Lebih Mengenal Penyakit Hati Dalam Ajaran Islam

Posted on

Di dalam islam kita senantiasa selalu diajarkan untuk berbuat kebaikan, selalu di latih untuk selalu berbuat baik, seperti belajar untuk sabar, ikhlas, bersyukur dengan apa yang kita punya, serta menjauhi rasa iri dan dengki pada orang lain. Dan islam senantiasa selalu mengingatkan kita kalau ada sesuatu yang salah dari diri kita.

Menjaga Dari Penyakit Hati
Menjaga Dari Penyakit Hati

Namun bagaimana jika kita sudah berusaha untuk berbuat baik tetapi tetap saja ada yang salah dengan diri kita, mungkin saja kita harus intropeksi diri kita sendiri dahulu, jika masih saja berlanjut kita bisa meminta saran dari orang lain dalam menilai diri kita. Dari situlah kita akan mengerti apa saja kekurangan pada diri kita. Sebelum kita mengetahui kekurangan yang ada pada orang lain. Jangan sampai dalam hati kita terlanjur berkembang sebuah penyakit hati.

Terdapat banyak penyakit hati, namun dibawah ini termasuk yang paling sering kita temui, yaitu:

  • Hati kita lupa. Yaitu sering kali hati kita lupa pada allah di saat kita sedang maksiat atau berbuat kejelekan, yang seakan-akan tidak ada yang mengawasi kita, padahal allah itu maha melihat dan tau terhadap apapun yang kita kerjakan. Yang pada akhirnya kita sudah terbiasa untuk melakukannya, karena tidak ada rasa takut dan khawatir di saat kita mengerjakan kejelekan tersebut.
  • Hati yang selalu gelisah dan mengeluh. Yaitu tidak ada rasa syukur dan selalu menyalahkan keadaan yang ada, padahal kita mengerti selalu ada hikmah di setiap cobaan yang ada. Tetapi kitalah yang tidak pernah bisa melihat sisi baik dari sebuah masalah yang ada. Dan selalu gelisah akan apa yang belum terjadi, padahal allah sudah merencanakan sesuatu yang terbaik untuk hambanya.
  • Putus asa. Kita yang akhirnya putus asa dalam menghadapi suatu masalah, padahal allah itu tidak akan memberi cobaan kepada suatu hamba kecuali cobaan itu bisa untuk dihadapinya. Cukup dengan rasa optimis kitalah yang dapat mengalahkannya.
  • Buta terhadap kebenaran. Yaitu di saat orang itu tidak mau menerima apa yang benar, dan selalu saja tetap pada pendiriannya yang padahal itu salah. Dan tidak mau menrima apapun pendapat dari orang lain.
  • Keras hati. Yang akhirnya orang itu akan susah untuk menerima saran dan kritikan dari orang lain, yang padahal itu harusnya sangat bermanfaat untuk orang itu.
  • Oleh karna itu kita perlu menghindarkan penyakit hati dari diri kita, kalau tidak maka kita akan terlanjur menjadi manusia yang berhati keras. Yaitu kurangnya kepekaan kita terhadap orang lain ataupun terhadap lingkungan sekitar.

Upaya yang dapat dilakukan agar kita mempunyai hati yang baik dapat dilakukan dengan cara-cara, seperti:

  1. Banyak membaca istigfar.
  2. Harus banyak berdzikir.
  3. Memperbanyak menderes al-quran.
  4. Berlatih untuk dapat sabar.
  5. Hobi (tidak bosan-bosan) untuk mendengarkan nasehat.
  6. Rajin bersodaqoh.
  7. Bergaul dengan orang-orang yang sholih, dan
  8. Memperbanyak doa untuk hati.

Maka mulai belajarlah untuk membiasakan hal-hal diatas agar bisa terhindar dari timbulnya penyakit di dalam hati kita. Sebab itu tentunya akan mengganggu kita sulit berinteraksi dengan lingkungan sekitar, sangat buruk bukan dampaknya? Itulah beberapa penjelasan yang dapat saya berikan, semoga bisa diambil manfaatnya.

Gravatar Image
Selalu tertarik akan sesuatu yang baru, Terobsesi untuk mengetahui perkembangan dunia, dan Selalu bercita-cita untuk sekses dengan usaha sendiri.

Leave a Reply