Ayah Adalah Sosok Teristimewah dalam Hidupku

Posted on

Entah darimana aku harus memulainya. Terlalu banyak kata yang akan aku ucapkan. Tidak ada satu pun yang dapat menjelaskan ini semua, betapa bahagianya aku di pertemukan denganmu.

Aku tidak mengerti seberapa lebar tawamu, ketika aku muncul di dunia. Aku pun tidak mengerti apa kata pertama yang kamu ucapkan ketika melihat wajah kecilku. Aku tidak mengerti bagaimana perasaanmu ketika pertama kali menggendongku. Senang? Bahagia? Terharu? Atau bahkan takut? Aku yakin rasa itu mungkin bercampur menjadi satu.

ayah
Ayah adalah Sosok yang teristimewah

Namun yang jelas, kamu adalah laki-laki yang pertama masuk dalam kehidupanku. Pria yang merawatku, membesarkanku dan mendidikku. Pria yang rela bangun di waktu tengah malam untuk menggantikan ibu. Menenangkanku yang tidak bisa menahan rasa lapar dalam kegelapan.

Kau memastikan agar aku tidak terjatuh, dan meskipun jika itu terjadi, kau pula yang megusap luka-luka itu agar cepat hilang. Kau menyakinkanku agar tetap selalu ada di sisiku, kedua tanganmu menangkapku, melindungi dan menjaga dari apapun. Jari besarmu ku genggam ketika aku tak lagi ingin di gendong. Ke arahmu langkah kaki ini menuju.

Tidak dapat diukur rasa kekecewaan dan kesedihan yang menyergap hatimu ketika aku mulai dewasa dan berontak menjadi anak nakal. Aku tak lagi ingin bermain denganmu, tak lagi mendengarkan laranganmu, bahkan aku sering kali menjawab pertanyaanmu dengan perkataan yang tak patut. Aku lebih memilih menghabiskan waktu bermain dengan teman-teman, hingga taka da waktu yang tersisa untuk bersamamu.

Waktu pun perlahan-lahan akan mengikis kekuatanmu, menggerogoti otot kekarmu, membengkokkan punggungmu yang gagah. Kau tak pernah berkata apapun kepadaku. Aku hanya melihat rambut putih dan guratan alam yang ada pada wajahmu.

Di setiap kepulanganku, kau selalu tersenyum. Aku mengira semuanya baik-baik saja, bahwa suatu hari nanti aku bisa bangga mempertemukan anakku dengan laki-laki yang hebat dalam hidupku, yaitu Ayah.

Ternyata takdir tidak menyetujui rencanaku. Ia menganggap bahwa tugasmu sudah selesai, engkau berhasil mendidikku, membesarkanku menjadi seorang yang pintar, berkarakter dan berguna bagi orang lain. Tapi bagiku itu belum cukup untuk membahagiakanmu.

Apakah karena aku telah menyia-nyiakan waktu, sehingga takdir pun juga tak ingin memberi waktu agar bisa bermasanya? Apakah begitu besar cinta tuhan kepadamu hingga kau dipanggil lebih cepat? Apakah cintaku tidak cukup besar untuk mempertahankanmu sedikit lama?

Tidak ada lagi kata yang aku ucapkan, tak hanya air mata yang aku keluarkan. Maafkan aku yah, tak bisa memberikan banyak, tidak ada yang berharga untuk membayar, untuk membalas semua yang telah kamu berikan kepadaku.

Hanya janji yang bisa aku ucapkan. Warisanmu takkan ku hentikan. Semuanya yang telah ayah berikan kepadaku, akan aku teruskan, akan aku bagikan kepada anak dan cucuku nanti. Aku akan mengatakan pada mereka, bahwa dalam hidupku pernah singgah laki-laki yang hebat, yaitu, Ayah.

Gravatar Image
Saya memiliki imajinasi yang cukup tinggi dan saya memiliki cita-cita untuk menjadi pengusaha muda. Selain itu saya juga memiliki keinginan untuk memberikan yang terbaik untuk ayah dan ibu.

Leave a Reply