Tak Perlu Iri dengan Orang Lain yang Hidupnya Tampak Sempurna

Posted on

Sesuai dengan fakta yang ada, kita sering sekali mudah merasa iri. Melihat teman kita sering posting foto-foto sedang travelling di social media. Dengan keadaan mereka seperti itu lantas kita pernah merasa iri karena melihat hidup mereka serasa sempurna. Melihat teman kita yang sama-sama cantik dan tampan serasa pasngan muda yang memiliki masa depan cerah, masing-masing berasal dari keluarga kaya dan memiliki karier cemerlang. Di saat yang sama, kita pernah merasa hidup ini tidak ada yang membanggakan. Lantas momen reunian dengan teman lama bagaikan hal yang paling menakutkan.

Kita pasti pernah mendambakan hidup sempurna sama dengan orang lain yang sering kita lihat. Di sinilah kita mulai membanding-bandingkan hidup sendiri dengan orang lain yang jauh lebih sempurna. Di saat kita mulai berangan-angan dan berharap bisa menjadi orang hebat seperti mereka. Di saat itu juga kita boleh terinspirasi oleh hidup orang, tapi itu tidak boleh dijadikan alasan untuk terus-terusan membandingan hidup sendiri dengan orang lain.

Kita tidak pernah tahu sepenuhnya tentang hidup orang lain. Kita mungkin hanya tahu namanya, tapi tidak dengan riwayat hidupnya. Jangan terlalu mudah untuk menilai bahwa hidup mereka yang terlihat sempurna pasti lebih bahagia. Yang terlihat di mata kita belum tentu yang sebenarnya terjadi. Yang sering posting foto mesra di social media, belum tentu mereka tidak pernah bertengkar. Yang senang travelling sampai membuat kita iri, belum tentu tidak pernah mengalami stress. Yang punya karier cemerlang dan kaya, belum tentu punya nyali untuk mencoba usaha. Yang selalu tertawa dan terlihat bahagia, belum tentu hatinya tidak pernah terluka. Kita tidak bisa melihat kehidupan orang lain yang sebenarnya. Jadi, sia-sia bila kita terus membandingkan diri dengan mereka.

Terlihat kekurangan tapi selalu merasa cukup itu lebih bahagia daripada terlihat kaya tapi selalu merasa kurang. Yang bergelimang harta belum tentu hidupnya lebih bahagia daripada yang biasa-biasa saja. Dan yang biasa-biasa saja belum tentu juga hidupnya lebih mengenaskan daripada yang bergelimang harta.

Setiap orang punya masalah hidup sendiri dan pasti berbeda antra satu dengan yang lain. Kesulitan yang mungkin kita hadapi saat ini, belum tentu orang lain bisa menelesaikannya. Kamu terlalu sibuk untuk meratapi nasib, padahal sebenarnya kamu hebat dalam menghadapi masalah. Garis hidupmu tidak selalu lurus, sedangkan orang yang kamu anggap hebat belum tentu mampu mengatasi masalahnya sendiri. Jadi,jangan sulit dengan keadaanmu sekarang. Setiap orang punya masalah sendiri.

Membandingkan hidup sendiri dengan orang lain tidak akan mengubah hidupmu lebih baik. Justru jika kamu terus minder bisa mengikis habis rasa percaya dirimu. Cobalah bersyukur atas apapun yang kamu miliki saat ini. Sesekali tengoklah ke bawah agar kamu bisa bersyukur. Fokus saja pada dirimu sendiri, tetap menjadi dirimu sendiri dan jangan dengarkan orang-orang di sekitarmu. Jalur hidup setiap orang itu beda.

 

Incoming search terms:

  • bolehkah kita metstapi nasib kita dan iri kepada yg kaya
  • jangan iri dengan kehidupan orang lain
  • kenapa hidup orang lain terlihat bahagia
  • kenapa orang yang iri dengan kita ko hidupnya terlihat lebih bahagia
  • mengapa harus iri dengan hidup orang lain
  • merasa iri dengan hidup lain
  • orang yang ngetertawain belum tentu hidupnya bahagia
  • tak perlu iri dengan mereka yang hidup kaya dan serba tercukupi
Gravatar Image
Orang yang tidak pernah menyangka dirinya bisa masuk jurusan multimedia di sebuah SMK. Karena itu bukan tujuan saya selanjutnya setelah lulus SMP. SMA adalah tujuan selanjutnya, tapi SMK akan menjadi sekolah terakhir saya. Dan saya yakin kesuksesan seseorang itu didapat dari kerja keras dan do'anya. SMA atau SMK bukanlah masalah. Tiada hasil yang mengkhianati usahanya.

Leave a Reply