MENGENAL PACARAN dan Mahrom Dalam Agama Islam

Posted on

Ngomongin tentang pacaran, udah nggak asing lagi bagi kita ya guys? Lihat anak sd aja udah banyak yang pacaran. Mau berangkat sekolah, kuliah kerja, pasti nemuin orang yang pacaran. Kayak… udah lah yang biasa. Atau bahkan jadi kebiasaan?

Kamu sendiri bagaimana guys? Lagi jomblo? Atau punya pacar? Atau pernah pacaran? Oh atau bahkan belum pernah pacaran?

Bagaimana sih rasanya pacaran? Atau kenapa sih kalian jomblo?

Apa pun alasannya, tetap ya guys pacaran tuh nggak boleh! Haram hukumnya!

Bahkan Nabi Muhammad SAW pernah bersabda : “tidak boleh anatara laki-laki dan perempuan berduaan kecuali disertai oleh muhrimnya, dan perempuan tidak boleh berpergian kecuali ditemani oleh muhrimnya”

Dari situ aja udah jelaskan, kalau berduaan aja nggak boleh apalagi pacaran?!

Miris nggak sih lihat generasi sekarang mengumbar sesuatu yang dulu jadi hal tabu. Di agama islam pacaran itu jelas banget ditentang.

Kenapa? Karena pacaran itu masa saja zina.

Kok bisa gitu?

Jelas, pacaran pasti semua berujung pelanggaran. Mulai dari chat- chatan, tatap-tatapan, pegangan. Habis itu? Bisakah lebih dari itu? Tentu bisa! Ada sebuah hadist yang menerangkan bahwa “jatuh nya orang karena tersandung hal- hal kecil”

Meremehkan hal yang kecil, dari chatan turun ke zina. Nauzubillah…

Bahkan menatap yang bukan mahromnya saja sudah terhitung dosa. Remeh terlihat namun berat di timbang.

HUKUM PACARAN DALAM AGAMA ISLAM GIMANA SIH?

Tidak pernah di benarkan adanya hubungan pacaran dalam agama islam. Oh, ralat, bukan hanya “tidak dibenarkan” tapi DILARANG. Kalau sudah dilarang, kenapa masih dilanggar. Penyebabnya yang paling besar adalah pengaruh dari zaman dan teknologi yang semakin berkembang.

Kalau sudah masuk kedalam hubungan mahrom sudah mengerti? Kalau belum mari kita perjelas. Mahrom berarti yang tidak boleh dinikahi, seperti : ayah, ibu, kakek dari ibu dan bapak, nenek dari ibu dan bapa, adik perempuan ibu dan bapak ( tante) , adik laki- laki ibu dan bapak (om), maupun kakak dari ibu dan bapak(padeh/ budeh) , saudara kandung, saudara susuan dan sesama jenis. Maka dari itu mahram hukumnya kalau kita berdua-duaan atau bersentuhan (tentu saja dalam artian baik dan tetap menjaga atau tidak melanggar).

 

  • Mengenal hubungan non-mahram

Sudah jelas dari judulnya, dan mungkin hampir semua orang yang beragama islam mengerti. Yang bukan mahrom, tentu saja seseorang yang tidak memiliki hubungan darah dengan kita. Seseorang yang hubungan keluarganya jauh dari kita. Kalau sepupu? Ya tentu bukan mahrom kita! Jadi boleh dong dinikahin? Kenapa nggak boleh? Toh dia nggak ada unsur hubungan darahnya sama kita.

 

Kecuali kalau dia satu susuan sama kita. Ngerti yang di maksud satu susuan? Satu susuan itu, misal nih, kamu dititipin ke tante mu terus tante mu juga punya anak dan keadaannya kamu masih bayi dan disusuin oleh tante mu dalam 3 kali kenyangan. Itu udah termasuk saudara susuan loh. Jadi haram kalau kita nikahin.

 

Baca juga : Bahaya pacaran untuk kita

 

Leave a Reply