Berbagai Macam Shalat Sunnah
Berbagai Macam Shalat Sunnah

5 Macam Shalat Sunnah Yang Memiliki Banyak Keutamaan

Posted on

Shalat sunnah ialah shalat yang apabila dikerjakan mendapatkan pahala dan apabila ditinggalkan tidak mendapatkan dosa. Kita bisa melaksanakan berbagai macam shalat sunnah misalkan shalat dhuha, kita bisa melaksanakan setelah matahari muncul sekitar jam tujuh atau setengah delapan.

Kebanyakan orang memang lebih memilih mengerjakan lahan seperti mendengarkan musik, nge game dan yang lain. Ada juga yang mengerjakan shalat sunnah hanya di saat waktu luang saja. Tapi jika anda mengetahui keutamaan berbagai macam sholat sholat sunnah pasti anda akan mengerjakannya secara rutin. Jadi, sayang sekali loh jika anda tidak melaksanakan sholat sunnah. Selain shalat sunnah dhuha masih banyak lagi macam shalat sunnah, apa saja? Simak penjelasan artikel kami.

1. Shalat Sunnah Tahiyatul Masjid

Sholat tahiyatul masjid
Shalat Tahiyatul Masjid

Shalat tahiyatul masjid yaitu shalat yang dikerjakan pada saat awal masuk masjid. Tujuan adanya shalat tahiyatul masjid dikerjakan adalah untuk memberikan penghormatan terhadap masjid yang dianggap sebagai rumah Allah SWT. Syariat pada saat masuk masjid melakukan shalat sunnah ini merupakan pendapat Iman Asy-Syafi’i dan Ahmad bin Hambal yang telah dikuatkan oleh Ibnu Tamiyah, Ibnu Abaz dn Ibnu Al-Utsaimin rahimahumullah.

Macam shalat sunnah yang satu ini bisa anda lakukan kapan pun untuk anda yang sedang berada di masjid. Dan perlu anda ketahui, sebenarnya shalat tahiyatal masjid ini sangat baik apabila dikerjakan sebelum melaksanakan shalat berjamaah.

Tata Cara Shalat Sunnat Tahiyatul Masjid

Jika anda bertaya-tanya soal berapakah rakaat yang harus dikerjakan untuk sholat sunnah tahiyatul masjid maka jawabannya ialah cukup 2 rakaat saja. Pelaksanaan shalat ini sebenarnya sama saja dengan shalat sunnah yang lainnya, akan tetapi yang membedakan ialah lafadz niatnya. Lafat niat yang digunakan untuk melakukan shalat tahiyatul sajid biasanya “Ushalli sunnata tahiyyatal masjidi rak’ataini lillaahi ta’aala”. Adapun bacaan suratnya boleh surat panjang ataupun surat-suratan pendek.

2. Shalat Sunnah Hajat

Shalat Hajat
Shalat Hajat

Shalat hajat ialah shalat yang dikerjakan apabila kita memiliki maksud, tujuan, keperluan, dan sangat berharap bahwa apa yang kita inginkan dapat dikabulkan oleh Allah SWT. Macam shalat sunnah yang satu ini tidak hanya terbatas pada keinginan diri kita sendiri akan tetapi bisa juga untuk hubungan antar manusia. Dalam arti lain shalat hajat ialah salah satu cara termudah dan tercepat untuk mengadu kepada Allah SWT.

Untuk masalah waktu yang diperbolehkan untuk melaksanakan shalat hajat ialah boleh kapan saja, yang penting bukan waktu larangan. Misalnya saja melaksanakan shalat hajat setelah shalat subuh, hal tersebut juga diperbolehkan. Akan tetapi waktu yang paling utama untuk melaksanakan shalat hajat pada malam hari, di waktu sepertiga malam akhir.

Tata Cara Shalat Sunnah Hajat

Raka’at yang dikerjakan untuk shalat hajat ialah cukup 2 rakaat lalu salam. Atau boleh juga lebiih dari dua raka’at. Batas raka’at terbanyak ialah 12 rakaat. Lalu bagaimana cara mengerjakan shalat 12 raka’at tersebut? Jawabannya ialah dengan melaksanakan shalat dua raka’at salam sebanyak 6 kali lalu minta pada Allah apa hajat yang kita inginkan.

Perbedaan yang terletak antara shalat sunnah tahiyatul masjid dan shalat hajat ialah pada lafadz niatnya. Dengan membaca niat “Ushallii sunnatal haajati rak’aataini lillaahi ta’aala”.

Jika sudah membaca niat maka urutan do’a yang kita baca pada saat shalat hajat yaitu membaca do’a iftitah, al-fatihah, kemudian dilanjutkan dengan membaca surat al-ikhlas. Untuk rakaat kedua yaitu diawali membaca surat al-fatihah lalu dilanjutkan dengan membaca ayat kursi atau surat al-baqarah ayat 225. Jika sudah selesai shalat maka dianjurkan untuk membaca istighfar sebanyak 100 kali lalu dilanjutkan membaca shalawat nabi 100 kali setelah itu dilanjutkan dengan doa atau hajat yang kita minta.

