Budidaya Ikan Cupang
Budidaya Ikan Cupang

Cara Praktis Budidaya Ikan Cupang Yang Harus Anda Baca

Posted on

Ikan Cupang memiliki nama latin yaitu Betta sp. Ikan hias jenis yang satu ini merupakan ikan hias yang hidup di air tawar yang habitat asalnya adalah beberapa negara di Asia Tenggara, termasuk juga di negara Indonesia. Ikan ini mempunyai bentuk dan karakter yang unik. Salah satu karakter dari ikan ini adalah  cenderung agresif hanya untuk mempertahankan wilayah atau tempat hidupnya.

Di kalangan penggemar ikan hias, ikan cupang ini terbagi menjadi 3 kelompok yaitu cupang hias, cupang aduan, dan cupang liar. Di Indonesia terdapat ikan cupang yang asli bernama Betta channoides yang ditemukan di Kalimantan Timur lebih tepatnya di pampang. Untuk harga dari ikan cupang ini termasuk harga yang masih tinggi, harga perekornya ikan yang mungil ini masih mencapai Rp.50.000 sampai Rp.300.000.

Ikan hias cupang adalah jenis ikan yang untuk dipelihara bukan untuk dikonsumsi. Ikan cupang itu salah satu ikan yang kuat bertahan hidup dalam waktu lama apabila perawatannya benar atau sesuai dengan kontruksi. Lalu bagaimana kah cara budidaya ikan cupang dengan benar? Baca penjelasannya di bawah ini.

1. Memilih Indukan Dari Ikan Cupang

Indukan Dari Ikan Cupang
Indukan Dari Ikan Cupang

Pada tahap pertama budidaya ikan cupang yaitu dengan cara memilih induknya terlebih dahulu. Jika anad ingin mendapatkan hasil yang sempurna hendaknya anda mensyiapkan calon indukan yang baik. Dalam arti lain anda harus menyiapkan bibit ikan cupang yang memiliki kualitas tinggi.

Kenapa harus memilih indukan yang berkualitas, karena jika ingin budidaya ikan cupang berkualitas itu dimulai dari induknya terlebih dahulu. Indukkan yang berkualitas justru menjadi kunci dari pembudidayaan ikan cupang sendiri, sehingga usahakan calon indukan berasal dari gen yang unggul, kondisinya bugar, jauh dari penyakit atau bahkan pilih yang tidak cacat sejak lahir. Taruhlah bakalan indukkan jantan dan betina yang berkualitas tersebut  di wadah yang terpisah.

Cara membedakan antara ikan cupang jantan dan betina

Perbedaan Ikan Cupang Jantan Dan Betina
Perbedaan Ikan Cupang Jantan Dan Betina

Ikan cupang jantan biasanya gerak dari berenang nya lebih lincah, ia memiliki sirip dan ekor yang lebar dan lebih mengembang. Warna tubuh dari cupang jantan cenderung lebih mencolok dan tubuhnya juga lebih besar.

Sedangkan cupang betina memiliki gerakan yang lebih lamban. Dan ikan cupang betina ini  mempunyai sirip dan ekor lebih pendek serta memiliki warna kusam. Tubuh yang dimiliki cupang betina cenderung lebih kecil daripada tubuh ikan cupang yang jantan.

Ciri-ciri calon indukan cupang jantan yang berkualitas

  • Berusia kurang lebih 4 bulan sampai 8 bulan
  • Sirip yang dimilikinya panjang
  • Memiliki bentuk badan yang panjang
  • Warna tubuhnya mencolok dan atraktif
  • Memiliki gerakan yang agresif dan lincah

Ciri-ciri calon indukan cupang betina yang berkualitas

  • Berusia kurang lebih 3 bulan sampai 4 bulan
  • Sirip yang dimiliki pendek
  • Bentuk badannya bulat
  • Perut yang sedikit buncit, menandakan sedang mengandung telur yang siap dibuahi
  • Gerakan yang dilakukan agak lambat
  • Warna yang dimiliki agak sedikit kusam

2. Pemijahan Ikan Cupang

Pemijahan Ikan Cupang
Pemijahan Ikan Cupang

Setelah indukan jantan dan indukan betina yang berkualitas siap untuk memijah otomatis sediakan tempat bisa dari baskom plastik atau pun akuarium kecil dari kaca dengan memiliki ukuran sisi 20cm. Untuk tempat pemijah yang keddua siapkan juga gelas plastik yang bertujuan untuk tempat ikan cupang betina. Jangan lupa tambahkan sedikit tumbuh-tumbuhan air pada gelas tersebut, seperti kayambang atau sejenis yang lainnya.

Dalam setiap sekali perkawinan ikan cupang itu bisa menghasilkan lebih dari puluhan telur atau bahkan sampai 1000 butir telur. Telur tersebut akan menetas dalam waktu jangka pendek, kurng lebih yaitu 24 jam setelah terjadi pembuahan antar indukan jantan dan betina tersebut.

