PACARAN ITU SAMA SEPERTI ZINA

Posted on

DALAM AGAMA ISLAM pasti kita tau, kalau pacaran itu dilarang. Lebih dari itu, pacaran adalah langkah menuju zina. Yang sudah pasti dosa yang di dapat akan sangat besar. Bahaya yang di dapat mungkin tidak akan terasa. Tapi bagaimana jika sudah di akhir nanti?

Khususnya kamu para kaum hawa, sudah kah kalian menjaga aurat dengan baik. Menutupi sang mahkota dengan hijab. Hijab yang dipakaipun harus menutupi dada. Pakaian yang digunakan juga tidak boleh ketat atau sampai terlihat lekukan lekukan pada tubuh.

Tentu saja dari hal itu membuka langkah pertama zina dilakukan. Kenapa nggak? Sudah di jelaskan kalau lelaki adalah pusat nya kegilaan. Jadi kalau kamu nunjukin sedikit aja hal yang menarik dari dirimu maka mereka akan mendekat. Bukan karena ingin serius tapi karena untuk pemuas sesaat. Sisanya? Kamu bakal dibuang.

Maka dari itu guys, dalam pergaulan kita juga harus batas membatasi. Boleh boleh aja kita punya teman cowok ataupun cewek. Tapi ingat! BATASI! Jangan los gitu aja.

MENJAGA JARAK langkah yang diambil untuk pertama kalinya. Mulai dari ngobrol yang, chatan atau bahkan ketemuan. Kalau ada urusan tertentu? Boleh. Tapi, harus tau batasan. Ngobrol yang sekiranya tidak berlebihan. Ketemuan yang harus ditemani mahromnya. Misal nih ya, kamua mau ketemuan karena mau kumpul tugas. Nah saat itu kamu harus bawa teman mu atau mahrom mu.

Biasanya kan kita lupa kalau sudah asik. Hehehe.

Bahaya nya kalau sudah punya rasa atau ketertarikan kepada lawan jenis. Chat bisa sampai larut malam, ngebayangin doi lagi ngapain, suka kalau udah liat muka doi dsb…

Bisa bisa masuk ke zina mata, zina hati. Ngerti nggak? Zina nya mata itu karena pandangannya. Zina nya hati itu karena angan angannya.

Nggak masalah kita suka sama orang. Normal sekali untuk kita suka sama orang. Tapi bagaimana jika karena rasa suka kita mendatangkan ke arah pelanggaran. Angkat tangan deh kalau sudah gitu. DOSA yang diterima udah nggak kecil lagi.

Bukan maksudnya mau membatasi hati. Hanya saja, kalian pernah mikir nggak sih kenapa bisa kucing hamil tiba- tiba? Atauu kenapa ada maling?

Tentu saja karena shahwat ( keinginan) atau nafsu yang tidak bisa di tahan. Kalau sudah berani pacaran, terus apa lagi? Pegangan sama yang bukan mahromnya? Cepika- cepiki? Peluk- pelukan? Terus….

Ah sudahlah. Bersentuhan dengan yang bukan mahrom nya aja udah dosa. Nabi Muhammad SAW pernah bersabda : “lebih baik seorang laki- laki di tusuk pucak kepala nya dengan besi panas dari pada bersentuhan dengan yang bukan mahromnya

Tentu saja ini berLaku untuk kaum hawa juga. Ngeri banget nggak sih?

Dampak pacaran yang sangat membuat kamu rugi :

  1. Mudah terjerumus dalam perzinaan
  2. Melemahkan iman mu
  3. Mengajarkan kepada kemunafikan
  4. Mengurangi minat dalam belajar atau produktivitas
  5. Hidup semakin boros

 

Ada yang nanya mungkin, dari sebagian kalian. Kalau nggak pacaran gimana bisa nikah?

Loh loh, kenapa nggak bisa? Kan ada yang namanya jalur Ta’ arufan. Tentu saja berbeda dengan hubungan tanpa status atau LDR ya. Ta’arufan ini sistem nya kayak kamu ketemu klien. Hanya sekedar tau nama lalu bertemu dengan di temani masing masing dnegan mahromnya beberapa kali. Lalu menikah.

Kedengeran naif banget? Tapi bukannya lebih sehat dan juga tidak melanggar?

 

 

Leave a Reply