6 Alasan Harus Berhenti Nanya Kapan Nikah! Kecuali Jika kamu Mau Bayarin Biaya Resepsinya~

Posted on

Mungkin anda sebagian dari orang yang terus ditanya kapan nikah? Yah, mungkin pertanyaan yang seperi ini sangatlah tidak enak di dengar, apalagi kalo kamu sudah usia nikah tapi kamu tidak nikah-nikah. Dan apakah kamu termasuk orang yang suka memperbincangkan orang lain semacam ini? Khususnya, mengurusi  jodoh mereka? Kalau dipikir-pikir, apa sih untungnya?

kalau udah waktunya pasti akan nikah juga ko!
kalau udah waktunya pasti akan nikah juga ko!

Oke, dari pada kamu terus bertanya-tanya, bukankah lebih baik mendoakannya saja bukan? Toh kamu nggak dapat apa-apa kalau terus-menerus bertanya tentang jodoh orang lain. Inilah 6 alasan kenapa mulia sekarang kamu harus kurang-kurangin ngurusin jodoh orang lain:

  1. Berhenti menguri hidup orang lain

Suatu hal yang harus kamu ingat, bahwa setiap orang itu memiliki masalah dan fase cobaan yang berbeda-beda. Semua orang mau tak mau akan merayakn ‘dark age’ dalam hidupnya. Karena tak pernah ada manusia yang sempurna di dunia ini, tak ada satu orang pun yang hidupnya akan lurus-lurus saja. Seperti halnya jika kita ditinggal orangtua kita dan harus membantu adik-adiknya melanjutkan hidup. Karena satu dan lain hal lainnya, mereka pun tak fokus mencari jodoh. Kalau kamu yang mengalaminya sendiri, yakin masih mau bingung soal jodoh?

  1. Karena kamu bukan tuhan, jadi kamu tidak tahu kapan waktu yang tepat untuk mampu menciptakan, bukan kamu yang menentukan kapan

Jodoh itu kehendak Tuhan dan sudah ada jaminan jodoh tak akan tertukar. Kadang, jodoh tak dapat dikejar, seingin apapun kita memilikinya. Dan sebaliknya ketika merasa belum siap dan belum mau sekalipun, jodoh bisa datang ketika Tuhan sudah menuliskannya. Tuhan yang paham kapan waktu yang tepat, dan tolong jangan sampai mendahului kehendak-Nya.

  1. Karena prioritas orang itu berbeda-beda

Menikah ataupun mengusahakan jodoh adalah tentang prioritas saja. Setiap orang memiliki prioritas masing-masing, yang seringnya tak sama dengan prioritas yang lain. Bisa jadi karir bukan prioritasmu, namun menikah yang jadi nomor satu.

  1. Setiap orang punya hal pribadi yang sedang dia upayakan sendiri

Sama halnya dengan prioritas, setiap orang pun mempunyai mimpinya masing-masing. Itu artinya sesuatu yang diupayakan satu orang dan yang lain pun berbeda. Kamu boleh jadi memikirkan jodoh sepanjang waktu, tapi belum tentu orang lain melakukan hal yang sama ini. Memang target dalam hidup bukan Cuma soal jodoh saja kan? Ada banyak hal yang lain juga butuh fokus, seperti halnya karur atau mimpi untuk membangun usahanya sendiri.

  1. Jodoh dan nikah itu perkara hati

Kamu sedang berurusan dengan hati dan perasaan seseorang. Sekalipun dia sahabatmu, kamu tak sepenuhnya tahu trauma apa saja yang mungkin dia hadapi. Tentang berapa kali hubungannya yang selalu gagal atau berapa kali dia tersakiti oleh laki-laki yang ia cintai. Karena kalau masalah hati itu pastinya sensitive.

  1. Mungkin mereka yang sekarang sudah bertemu jodohnya belum tentu mereka hidup bahagia

Termasuk mereka yang sudah menikah sekalipun, tak ada jaminan kebahagiaan abadi pada kehidupan berumah tangga. Bagaimana kalau dia yang sering kamu tanya tentang jodohnya ini masih merasa sangat nyaman dengan kesendiriannya? Bagaimana kalau dipaksakan punya pasangan sekarang, malah akan menyebabkan sakit hati datang? Jika kamu sudah merasa bahagia karena sudah punya jodoh sekarang, cukup rasakan kebahagian itu sendiri, dan jangan paksa orang lain untuk meraakan kebahagian yang sama.

Incoming search terms:

  • waktunya nikah
Gravatar Image
Fitri Aulia Rahmah, itulah nama yang dikasih dari kedua orangtua saya. Hidup Adalah Pilihan! Seperti halnya memilih jurusan saat kita mau masuk sekolah, dengan pilihan yang kita pilih itu akan membawa kita ke dalam dunia yang sebenarnya atau dunia yang akan kita hadapi nantinya.

Leave a Reply