Lebih Baik Kita Tidak Bersama Dari Pada Bertahan Tapi Saling Menyakiti

Posted on

Aku sudah sangat lama memikirkan tentang hal ini. Butuh beberapa hari untuk memberanikan diri meminta bertemu denganmu agar bisa menyampaikan hal ini. Jika ada sesuatu yang kurang berkenan, aku minta maaf. Mungkin ini sedikit menyakitkan, tapi percayalah jika aku tidak membicarakan maka akan semakin menyakitkan.

Apakah kamu pernah berfikir jika kita lebih baik tidak bersama?

Kita dulu pernah berbagi mimpi. sebuah rumah yang sederhana hasil dari jerih payah kita berdua dan gelak tawa yang lucu menghibur tubuh yang lelah. Kita juga pernah mendaftar kota-kota yang ada di dunia untuk kita kunjungi bersama. Dulu terlihat sangatlah sempurna. Kamu sudah memikirkan semua masa depan kita. Aku hanya mengikuti rencana yang telah kamu susun, dan kita akan bahagia.

berpisah
Lebih Baik Kita Berpisah

Sifatmu yang sangat perhatian dengan detail dalam diriku itu kurasa begitu manis dan romantis tapi sekarang aku merasa itu adalah cekangan tali yang mencikik. Yang membuatku untuk sulit bernafas. Sifat keras kepalaku yang lucu kini terlihat menyebalkan bagimu. Membuatmu merasa bosan. Berbincang denganmu dulu terasa hangat dan menyenangkan tapi kini lebih sering berakhir dengan emosi dan diam.

Kamu pernah bilang, sebagai pasangan kita harus saling menghargai satu sama lain, tapi aku merasa kita memiliki definisi menghargai yang berbeda.

Kamu pasti ingat dengan pertengkaran-pertengkaran yang kita lalui. Orang bilang jika hubungan baik-baik maka akan membosankan. Ada kalanya kita tidak saling berbicara, hingga akhirnya salah satu dari kita merasa rindu. Rindu dengan dering ponsel dan suara motormu di halaman rumahku. Kita sering kali mendebatkan hal-hal itu saja, aku benci melihat kesalahan yang sama dan aku lebih benci ketika aku tergoda melakukan kesalahan yang sama.

Hubungan kita tidak berkembang, bukankah hubungan itu saling mendewasakan? Tetapi melakukan kesalahan yang sama bukanlah cara agar kita bertambah dewasa. Hubungan kita tidak berjalan ke depan melainkan hanya berjalan di tempat.

Aku tidak ingin, kita bersama hanya karna sudah terbiasa. Hubungan kita memang sudah lama. Perpisahan akan menyebabkan malam-malammu menjadi sepi seperti pertengkaran yang telah lampau. Untuk memulai dengan orang lain akan sangat sulit dan sangat aneh bagi kita.

Kita ini hanyalah dua orang yang terjebak dengan kebiasaan. Kta sudah sangat lama bersama-sama sehingga berat untuk melepaskan dan akan terasa sia-sia. Kita merasa dunia ini akan terasa sempit dan sepi untuk dilalui sendirian. Dan kita berfikir lebih baik berdua meski kita terluka daripada sendiri namun bahagia.

Sayang, cobalah pertimbangkan baik-baik. Aku dan kamu sudah memiliki mimpi. Aku dan kamu memiliki dua pikiran yang tidak lagi berjalan beriringan. Sebelum semuanya berjalan lama lebih baik kita lepaskan. Percayalah, kita juga bisa bahagia meski tidak bersama-sama.

Incoming search terms:

  • saling menyakiti
Gravatar Image
Saya memiliki imajinasi yang cukup tinggi dan saya memiliki cita-cita untuk menjadi pengusaha muda. Selain itu saya juga memiliki keinginan untuk memberikan yang terbaik untuk ayah dan ibu.

Leave a Reply