gunung tangkuban perahu
gunung tangkuban perahu

Legenda Asal Usul Gunung Tangkuban Perahu dan Sangkuriang

Posted on

Holla gaess.. gimana nih kabarnya, Alhamdulillah sehat kan.. hehehe. Kali ini saya akan membawakan artikel tentang asal usul gunung tangkuban perahu dan sangkuriang. Buat kalian yang belum tau detailnya asal usul legenda ini langsung saja bawa artikel berikut ini.

Asal usul terjadinya gunung tangkuban prahu dan sangkuriang ini di Jawa Barat lebih tepatnya di Kabupaten Bandung. Yang sekarang ini terdapat sebuah tempat rekreasi yang indah yaitu gunung tangkupan prahu. Tangkupan prahu sendiri artinya ialah perahu yang terbalik. Kenapa bisa diberi nama seperti itu karena bentuknya memang seperti perahu yang terbalik. Konon katanya menurut cerita rakyat parahyangan gunung ini memang perahu yang terbalik. Ini dia ceritanya.

Beribu-ribu tahun yang lalu, ditanah parahyangan dipimpin oleh seorang raja dan ratu yang mempunyai satu anak putri yang sangat cantik dan cerdas, sayangnya putrinya itu sangat manja. Putri iru bernama Dayang Sumbi. Pada suatu hari saat dia sedang menenun di beranda istana, Dayang Sumbi sangat merasa pusing dan lemas. Sampai-sampai dia menjatuhkan pintalan benangnya ke lantai berkali-kali. Pada saat pintalan benangnya jatuh untuk yang kesekian kalinya Dayang Sumbi menjadi marah dan lalu bersumpah, dia bakal menikahi siapapun yang mau mengambilkan pintalan benangnya yang terjatuh di lantai itu. Tepat sekali setelah Dayang Sumbi mengucapkan kata-kata sumpah itu, datanglah seekor anjing sakti yang menyerahkan pintalan benang itu ke tangan Dayang Sumbi, anjing itu bernama Tumang. Maka dari itu, mau tidak mau Dayang Sumbi harus menikahi anjing tersebut sesuai dengan sumpahnya.

Dayang Sumbi dan Tumang pun hidup bahagia sampai mereka mempunyai seorang anak laki-laki yang bernama Sangkuriang anak itu berupa anak manusia tetapi memiliki kekuatan sakti seperti ayahnya.Saat masa pertumbuhannya sangkuriang dia selalu ditemani bermain dengan seekor anjing yang bernama Tumang yang dia ketahui hanyalah sebagai anjing yang setia, bukan sebagai ayahnya. Sampai sangkuriang tumbuh menjadi seorang pemuda yang tampan nan gagah perkasa.

Sampai pada suatau hari Dayang Sumbi menyuruh anaknya untuk pergi bersama anjingnya untuk berburu rusa untuk keperluan suatu pesta. Dan setelah berapa lama mencari tanpa menemukan hasil, Sangkuriang akhirnya merasa putus asa, akan tetapi dia tidak ingin mengecewakan ibunya. Dan dengan sangat-sangat terpaksa sangkuriang mengambil sebatang panah dan mengarahkan panahnya tersebut pada Tumang. Setelah tibanya dirumah dia menyerahkan daging Tumang pada ibunya. Dayang Sumbi mengira daging rusa itu pun merasa sangat gembira atas keberhasila anaknya.

Setelah pesta selesai Dayang Sumbi teringat kepda Tumang dan dia bertanya pada Sangkuriang dimana Tumang berada? Namun, pada mulanya Sangkuriang merasa takut, tapi pada akhirnya, dia mengatakan yang sejujurnya apa yang telah terjadi kepada ibunya. Akhirnya Dayang Sumbi pun menjadi sangat murka, dalam kemarahannya Dayang Sumbi memukul sangkuriang sampai pingsan tepat dikeningnya. Atas perbuatan yang dilakukan Dayang Sumbi itu, Dayang Sumbi di usir oleh ayah nya keluar kerajaan. Untung nya sangakuriang pun sadar atas perbuatannya tapi bekas pukulan ibunya yang meninggalkan bekas luka yang sangat lebar di keningnya. Setelah dewasa, Sangkuriang pergi mengembara untuk mengetahui keadaan dunia luar.

Setelah beberapa tahun kemudian, Sangkuriang bertemu dengan seorang perempuan yang sangat cantik. Dan langsung segera saja dia jatuh cinta kepada perempuan tersebut. Dan perempuan itu adalah ibunya sendiri, tetapi mereka tidak saling mengenal satu sama lain. Akhirnya Sangkuriang pun melamarnya, dan Dayang Sumb menerima lamarannya dengan senang hati. Namun, sehari sebelum hari pernikahan mereka, saat Dayang Sumbi sedang mengelus rambut tunangannya, Dayang Sumbi melihat bekas luka lebar yang ada di dahi Sangkuriang itu, dan akhirnya dia menyadari bahwa dia hampir akan menikahi putranya sendiri. Mengetahui ghal tersebut Dayang Sumbi langsung segera berusaha menggagalkan pernikahannya itu. Setelah berfikir sangat keras akhirnya Dayang Sumbi memutuskan untuk mengajukan syarat perkawinan yang tidak mungkin dikabulkan oleh sangkuriang. Syarat yang diberikan adalah Sangkuriang harus membuat bendungan yang bisa menutupi seluruh bukit dan membuat sebuat perahu untuk menyusuri bendungan tersebut. Dan semua itu harus sudah selesai sebelum fajar menyingsing.

Sangkuriang pun mulai bekerja. Namun cinta nya yang begitu besar kepada sangkuriang memberinya suatu kekuatan aneh. Sangkuriang juga menggunakan kekuatan yang dia dapat dari ayahnya untuk memanggil jin-jin untuk membantunya. Dengan lumpur dan juga tanah mereka membendung air dari sungai dan mata air. Dan beberapa saat sebelum fajar tiba, Sangkuriang menebang batang pohon besar untuk dijadikan sebuah perahu. Ketika Dayang Sumbi melihat bahwa Sangkuriang akan segera menyelesaikan tugasnya dia berdoa pada dewa-dewa untukmerintangi pekerjaan anaknya itu dan mempercepat datangnya pagi.

Sampai akhirnya ayam jantan pun berkokok, matahari telah terbit clebih cepat dari biasanya dan Sangkuriang menyadari bahwa dia sudah ditipu. Dengan sangat marah sangkuriang mengutuk Dayang Sumbi dan menendang perahu buatannya yang hapir jadi itu ke tengah hutan. Perahu itu berada disana dalam keadaan terbalik dan membentuk gunung yang namanya gunung Tangkuban Perahu (perahu yang melengkup). Tidak jauh dari tempat itu, juga terdapat tunggul pohon sisa dari tebangan pohon sangkuriang, dan sekarang ini kita mengenalnya dengan sebutan Bukit Tunggul. Bendungan yang dibuat oleh Sangkuriang menyebabkan seluruh bukit dipenuhi dengan air dan membentuk sebuah danau dimana Sangkuriang dan Dayang Sumbi menenggelamkan diri dan tidak terdengar lag keberadaannya sampai saat ini.

Leave a Reply