Kita Saling Tertawa, Tapi Tidak Lagi Berbagi Tawa

Posted on

Apakah kamu lupa ketika aku tertawa karena tawamu? Yah, mungkin semua orang pernah merasakan ini. Ketika mereka pernah bersama, mereka saling sayang, saling perhatian satu sama lain, saling mencintai, saling berharap, dan mereka saling berbagi tawa untuk pasangan mereka. Pasti semua orang ingin membahagiakan pasangan mereka, apalagi ketika kamu melihat pasanganmu tertawa karenamu, kamu pasti ikut tertawa kan? Selama apa hubungan yang kamu jalani, secantik atau setampan apa dia, jika tawa ataupun senyum tidak hadir diantara kalian berdua, sudah dipastikan hubunganmu terasa hambar, iya kan? Ibaratkan saja hubunganmu seperti sayur tanpa garam. Hubungan seperti itu gampang sekali terpisah, mungkin sekali tepuk saja hubungan itu sudah hancur berkeping-keping.

Kita saling tertawa, tapi tidak lagi berbagi tawa
Kita saling tertawa, tapi tidak lagi berbagi tawa

Tetapi, semua itu berbeda dengan alur hubungan yang satu ini, hubungan yang sulit untuk digoyahkan, hubungan yang sulit untuk dipatahkan. Mereka saling mencintai, mereka bahagia bersama, sedih bersama, dan jika ada masalah yang datang, mereka akan menyelesaikannya dengan bersama-sama. Mereka sangat kompak, semua orang pasti mengira bahwa mereka adalah salah satu pasangan yang hubungannya sudah pantas untuk diberi gelar “relationship goals”. Begitu bahagianya mereka sampai-sampai banyak orang yang iri dengan mereka. Tetapi, kenapa mereka bisa seperti ini? Kenapa mereka sudah lagi tidak berbagi tawa satu sama lain?

Mungkin Alloh berkehendak lain untuk mereka berdua, mungkin bagi Alloh mereka berdua tidak cocok. Lalu mereka bisa apa? Ketika hubungan yang mereka rajut selama ini tiba-tiba kandas, lalu seperti apa alur mereka selanjutnya? Padahal, mereka sudah merencanakan untuk hari esok, mereka sudah membangun pondasi hubungan yang menurut mereka kuat, yang tidak bisa diterpa badai. Tapi jika skenario Alloh tidak sejalan dengan pikiran mereka, Allohlah yang menentukan takdir hambanya, Alloh yang akan mengatur semuanya.

Mereka harus percaya bahwa skenario Alloh lebih indah daripada yang mereka pikirkan, mereka harus tau bahwa mereka sudah tidak ada lagi ikatan, mereka harus bersyukur atas skenario Alloh untuk mereka, semakin mereka bersyukur, semakin indah skenario untuk kehidupan mereka. Ingatlah bahwa mereka saling tertawa, walaupun mereka tidak lagi berbagi tawa.

Gravatar Image
Paling suka berimajinasi, hobinya membaca. Nggak suka terlalu serius, lebih suka yang pasti. Selalu berusaha agar bisa memberi mahkota untuk mama & abah nanti.

Leave a Reply