Tanda Bahwa Kamu Calon Menantu Idaman

Posted on

Untuk menjalin hubungan dengan seseorang berarti harus mengenalnya secara luar dalam. Belajar untuk menerima kekurangannya, memahami kebiasaan dan sudut pandang keunikannya, hingga menyalami kehidupannya yang jarang dia bagi dengan orang lain. Membangun hubungan dengan keluarga pasangan itu juga termasuk dalam proses ini.

menantu-idaman

Hingga pada akhirnya, hubungan itu bukan perkara dua kepala saja kan? Pastinya ada pihak yang lain, yang juga kita sayangi, kita cintai, yang ia juga terlibat di dalamnya. Apakah kamu sudah siap untuk membaur dengan keluarga pasanganmu? Sudahkah kamu pantas diri demi menjadi calon menantu yang baik? Sebelum kamu menjawah “Iya” coba deh, cek dulu di bawah ini.

Kamu bisa dikatakan calon menantu idaman jika kamu bisa menghargai keberadaan orang tuamu sendiri

Salah tanda kamu menjadi calon menantu idaman yang baik adalah bisa ditunjukkan saat kamu bisa menghargai kedua orang tuamu sendiri. Menghargai kedua orang tua sendiri aja belum bisa, apalagi menghargai kedua orang tua pasanganmu nanti?

Ketika kamu sudah benar-benar menghargai keberadaan kedua orang tua, mampu untuk mendengarkan kritikan dan masukan dari mereka dengan telinga terbuka, bisa menempatkan mereka sebagai sosok yang memang layak untuk dihormati, kemungkinan besar kamu juga bisa menempatkan calon mertuamu nanti di posisi yang sama.

Kamu harus bisa berselisih dengan orang tuamu tanpa bermusuhan

Kamu juga harus bisa menyadari bahwa orang tuamu juga manusia biasa yang bisa berbuat kesalahan. Mereka juga bisa mengeluarkan kata-kata yang membuatmu tersinggung, menyakiti hatimu, hingga menolak keputusan yang kamu rasa itu baik untuk masa depanmu. Perselisihan dengan orang tua memang sering terjadi.

Namun, kamu harus tahu. Berselisih juga tidak harus bermusuhan. Kamu bisa saja kesal, marah dan memendam sakit hati, tapi bukan berarti kamu harus membalasnya dengan kata-kata yang kasar. Kamu sudah cukup dewasa untuk menunjukkan control diri yang baik. Sesakit apapun itu, orang tua tetaplah orang yang layak untuk kita hormati.

Kamu sudah mengenal keluarga pasangan dan bersedia berusaha mengenalnya lebih dalam

Keluarga pasangan bagimu bukanlah bagian yang asing lagi dikehidupanmu. Kamu sudah dikenalkan ke mereka, bahkan beberapa kamu sudah bertemu dengan mereka orang-orang penting di hidup pasanganmu. Tidak hanya berhenti di situ, kamu juga harus bersedia untuk mengorbankan tenaga dan waktu demi mengenal mereka lebih dalam.

Kamu tidak takut kehilangan waktu main dengan teman demi mengikuti acara makan bersama dengan keluarga pasangan. Sesekali kamu juga berani merubah rutinitas yang biasanya kencan ke mall atau ke bioskop berganti ke rumah, demi kesempatan agar bisa bercengkerama dengan mereka. Kalau ada yang keberatan kamu nggak ribet buat ngebantunya.

Saat keluarga dan keluarga pasangan sedang kerepotan, kamu tidak keberatan untuk mengeluarkan tangan. Tapi bukan untuk cari muka

Keluarga juga membutuhkan kerja sama tinggi diantara para anggotanya. Ketika salah satu keluarga mengalami kesulitan, anggota keluarga yang lainnya juga sigap untuk membantunya tanpa dimintai. Ketika ada acara keluarga yang membutuhkan bantuan dari seluruh keluarga, keluarga juga harus harus berfungsi dengan baik akan bahu membahu meringankan beban.

Seorang calon menantu idaman yang baik menyadari fungsi penting keluarga. Kamu sudah terbiasa membatu kerepotan keluargamu semenjak kamu masih lajang, bagimu kerepotan mereka juga kerepotanmu. Begitu pun saat kamu berada ditengah keluarga pasangan.

