Ali Mustika Sari Saat Umroh 2016
Ali Mustika Sari Saat Umroh 2016

Ali Mustika Sari – Anak Desa Yang Ingin Selalu Berkarya di Dunia Nyata maupun Maya

Posted on

Menjadi anak desa bukan berarti tidak punya impian ataupun cita cita. Namun anak desa juga berhak untuk jadi orang yang mulia baik dunia maupun akhirat. Saya berasal dari keluarga yang kurang mampu dalam hal finansial. Kondisi ekonomi yang kekurangan membuat orang tua harus bekerja keras bahkan sampai jadi seorang TKI puluhan tahun untuk mengubah ekonomi dalam rumah tangga. Meskipun bapak seorang kuli, ibu sebagai seorang petani, namun ada harapan yang besar dari mereka anaknya kelak menjadi orang yang bisa bermanfaat
dan sukses dunia akhirat.

Pola kerja keras dan kerja cerdas yang sudah di tanamkan orang tua kepada saya sejak kecil sebagai salah satu acuan untuk menuju cita cita yang saya impikan. Di saat anak seumuran saya, menikmati fasilitas yang lebih, kesenangan yang tak terbatas dan keinginan yang selalu di penuhi orang tuanya. Saya dituntut untuk menjadi anak yang mandiri, cerdas dan berpendidikan. Menghilangkan sedikit kenangan di masa kecil untuk menggapai sesuatu yang besar di saat sudah dewasa. Alhamdulillah Allah telah mengabulkan semua doa orang tua di
kala saya masih muda. Menjadi anak muda yang memiliki bekal agama yang cukup serta keduniaan yang kecukupan disaat usia belia. Semua itu Allah yang paring dan berkat ridho dan
doa orang tua serta perjuangan, doa dan kesemangatan anak desa yang ingin merubah hidupnya agar menjadi orang yang mulia di dunia dan akhirat.

Saya tidak pernah menyangka bisa sampai seperti ini, namun sebagai anak desa saya ingin selalu bisa berkarya di dunia nyata secara riil serta dalam dunia maya yang selalu berbagi informasi dan motivasi. Kalau saya sekarang berhenti dan egois tidak mau menghasilkan karya lagi, artinya saya sudah tidak menghargai perjuangan orang tua yang menaruh harapan yang besar kepada anaknya. Berkarya tidak harus menunggu kaya, pintar, fasilitas lengkap, ataupun ingin dipuji orang lain terhadap semua hasil karya yang telah kita ciptakan. Namun
berkarya harus berusaha iklas apa yang telah diciptakan dan bisa memberikan manfaat bagi dirinya sendiri ataupun orang lain.

Jangan memandang orang dari penampilan fisiknya ataupun hartanya, namun pandanglah dari segi ahlaqul karimah dan kefahaman ilmu yang telah dipelajarinya. Semua orang pasti punya kekurangan dan kelemahan, termasuk diri saya sendiri. Sehingga setiap hari menjadi lebih baik dan minimal bisa manfaat bagi diri sendiri dan umumnya untuk orang lain. Sikap dan perilaku positif yang kita lakukan dalam memandang dunia ini akan memberikan efek positif pula pada kehidupan sehari hari kita.

Bagi teman teman anak desa, mari terus berkarya dan kita tunjukan pada dunia bahwa anak desa mampu turut andil dalam menghasilkan karya yang luar biasa bagi bangsa Indonesia. Berpikir positif agar mendapat impian yang maksimal. Jangan banyak mengeluh dan mudah putus asa, namun ambil hikmah yang baik dari semua kejadian yang telah menimpa pada kita. Jangan hanya berdiam diri dan menunggu takdir Allah Swt yang di berikan pada kita namun Ayo jemput takdir kita ubah jadi yang lebih baik untuk masa depan kita.

Salam
Ali Mustika Sari – Anak Desa Rejeki Kota

Gravatar Image
Pemuda desa yang ingin berkarya untuk diri sendiri, keluarga, agama dan negara. Memulai dari yang kecil dan selalu bermimpi untuk bisa sukses dunia dan akhirat. Salam dari Anak Desa Rejeki kota

Leave a Reply