Ki Hajar Dewantara
Ki Hajar Dewantara

Biografi Bapak Pendidikan Indonesia Yang Harus Kalian Baca!!

Posted on

Ki Hajar Dewantara, terlahir dengan nama Raden Mas Soewardi Soeryaningrat. Ia terlahir sebagai orang yang dihormati yaitu keluarga bangsawan kraton Yogyakarta. Dan ketika usianya genap menajadi 40 tahun, Raden Mas Soewardi  Soeryaningrat mengubah namanya menjadi Ki Hajar Dewantara. Tujuan dia tidak menambahkan nama kebangsaannya dalam nama barunya agar dia dapat bebas untuk dekat dengan rakyat.

Mari kita simak pembahasan bapak pendidikan Ki Hajar Dewantara berikut!

Kiprah Perjuangan Ki Hajar Dewantara

Ki Hajar Dewantara
Ki Hajar Dewantara

Perjalanan hidup yang dilewati oleh Ki Hajar Dewantara benar-benar diwarnai dengan perjuangan dan pengabdian pada tanah air. Beliau pernah Sekolah Dasar di ELS (Sekolah Dasar Belanda) setelah meluluskan Sekolah Dasarnya beliau sempat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi yaitu sekolah di STOVIA (Sekolah Dokter Bumiputera) namun perjalanannya di STOVIA hanya berjalan beberapa saat dikarenakan dia mengalami sakit sehingga harus berhenti di tengah jalan.

Lalu beliau mencari pekerjaan untuk menghidupi dirinya sendiri dan ingin untuk di tabung, dari situ beliu bekerja sebagai wartawan di beberapa surat kabar. Misalnya, De Express, Midden Java, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Poesara, Tjahaja Timoer dan Sedyotomo. Pada waktu itu beliau menjadi penulis fenomenal , tulisan beliau sangat komunikatif namun ketika dibaca sangat tajam dan patriotik sehingga dapat menanamkan rasa semangat anti kolonial bagi para pembacanya.

Beliau pun juga aktif dalam organisasi sosial dan politik. Sekitar tahun 1980 Ki Hajar Dewantara aktif di seksi propaganda organisasi Boedi Oetomo dan bertujuan untuk bersosialisasi dan menggugah kesadaran masyarakat Indonesia tentang arti penting persatuan dan kesatuan dalam berbanga dan bernegara.

Pada waktu itu Ki Hajar Dewantara membuat sebuah planning tentang pendirian sebuah organisasi dan dengan di temani oleh Dr. Danudirdja SetyaBudhi atau yang lebih dikenal Douwes Dekker dan Dr. Cipto Mangoenkoesoemo beliau beliau mendirikan Indische partij (Parti politik pertama yang beraliran Nasionlisme di Indonesia) tepatnya pada tanggal 25 Desember 1912 yang berfungsi sebagai pengantar kemerdekaaan Indonesia.

Perjuangan nya dalam membuat organisasi ini pun tidaklah mudah beliau berusaha mendaftarkan organisasi ini demi memperoleh status badan hukum paa pemerintah kolonial Belanda. Dan pemerintah kolonial Belanda yang melalui Gubernur Jenderal Idenburg berusaha menghalangi kehadiran partai ini dengna menolak mentah-mentah pengajuan pendaftaran partai pada tanggal 11 Maret 1913. Dan alasan yang di lontarkan dari pihak pemerintah Belanda adalah karena partai yang di bawa oleh Ki Hajar Dewantara dapat menumbuhkan dan membangkitkan rasa nasionalisme rakyat serta menggerakkan kesatuan untuk menentang pemerintah Kolonia Belanda.

