kejar-kejaran
Masa kecil yang mungkin tak pernah terlupakan

Hai Masa Kecilku? Kini Ku Mulai Merindukanmu.

Posted on

Teruntuk masa kecilku di sana, kamu tahu betapa ku merindu kepadamu. Karena dirimulah yang membuat bagian masa kecilku menjadi begitu indah. Sebuah kenangan yang hingga sekarang dan mungkin nanti akan tetap kurindukan. Kamu adalah waktu dimana aku tak mengerti arti luka di hati, waktu dimana akau bernyanyi bersama teman-temanku, waktu dimana aku dan teman tak saling acuh karena memiliki mainan baru.

hujan
Hujan yang penuh dengan kenangan dan genangan

Kamu adalah bagian dari masa kecilku yang indah. Saat dimana aku tak menginginkan perpisahan dengan teman, mendapat teman nakal. Yang kuinginkan adalah hujan deras datang lalu berenag dikolam yang penuh dengan ikan, lalu matahari kembali menyapa untuk mengeringkan tubuh yang basah ini. Agar mama tak marah ketika aku pulang ke rumah karena tubuh ini sudah terlalu kotor dan membuat mama khawatir sehingga memarahiku untuk tak bermain saat hujan datang. Kamu adalah saat dimana logika ini tak perlu diandalkan.

Mungkin memang ada masa dimana aku tak benar-benar mengingat detil dirimu. Yang akau tahu, waktu itu hanya ada canda tawa bersama teman, keluarga, dan tetanggamu dan juga tangisan dan rengekan karena tak kunjung dibelikan mainan baru oleh papa. Waktu dimana imajinasiku terus berlanjut ketika mama memberiku buku dan pensil ynag waktu itu aku gambarkan coretan-coretan tak jelas dan membuat mama tertawa lepas. Dan aku tertawa ketika membayangkan hal ini, bagaimana bila aku mengulanginya dengan mama ketika sekarang dia hanya bisa menungguku sukses, akankah dia tertawa lepas seperti waktu itu? Oh, i hope so.

Aku memang sering mengingatnya dan seakan membuatku seperti orang gila yang  tertawa sendiri, karena memang saat kecil adalah waktu yang sangat kurindukan. Karena waktu itu aku tak takut untuk menangis di depan papa dan mama jika ada teman yang menyakitiku. Aku tidak perlu berpura-pura menyembunyikan rasa sakitnya. Menangis akan kugunakan sebagi senjata untuk mendapatkan perhatian mama dan papa. Aku benar-benar ingin kembali kepadamu selamanya.

Dan ketika kecil untuk mencari kebahagian sangatlah sederhana. Karena aku hanya perlu menyalakan televisi rumah dan melihat kartun-kartun lucu yang membuatku tertawa. Saat dimana aku dan teman-teman bermain petak umpet, dan permainan yang seakan tak pernah ada lagi. Saat dimana aku berlari di tengah derasnya hujan yang mengguyur lapangan dekat rumah, bukannya meneduh tapi malah mendekat pada hujan. Hal-hal kecil inilah yang seakan membuatku bersyukur dan bahagia dengan senyuman dan tawa yang tulus.

Yang aku benci ketika aku kecil adalah ketika aku pulang larut malam karena bermain bersama teman padahal itu juga sebagian yang membuatku senag dan bahagia. Dan siangpun aku tak diizinkan untuk bermain tapi aku tetap nekat untuk bermain dan akhirnya papa dan mama memarahiku lalu tak mengizinkanku keluar rumah. Dari sinilah aku bingung dengan pemikiran orang dewasa, karena kesenangan yang sangat mudah didapatkan itu malah dilarang.

Bersamamu semua terasa bahagia dan sederhana tidak seperti sekarang ketika dewasa terkadang ada ambisi yang tidak terlepas untuk bersandiwara. Karena di masa kecil semua terjadi apa adanya tak pernah ada sandiwara dalam keseharian hidup.

Sungguh bagaimana aku meluapkan kerinduanku ini kepadamu. Jujur aku lelah dengan sikapku yang di masa dewasa sekarang ini aku ingin berhenti di masa kecilku disana.

Gravatar Image

Saya hanyalah perempuan BIASA yang jauh dari kata SEMPURNA, tapi saya tidak akan membuat hidup saya menjadi biasa-biasa saja yang jauh dari kata sempurna. Saya akan membuat perjalanan hidup saya menjadi LUAR BIASA dan menjadikannya terlihat SEMPURNA.

Leave a Reply