Berdasarkan cara pembudidayaan ikan cupang memiliki tingkat kegagalan benih ikan cupang yang cukup tinggi. Satu kali pembuahan umumnya hanya sedikit yang berhasil kira-kira ada 30 – 50 ikan cupang saja yang dapat bertahan hidup sampai dapat dipanen.

Perbedaan kelamin indukan jantan dan betina adalah jika indukan cupang yang jantan dapat dikawinkan hingga 8 kali dengan interval waktu kira-kira 2-3 minggu. Pemijahan yang hebat bukan. Sedangkan, untuk indukan betina ini dianjurkan lebih baiknya apabila dikawinkan sekali seumur hidup. Bila indukan betina dipaksakan, pada perkawinan yang selanjut nya bisa saja terjadi penurunan keragaman jenis kelamin pada alat kelamin betina tersebut. Anakan hasil pemijahan lebih dominan akan menghasilkan indukan cupang betina daripada ikan cupang jantan.

Langkah-langkah Pemijahan Ikan Cupang

  • Siapkan wadah pemijahan.
  • Isi wadah tersebut dengan air yang bersih kira-kira setinggi 10 cm atau bisa juga sampai 15 cm, pastikan air yang digunakan tersebut bersih. Bisa juga menggunakan air yang mengandung kaporit.
  • Sediakan tanaman air dalam wadah yang berisi air tersebut. Hal tersebut dilakukan sebagai sarana burayak ber naung.
  • Setelah proses pemijahan selesai biarkan telur-telur cupang betina tersebut dibuahi oleh sang cupang jantan sampai sang jantan tersebut mengeluarkan gelembung-gelembungnya.
  • Pindahkan induk betina ke wadah yang lain agar telur hasil pemijahan tersebut tidak dimakannya.
  • Setelah 3 hari berlangsung setelah proses pemijahan maka berikan burayak tersebut dengan beberapa kutu air. Berikan pakan tersebut secukupnya saja jangan terlalu berlebih.
  • Jika sudah berjalan kurang lebih 2 minggu maka pindahkan indukan jantan ke wadah yang lain,atau burayak juga bisa dipindahkan ke tempat yang lebih luas lagi.
  • Beri makan burayak secara teratur.
  • Jika sudah 1,5 bulan pindahkan ikan tersebut berdasarkan jenis kelaminnya

3. Berikan Makan Pada Cupang Secara Teratur

Makanan Ikan Cupang
Makanan Ikan Cupang

Makanan yang cocok untuk di makan para ikan cupang adalah kutu air, cacing sutera atau bisa juga larva nyamuk. Makanan tersebut hendaknya berikan secara teratur, misalnya 3 sampai 4 kali dalam sehari.

Pemberian pakan cara sehari  kali ini bisa dikatakanlebih baik jika dibandingkan sekali pemberian makan langsung banyak. Hal ini berdampak pada resiko penumpukan sisa makanan yang dapat mengakibatkan berkembangnya penyakit.

4. Perawatan Ikan Cupang

Membersihkan Wadah Ikan
Membersihkan Wadah Ikan

Ikan cupang adalah salah satu jenis ikan yang dapat bertahan terhadap segala macam keadaan air atau bahkan kondidi air yang minim sekali oksigennya. Meski begitu, anda harus tetap menjaga kualitas air dengan memasang aerasi dan filter penyaring. Bersihkan juga air yang terdapat pada wadahnya. Ganti air dalam wadah tersebut secara berkala. Gantilah jika sudah terlihat penumpukan kotoran dan sisa pakan ikan tersebut pada dasar wadah. Jikan penumpukan kotoran tersebut terkumpul banyak dan tidak dibersihkan ini akan menimbulkan penyakit bisa juga terjadi kematian pada ikan akibat pencemaran yang terjadi pada air tersebut.

Kenapa kebersihan wadah dan air harus selalu dijakga karena ini berhubungan juga agar ikan cupang tersebut bisa tumbuh sempurna dengan kondisi yang sehat dan bugar. Apalagi kalau ikan tersebut dipelihara untuk tujuan dikonteskan.

Memelihara ikan cupang harus satu ikan cupang dalam satu aquarium. Tidak diperbolehkan jika memelihara lebih dari satu ikan cupang jantan yang telah dewasa dalam satu akuarium. Apalagi jika ukuran aquarium tersebut kecil. Hal tersebut bersangkut paut dengan perkembangan dan pertumbuhan pada ikan. Jika memelihara lebih dari satu ikan dalam satu aquarium maka otomatis mereka akan saling menyerang satu sama lain atau memakan satu sama lain yang berakibat siripnya akan patah-patah dan warna yang seharusnya mencolok menjadi tidak keluar.

Demikian artikel tentang bagaimana budidaya ikan cupang hias, beserta cara memelihara dan merawat ikan cupang yang meliputi makanan bahkan cara pemijahannya. Terimakasih dan semoga bermanfaat.

Leave a Reply