Ki Hajar Menggugat

Sehubungan dengan rencana perayaan tesebut, Ki Hajar Dewantara mengkritik rencana perayaantersebut melalui tulisannya yang berjudul Een voor Allen Maar Ook Allen voor Een (satu untuk semua, semua untuk satu juga) dan juga komentar tulisannya yang berjudul Als Ik Eens Nederlander Was (seandainya aku seorang Belanda) . Akibat dari tulisan tersebut pemerintah kolonial Belanda menjatuhkan hukuman pada Ki hajar Dewantara tanpa adanya proses pengadilan terlebih dahulu.yaitu berupa hukuman intemering (hukum buang) yaitu sebuah hukuman dengan menunjuk sebuah tempat tinggal yang boleh bagi seseorang untuk ia bertempat tinggal. Dan pada waktu itu Ki Hajar Dewantara dibuang ke Pulau Bangka.

Melihat temannya diperlakukan seperti itu Cipto Mangoenkoesoemo dn Douwes Dekker merasa marah dan akhirnya beliau-beliau tersebut menerbitkan tulisan yang bernada membela Raden Mas Soewardi. Tapi para pemerintah kolonial Belanda beranggapan bahwa tulisan tersebut untuk menghasut rakyat  untuk memusuhi dan memberontak pada pemerintah Belanda. Dan dari kejadian tersebut beliau beliau pun ikut terseret hukuman intemering dan di buang di tempat yang berbeda. Pada awalnya mereka menghendaki di buang ke Belanda sebab di sana mereka akan bisa mempelajari banyak hal dari pada daerah terpencil. Dan akhirnya mereka di izinkan untuk ke negeri Belanda sejak Agustus 1913 sebagai bagian dari pelaksanaan hukuman. Dan kesempatan itu di manfaatkan untuk mendalami masalah pendidikan dan pegajaran sehingga Ki Hajar Dewantara berhasil memperoleh Europeesche Akte.

Pendirian Taman Siswa

Ki Hajar Dewantara
Ki Hajar Dewantara

Setelahnya kembali dari hukuman Ki Hajar Dewantara telah bersama kembali dengan rekan-rekan seperjuangannya. Beliau bersama rekan-rekan mendirikan sebuah perguruan yang bercorak nasional, National Onderwijs Instituut Taman Siswa atau dikenal denga sebutan Perguruan Nasional Taman Siswa yang berdiri pada tanggal 03 Juli 1922.

Perguruan yang didirikan Ki Hajar Dewantara ini benar-benar menekankan pendidikan mengenai rasa kebangsaan kepada anak didiknya agar mereka mencintai tanah airnya dan juga agar mereka bisa diajak untuk memperjuangkan kemerdekaan. Tidak sedikit alur rintangan yang dihadapi dalam pembentukan Taman Siswa bahkan pemerintah Kolonial Belanda pun masih ingin mencoba membatasi interaksinya Ki Hajar Dewantara dengan rakyat.

Bapak Pendidikan Nasional

Nama Ki Hajar Dewantara tidak diabadikan sebagai seorang tokoh dan pahlawan pendidikan (Bapak Pendidikan Nasional) yang memiliki tanggal lahir 2 Mei dan dijadikan hari Pendidikan Nasional, namun juga dijadikan sebagai pahlawan pergerakan nasional.

Ki Hajar Dewantara Quotes

Ki Hajar Dewantara
Ki Hajar Dewantara

·         Pendidikan dan pengajaran di dalam Republik Indonesia harus berdasarkan kebudayaan dan kemasyarakatan bangsa Indonesia, menuju ke arah kebahagiaan batin jiga keselamatan hidup

·         Lawan Sastra Ngesti Mulya

·         Guru adalah seorang pejuang tulus tanpa tanda jasa dan mencerdaskan bangsa

·         Aku hanya orang biasa yang bekerja untuk bangsa Indonesia dengan cara Indonesia

Semboyan Ki Hajar Dewantara

Ki Hajar Dewantara
Ki Hajar Dewantara

·         Ing ngarso sung tuladha, di depan menjadi teladan

·         Ing ngarso mangun karsa, di tengah memberi semangat

·         Tut wuri handayani, dari belakang memberi dorongan

Sekian sedikit penjabaran mengenai Biografi Ki Hajar Dewantara, semoga bermanfaat!.

Gravatar Image
Beauty Army Of Allah

Leave a Reply