on

Hai guys!! di zaman yang modern ini sudah berbagai genre foto yang populer di dalam masyarakat, namun salah satu yang sering di post di berbagai media sosial yaitu street photography. Sudah banyak orang yang mempunyai ketertarikan akan street photography, bahkan ini menjadi topik yang sering dibicarakan di berbagai workshop. Lalu apa sih sebenarnya street photography itu? dan bagaimana kamu bisa membuat foto yang unik dan selalu diingat orang lain di antara bermacam – macam foto street yang sudah beredar di dunia maya?

Mungkin untuk sebagian fotografer, street photography dikerjakan dengan merekam atau memotret secara diam – diam (candid). Sementara itu sebagian dari fotografer malah meminta orang asing untuk berpose. Genre ini tidak ada aturan bakunya, justru ini merupakan bentuk seni yang bisa diinterprestasikan sesuai dengan caranya masing – masing.

Hal ini juga pernah dibicarakan oleh seorang fotografer yang bernama Yuliandi Kusuma bahwa memotret itu merupakan perihal where (di mana), how (bagaiman), dan when (kapan). Akan tetapi street photography itu yaitu tentang “where”.

Apabila dikategorikan semisal yang di atas, berarti pada bentuknya yang paling dasar, street photography ini dikerjakan di area publik. Mulai dari kafe, pasar, jalanan, terminal ataupun stasiun.

Street photography  ini bukanlah penemuan yang baru. Usianya sama seperti fotografer itu sendiri. Fotografer yang bernama Michael Ernest Sweet pernah menuliskan bahwa Eugene Atget dapat disebut sebagai bapak dari fotografi di genre ini. Pada tahun 1890-1920 seorang pionir foto dokumenter yang merekam jalanan Paris ini, saat itu foto – fotonya tidak selalu memasukan manusia sebagai salah satu dari objek fotonya. Foto – foto ini sekarang dipakai sebagai titik referensi historis untuk perubahan wajah transportasi, fashion, dan dunia pada umumnya.

Henri Cartier-Bresson yang memasukkan objek manusia pada fotonya telah menjadi perkembangan dari seni street photography yang paling populer dari abad ke- 20. Ia sering mengamati tingkah laku manusia dan menangkap adegan – adegan pada momen yang menentukan atau bisa disebut juga dengan decisive moment yang pada akhirnya menjadi acuan umum fotografi sampai sekarang.

Constantine Manos yang selalu memperhatikan situasi menarik sebelum memotret ini sering  mengambil momen yang melibatkan manusia dan momen yang dibawakannya juga diaplikasikan ke dalam karya – karyanya. Atau Robert Frank yang foto – fotonya bergayakan candid. Lain lagi dengan yang satu ini yaitu Vivian Maier, ia memotret seseorang dengan mendekati objeknya dan ia dengan sengaja menarik perhatiannya secara non- verbal.

Genre fotografi ini pun terus menerus berkembang dan dikreasikan oleh beberapa fotografer dengan ciri khasnya masing – masing. Misalnya saja William Eggleston, dengan menampilkan paduan warna yang menarik ia menjadikannya sebagai sebuah karya bewarna  di dalam memotret street. Tidak hanya terpaku pada street photography yang berwarna hitam-putih saja.

Jangan Bilang Kamu Suka Fotografi Kalau Belum Tahu Street Photography!
Jangan Bilang Kamu Suka Fotografi Kalau Belum Tahu Street Photography!

Lain lagi dengan fotografer asal New York yang bernama Bruce Gilden ini mempunyai karya foto street yang cukup kontroversial. Ia memotret objeknya dengan jarak yang sangat dekat dan juga ia menodongkan flash dan kameranya ke arah orang yang kebetulan berpapasan dengannya. Ia terus mengembangkan pemotretannya dengan gaya intrusif sehingga ia terkenal dengan gayanya ini. pendekatan yang dekat dan menyalakan flash yang dikerjakan oleh Gilden ini memerlukan mental baja, sabab objek pasti akan mengetahui keberadaan sang fotografer, dan akan cenderung menjadi agresif sebab merasa terganggu.

Sebaliknya, fotografer yang berasal dari Inggris yang bernama Nils Jorgensen ini menggunakan gaya yang gak terlalu konfrontatif dan memotret dengan elemen komedi yang begitu kuat.

Lalu menurut kamu bagaimana sih street photography yang sebenarnya? Bukanlah jadi persoalan, candid atau tidaknya, dengan atau tanpa manusia yang menjadi objeknya. Kamu bisa mengkreasikannya dalam bentuk apapun bagaimana pun pendekatannya. Yang menjadi persoalannya yaitu bagaimana supaya foto itu bukan menjadi sekedarnya. Dengan perangkat sederhana apapun, dengan objek di jalanan, banyak sekali orang yang bisa memotret. Memang kalau dilihat itu sangat mudah, namun jika kamu tidak serius dengan hal ini maka foto kamu tidak akan menarik perhatian lantaran sudah banyak foto street yang beredar di dunia maya.

Gravatar Image
Saya adalah pemuda sederhana yang berharap suatu keajaiban datang padaku. Seperti kepompong yang berubah menjadi kupu - kupu yang cantik.

Leave a Reply