3. Shalat Sunnah Dhuha

Shalat Dhuha
Shalat Dhuha

Shalat dhuha merupakan shalat sunat yang dikerjakan pada waktu dimana matahari terbit atau naik sekitar 7 hasta sampai terasa panas menjelang Dzuhur. Boleh dikerjakan mulai kurang lebih jam 7 akan tetapi lebih baiknya lagi apabila dikerjakan pada seperempat kedua hari atau sekitar pukul 9 pagi. Shalat dhuha ini boleh dikerjakan sendiri ataupun dikerjakan secara berjamaah.

Tata Cara Shalat Sunnah Dhuha

Macam shalat sunnah yang satu ini boleh dikerjakan 2 kali raka’at untuk satu kali salam, atau bisa juga dikerjakan dua raka’at salam sebanyak 6 kali, hingga berjumlah 12 raka’at.

Bagaimana tata urutan melaksanakan shalat dhuha? Pertama kali baca niat “Ushallii sunnatadh-dhuhaa rak’ataini lillaahi ta’aalaa“, setelah itu langsung takbir. Untuk rakaat pertama baca doa iftitah, surat al-fatihah, lalu membaca surat-suratan yang terdapat pada al-quran (surat yang dianjurkan yaitu surat asy-syam). Untuk raka’at ke dua membaca surat al-fatihah dilanjutkan dengan membaca surat-suratan, surat yang dianjurkan adalah surat al-lail.

Perbedaaan shalat sunnah dhuha dengan shalat sunnah yang lain ialah setelah melakukan shalat dhuha terdapat doa khusus yang memang harus dibaca.

4. Shalat Sunnah Tahajud

Shalat Tahajud
Shalat Tahajud

Shalat Tahajud merupakan satu macam shalat sunnah yang dikerjakan pada waktu malam hari dengan cara mengerjakan shalat satuan, yaitu 2 raka’at untuk satu kali salam. Shalat ini bisa anda kerjakan apabila anda sudah terbangun dari tidur dan  juga sudah mengerjakan shalat isya. Waktu yang diperbolehkan melaksanakan shalat tahajud ini ialah di awal malam hari, kira-kira jam setelah  shalat isya sampai sekitar pukul 10 malam, atau boleh juga mengerjakannya pada waktu tengah malam yaitu pukul 10 sampai jam 1 malam.  Akan tetapi waktu yang paling utama untuk mengerjakan shalat tahajud ialah pada waktu sepertiga malam sampai menjelang subuh, kurang lebih pukul 1 sampai pukul 3 (sepertiga malam yang akhir).

Tata Cara Shalat Sunnah Tahajud

Untuk tata cara shalat tahajud sama dengan shalat sunnah yang lainnya, yaitu batas minimalnya 2 rakaat salam. Untuk batas maximal rakaat tidak ada, karena shalat tahajud ini dilakukan sekuat kemampuannya. Perbedaan shalat sunnah tahajud dan macam shalat sunnah yang lainnya terletak pada bacaan niat shalat sunnah dan doa setelah salam. Bacaan niat nya yaitu “Ushallii sunnatat tahajjudi rak’ataini lillaahi ta’alaa.”Seteah salam disunahkan menambah bacaan wirid, tasbih, takbir, istigfar dan lainnya, baru dilanjutkan dengan do’a atau hajat yang diinginkan.

5. Shalat Sunnah Tasbih

Shalat Tasbih
Shalat Tasbih

Shalat tasbih merupakan shalat yang paling jarang didengarkan oleh kebanyakan umat muslim, hal ini dikarenakan hanya beberapa umat muslim yang faham akan adanya shalat sunnah yang satu ini. Kebanyakan umat muslim jika ditanya masalah shalat tasbih maka mereka akan menjawabnya tidak tahu, jadi tidak ada salahnya jika anda mengetahui lebih dalam perihal shalat sunnah tasbih ini.

Shalat tasbih ialah salah satu macam shalat sunnah salah dari berbagai macam shalat sunnah yang ada. Shalat tasbih ini memiliki keutamaannya sendiri. Salah satu tujuan shalat tasbih ini adalah untuk terdzikir dan bertasbih hanya untuk Allah penguasa seluruh alam. Sama seperti namanya yaitu shalat tasbih, dimana kita harus melakukan shalat sunnah yang diiringi dengan banyak bacaan tasbih.

Tata Cara Shalat Sunnah Tasbih

Memang shalat tasbih ini dianjurkan oleh Nabi Muhammad setiap malamnya, akan tetapi jika kita tidak mampu maka boleh melakukanbya seminggu seklai. namun jika kita tidak mampu kita bisa melakukannya seminggu sekali, jika seminggu sekali tidak mampu bisa dilakukan sebulan sekali, jika sebulan sekali tidak mampu maka setahun sekali, jika tidak mampu maka seumur hidup sekali.

Gimana sudah faham belum dengan 6 macam shalat sunnah dengan berbagai keutamaannya. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply