Apakah Kamu Merindukanku, Seperti Aku Merindukanmu?

Posted on

Sesibuk apapun kamu, aku selalu berharap kita tidak saling diam. Karena kita sama sama tau bahwa kita saling merindukan, tetapi apakah benar kamu merindukanku? Layaknya aku merindukanmu? Jarak yang tak mampu ku tempuh telah datang bersama kepergiannya ragamu untuk kebahagiaan kita, aku sering sekali bertanya apa yang sedang kamu lakukan disana? Dan aku disini hanya bisa mengkhayal dan memikirkanmu, sesekali ku coba untuk melonggarkan hatiku, dengan berteriak bahwa aku sangat merindukanmu.

apakah kamu merindukanku, layaknya aku merindukanmu?
apakah kamu merindukanku, layaknya aku merindukanmu?

Aku masih ingat semua kenangan yang pernah kita lakukan bersama, bahkan semuanya masih membekas jelas dalam ingatanku. Terlalu banyak kenangan indah yang kau ciptakan untukku, sampai sampai aku tak tau apakah aku sanggup untuk melupakan semua ini? Kurasa sia-sia jika harus dilupakan, tetapi dadaku mulai sesak mengingatnya, air mataku mulai menuruni pipiku. Tapi, ketika aku tersadar bahwa kamu sudah tak tersisa lagi untukku, sering kali aku berpikir masihkah kamu merindukanku? Layaknya aku sekarang yang sedang merindukanmu.

Aku rindu saat kau pegang erat tanganku lalu kau peluk hanggat tubuhku

Benar-benar ku rindukan kehangatan tubuhmu saat kau memelukku, kau buatku melayang dengan rasa nyaman yang kau ciptakan hanya untukku. Indahnya tanganmu yang mampu menentramkan jiwaku, kau sambut tanganku dengan tanganmu, kau salurkan kata hatimu melalui tanganmu, seakan akan kamu mengatakan bahwa aku selalu ada untukmu. Disinilah aku merasa percaya diri, aku merasa berani akan semua masalah yang merintangi hidupku selama ini, aku percaya kamu akan membantuku, menopang lemahnya tubuhku, dan menjadikanku semakin kuat. Aku rindu akan hal ini, selalu aku bertanya pada diriku, bisakah aku merasakan kenyamanan luar biasa seperti ini lagi?

Aku rindu matamu yang indah dan tatapanmu yang hangat tapi misterius

Kehangatan yang hadir dari tatapan matamu, membuatku semakin nyaman denganmu. Matamu yang indah akan memberi petunjuk padaku, layaknya matamu adalah kode kehidupanmu. Tapi adalah dayaku yang tak mampu menebak semua keindahan yang selalu kau berikan untukku. Aku tau jika kamu biasa saja, bahkan tak menarik sama sekali, tetapi entah karena apa kamu mampu membuatku penasaran.

Aku rindu cuekmu dan perhatianmu

Kamu bukan orang yang senang merayu, tak banyak bicara tapi lebih banyak melakukan dengan tindakan. Kamu cuek, tapi cuekmu itulah yang membuatku lebih dewasa, kamu mampu meluangkan waktumu hanya untuk mendengarkan ceritaku.

Aku rindu manjamu

Masih ingatkah kamu ketika kita menatap langit bersama? Kita saling merencanakan masa depan kita bersama, membayangkan seperti apa kita nanti. Dan bagaimana konyolnya kita yang baru merajut rumah tangga. Bagaimana anak-anak kita nanti, lalu seperti apa pesta pernikahan kita? Ya, semua telah kita pikirkan bersama sambil tertawa dan berpegangan tangan.

Apakah kamu juga merindukanku?

Seperti apakah kamu sekarang? Sedang apa kamu disana? Masih bisakah kamu bahagia tanpaku? Lalu masih bisakah kamu mengingat semua kenangan kita? Jarak yang membuatku pusing, yang selalu mengganggu tidur malamku. Hampir setiap waktu aku memikirkanmu, aku selalu bertanya pada diriku, apakah kamu bahagia? Atau apakah hanya aku yang merasakan ini? Aku benar-benar merindukanmu, hingga aku selalu berpikir, apa yang bisa aku lakukan untuk menghapus rindu ini. Sungguh hanya doa yang mampu menyejukan hatiku, kurasakan hangatnya hembusan napasmu melalui doa yang selalu kupanjatkan untukmu. Aku berharap doa mampu merajut semua kenangan kita kembali, mewujudkan semua mimpi yang telah kita rencanakan bersama.

Gravatar Image
Paling suka berimajinasi, hobinya membaca. Nggak suka terlalu serius, lebih suka yang pasti. Selalu berusaha agar bisa memberi mahkota untuk mama & abah nanti.

Leave a Reply