Rumus Bergaul, Kenali yang Tulus dan Hanya Bermuka Dua

Posted on

Pergaulan jaman sekarang, kita pasti menemukan berbagai macam orang dengan sifat yang berbeda-beda. Ada yang dari awal terkesan tidak mengenakkan, lalu kita menghindar. Ada juga yang dari awal sangat ramah, sehingga banyak orang yang ingin berteman dengannya. Tapi, meski kesan pertama orang memandang itulah yang paling membekas. Tidak semua sifat awal orang ketika bergaul terlihat benar semua. Hati manusia adalah hal yang paling misterius di dunia ini. Bagaimana kita menilai orang-orang di sekitar kita. Kita bisa membedakannya dan menilai sendiri kiranya mana yang hanya perlu dijadikan teman biasa, teman curhat, sahabat dekat, bahkan pasangan. Manakah yang perlu dikenal sekedarnya atau lebih jauh. Tidak hanya ilmu agama, ilmu bergaul juga pentingsupaya kita tidak salah memilih teman yang akhirnya hanya akan meninggalkan kita. Pasti di sekitar kita banak orang yang tampak baik pada awalnya, tapi ini sangat penting untuk diketahui mereka yang benar-benar tulus atau hanya bermuka dua.

Kebaikan seseorang yang dekat denganmu saat ini memang patut diapresiasi, tapi kamu belummelihat niat dibalik sikapnya tidak ada yang tahu. Kamu perlu waspada dengan ketulusannya. Berbuat baik kepada orang lain memang seharusnya dilakukan sebagai tindakan yang patut mendapat pujian. Tapi, tidak semua orang benar-benar memiliki niat yang tulus. Kita memang tidak boleh berburuk sangka, tapi setidaknya perlu waspada karena nyatanya banyak orang yang berbaik hati dengan mengharap balasan. Mereka mungkin tidak mengatakan secqara terus terang, tapi suatu saat mengungkit kebaikan yang telah dia lakukan padamu seakan-akan kita membalasnya. Wajar jika itu dilakukan sekali atau dua kali mngkin memang kita tidak begitu kenal. Tapi, jika itu taman kita yang kita temi setiap hari, kita harus menjaga pergaulan. Tidak cukup dengan pujian namun tindakan.

Lalu, bagaimana yang sering mamberikan saran dan memuji dengan kata-kata sanjungannya yang sepertinya tidak keluar dari hati yang tulus. Terlihat sedikit memendam iri dan dengki. Orang yang bermuka dua biasanya juga senang memuji, mulai dari hal sepele darimu yang mungkin tidak perlu pujian. Bedakan pujian dari temanmu yang benar-benar memujimu dengan tulus apa adanya bukan pujian yang akhirnya mengkritik dan merendahkanmu. Ini masalah yang cukup serius.

Tidak perlu berteman dengan semua orang kalu itu palsu, bertahan saja dengan yang asli dan tulus masih banyak kok. Dia yang berpegang teguh dengan omongannya itulah yang tulus. Dia yang selalu berusaha memenuhi janji dan bertanggung jawab dengan perkataannya. Hal-hal seperti ini sudah umum di dunia pergaulan. Yang terpenting tetap jadi diri sendiri dan konsisten dengan perkataan.

Gravatar Image

Orang yang tidak pernah menyangka dirinya bisa masuk jurusan multimedia di sebuah SMK. Karena itu bukan tujuan saya selanjutnya setelah lulus SMP. SMA adalah tujuan selanjutnya, tapi SMK akan menjadi sekolah terakhir saya. Dan saya yakin kesuksesan seseorang itu didapat dari kerja keras dan do’anya. SMA atau SMK bukanlah masalah. Tiada hasil yang mengkhianati usahanya.

Leave a Reply