Kamu luwes membawa diri dan mampu membaur dengan keluarga pasangan

Bagaimanapun, keluarga pasangan sangat asing bagimu setelah berpuluhan tahun kamu hidup. Wajar jika masih ada rasa canggung dan rasa rikuh saat berhadapan dengan mereka. Kita juga harus mampu membedakan kebiasaan yang kita anggap remeh.

Salah satu tandanya kamu sudah siap untuk menjadi calon menantu idaman yang baik adalah ketika kamu sudah mampu mengakali perbedaan tersebut dengan bijak. Walaupun kebiasaan keluargamu dengan keluarganya berbeda, kamu sudah tidak canggung lagi untuk masuk dan berbaur dengan keluarganya. Kamu mampu membawa diri dengan baik agar bisa diterima, tanpa harus kamu kehilangan jati diri yang sesungguhnya.

Kamu juga harus pandai menjaga penampilan

Tanpa dipungkiri, penampilan fisik itu tetaplah penting. Orang yang baru pertama kali kamu temui dengan tidak langsung menilai karakter dari sifat dan watak, apa yang kamu tampilkan akan menjadi modal awal penilaian. Hal yang sama juga berlaku di tengah keluarga dan teman-temanmu. Mereka juga belum mengenalmu secara personal, maka dari itu mereka juga akan menilaimu dari fisik yang kamu tunjukkan. Maka dari itu, menjaga penampilan fisik juga perlu. Bukan hanya untuk kamu. Penampilan yang menarik dan terawatt juga akan menguntungkan untuk pasangamu.

Ketika ada masalah dengan pasangan, kamu bisa menghadapinya dengan dewasa

Ketika kamu dan pasangan sedang ada masalah, kamu bisa menghapinya dengan dewasa. Kalian bisa duduk berdua, membicarakan masalah yang mengganjal hubungan kalian secara baik-baik. Tidak perlu ada drama di dunia nyata maupun di social media. Tidak perlu juga untuk menyalahkan orang lain yang tidak ada sangkut pautnya dengan hubungan kalian.

Kemampuan untuk menyelesaikan masalah secara dewasa akan bermanfaat bagi kehidupan hubungan kalian nanti. Ketika kamu dan pasangan sudah menjajaki hubungan ke arah yang lebih serius, kemampuan menyelesaikan masalah dengan baik akan membuat hubungan menjadi lebih aman. Membicarakan masalah dengan baik juga memudahkan akan untuk mendapatkan jalan keluar.

Kamu bisa kompromi, menurunkan ego demi mencapai tujuan bersama

Menjadi seorang calon idaman yang baik untuk keluarga pasangan melibatkan proses belajar menurunkan ego. Karena ketika kamu sudah memutuskan berkomitmen serius dengan seseorang, secara tidak langsung kamu juga harus berkompromi dengan keinginan orang-orang yang ada disekitarnya.

Perwujudan menurunkan ini bisa terlihat dari perilakumu sehari-sehari. Misalnya, ketika kamu dan pasangan mu ingin makan yang hangat. Kamu ingin makan mie ayam tapi pasanganmu ingin makan bakso. Jika kamu menuruti egomu, kamu akan memaksa pasanganmu untuk makan bakso. Dan kamu sadar bahwa tujuan kalian adalah makanan hangat. Untuk saat ini kamu mengalah, mengikuti makan bakso pun tidak masalah, selagi masih hangat.

Itulah baru kompromi dengan pasangan. Nanti, ketika kamu sudah terlibat lebih jauh dalam keluarganya akan lebih banyak lagi kompromi yang harus kamu lakukan. Seorang menantu idaman yang baik adalah dia yang rela menurunkan ego pribadi demi mencapai tujuan bersama yang bisa membahagiakan semua pihak.

Gravatar Image
Saya memiliki imajinasi yang cukup tinggi dan saya memiliki cita-cita untuk menjadi pengusaha muda. Selain itu saya juga memiliki keinginan untuk memberikan yang terbaik untuk ayah dan ibu.

Leave a Reply