fotografi makro

Teknik-Teknik Fotografi Makro

Posted on

Fotografi makro-adalah gaya dalam fotografi dengan jarak yang sangat dekat untuk menghasilkan detail yang tinggi, namun perlu menggunakan bantuan alat pembesar seperti mikroskop. Fotografi ini didasarkan pada jenis lensa makro atau lensa close-up, supaya bisa berfokus pada objek dengan jarak yang sangat dekat. Dan beberapa objek foto yang paling banyak dipakai bagi para fotografer makro adalah bunga, serangga, daun dan benda sehari-hari yang berada di alam. Fotografi makro biasanya memiliki rasio 1:1. yaitu ukuran besar gambar yang dihasilkan sama dengan ukuran yang asli.

Untuk lensa makro adalah pilihan tepat untuk fotografi makro. Yaitu ukuran perbesarannya adalah 1:1 atau bahkan lebih. Namun sayangnya lensa makro ini harganya mahal. Namun, kamu bisa menggunakan alernatif lain, misalnya filter close up, reverse ring atau macro extention.

Di bawah ini ada beberapa tips untuk fotografi makro.

  • Memakai Tripod

Tripod merupakan hal yang mutlak dalam pemotretan fotografi makro.

  • Maksimalkan ruang tajam (DoF)

Salah satu trik untuk mendapatkan ketajaman yang tinggi dari lensa makro adalah memotret dengan lensa terbidik lurus ke arah objek (tidak memiringkan lensa ke atas atau bawah supaya mendapatkan ketajaman dan kejernihan terbaik).

  • Tidak menggunakan ISO tinggi

Cobalah untuk menggunakan ISO yang tidak terlalu tinggi.karena ISO yang terlalu tinngi akan menyebabkan grain pada hasil foto. Apalagi kalau kamu melakukan cropping. Dan juga dampak grain akan mengurangi ketajaman foto.

  • Non aktifkan Autofokus

Dengan menon-aktifkan autofokus lensa kamera karena menon-aktifkan auto fokus disaat fitur ini pada zaman sekarang memang benar-benar akurat. Dan jika memakai autofokus, kamera akan mencari sebuah titik fokus, bisa jadi kamera tidak mengambil fokus pada objek.

  • Pastikan kamera tidak goyang

Walaupun sudah memakai tripod yang jelas supaya kamera tidak goyang, tapi bisa saja goyang. Mungkin di karenakan kamu menekan tombol shutter sehingga kamera akan goyang sedikit walaupun sudah memakai tripod. Maka dari itu ketika kamu memotret makro gunakanlah shutter release cable (sebuah kabel yang dicolokkan ke sebuah kamera, tanpa harus menyentuh tombol shutter dalam kamera). Atau kalau tidak ada kabel shutter, kamu bisa pakai self timer yang ada di kamera, kira-kira 10 detik setelah kamu menekan tombol shutter, sehingga tidak terjadi getaran pada kamera.

  • Fokuskan pada mata objek

Dalam fotografi potrait selalu berfokus pada mata subjek untuk mendapatkan gambar yang paling tajam. Hal tersebut juga berlaku pada fotografi makro serangga atau mahluk kecil lainnya.

  • Carilah background yang sederhana

Dalam fotografi makro ada aturan supaya menjaga agar latar belakang tetap sederhana. Karena fotografi makro harus membidik dengan sangat dekat sehingga background menjadi pengaruh besar terhadap gambar. Maka pastikanlah background untuk fotografi makro itu sederhana.

  • Pencahayaan yang sempurna dan merata

Dalam fotografi makro, kamu harus mendapatkan pencahayaan yang rata. Ada sebuah flash khusus yang disebut ring flash, yang dirancang untuk melakukan hal ini dengan tepat. Flash akan dipasang sebuah cincin, karena cincin tersebut flash akan menerangi objek secara merata.

  • Memakai angka diafragma yang terbaik

Angka yang terbaik untuk diafragma adalah f/22, karena ruang tajam lensa makro begitu dangkal. Maka kamu harus mendapat ruang tajam sedalam mungkin, baru kamu bisa mendapatkan diafragma dengan angka f/22.

Leave a Reply