“The Floating Piers”
“The Floating Piers”

Yuk Coba Merasakan Sensasi Berjalan di Atas Air!

Posted on

Mungkin berjalan di daratan sudah terlalu sering kita lakukan bahkan setiap harinya. Tapi, di tangan seorang seniman yang bernama Christo Javacheff ini kita bisa merasakan sensasi berjalan di atas air.Yupps!! “The Floating Piers” merupakan judul dari proyek terbarunya yang sebenarnya itu adalah instalasi yang berupa jalan mengambang atau jembatan temporer berwarna kuning. Dengan dibuatnya instalasi itu mengubungkan dua pulau kecil di danau Iseo yang letaknya di Italia bagian Utara. Jembatan yang berwarna kuning-oranye ini membentang sepanjang tiga kilometer dan juga didesain bisa berubah warna sesuai dengan waktu dan cuacanya.

“The Floating Piers”
“The Floating Piers”

“karya ini semisal lukisan yang abstrak, yang mana bisa berubah sepanjang waktu”. Ujar Christo. “The Floating Piers” ini merupakan instalasi pertamanya sejak tahun 2005, saat ia dan Janne Claude, istri sekaligus pasangan kolaborasinya membuat instalasi gerbang yang berpanel di Central Park, New York. Instalasi ini juga merupakan instalasi pertamanya sejak istrinya meninggal pada tahun 2009.

“The Floating Piers” ini menawarkan pengalaman berjalan di dermaga apung yang terasa seperti berada di perahu ringan yang goyang, tanpa harus merasa khawatir akan gelombang yang datang tiba – tiba. Apabila ingin melintasinya, lebih baik untuk melepaskan alas kaki, dan juga tekstur kain nylon akan terasa di kaki. Di sana juga menyediakan penjaga pantai yang akan berjaga – jaga bila terjadi hal – hal yang tidak diinginkan.

Sensasi Berjalan di Atas Air
Sensasi Berjalan di Atas Air

“Saya tahu bahwa project ini sangatlah irasional dan tidak berguna”, ujar Christo. Dunia masih akan tetap hidup dengan tanpa adanya benda ini, dan juga tidak ada orang yang membutuhkannya selain istri saya dan saya. Ia selalu berkata bahwa “sesuatu itu ada karena kami suka untuk memilikinya, bila orang lain menyukainya juga, berarti itu hanyalah bonus”, ujar seniman berusia 81 tahun itu.

Tidak hanya bagian dermaga itu sendiri, bagian fisik dari proyek ini juga terdapat danau, pegunungan, matahari, angin dan hujan yang menyenangkan untuk dialami. Instalasi ini juga terbuat dari 220.000 kubus polyethylene dan ditutupi dengan kain yang tahan air. Christo pun dengan sengaja tidak memasang pagar pengaman di sepanjang sisi jalannya yang mana nanti justru akan membuat si pengunjung berjalan di tepi – tepinya. “ketika ada pembatas, perasaan menyenangkan berjalan di atas air pun akan hilang”, ujarnya.

Gravatar Image
Saya adalah pemuda sederhana yang berharap suatu keajaiban datang padaku. Seperti kepompong yang berubah menjadi kupu - kupu yang cantik.

Leave a Reply