saling mengenali
saling mengenali

Ketahui Proses Ta’aruf

Posted on

Saling mengenal merupakan anugerah dari Allah. Hadirnya rasa bahagia, di hargai, dan bisa saling berbagi. Saling mengenal dalam agama Islam disebut dengan Ta’aruf.

saling kenal
saling kenal

Anak muda masa kini, mungkin sudah terbiasa dengan pacaran, namun sebagai umat Muslim tentu kamu tahu bahwa dalam Islam tidak boleh pacaran. Pacaran hanya bersifat senang-senang dan belum tentu berakhir dengan pernikahan. Jika seseorang ingin menikah, ta’aruflah yang di anjurkan untuk dirinya. Ta’aruf bisa terjadi kapan saja, taka da batasnya, dan tanpa perlu diduga. Bisa terjadi lewat pertemuan tanpa disengaja maupun di sengaja. Hanya dari sekedar tersenyum, bertegur sapa, dan bahkan saling mencintai.

mencintai
mencintai

Ta’aruf bukan hanya proses ke jenjang yang lebih serius seperti pernikahan, tapi kita saling bersaudara, berteman, dan bentuk interaksi dengan sesama manusia dapat di artikan sebagai “Ta’aruf”.

Mungkin saat ini kalian sedang menanti hadirnya seseorang dalam hidupnya, atau lebih tepatnya seorang pendamping hidup. Berbicara ruang lingkup ta’aruf bukanlah pacaran, kalau pacaran bukan menunggu seorang pendamping tapi lebih tepatnya menunggu siapa mangsa selanjutnya untuk saya khianati hatinya. Hehe, bercandaa…

Tentunya orang yang menunggu pada hadirnya seseorang melalui ta’aruf tentu akan berbeda maknanya dibandingkan dengan orang yang menanti lewat proses berpacaran. Sebelum berbicara terlalu jauh, mungkin ada pertanyaan di benak kalian.

Apa sih yang di maksud Ta’aruf itu?

Ta’aruf artinya mengenal baik, mengenal diri, ataupun berkenalan dengan orang lain. Intinya, interaksi antara dua atau lebih dengan maksud atau tujuan tertentu. Ta’aruf bisa terjadi pada pertemanan, persahabatan, persaudaraan, ataupun pernikahan, dan masih banyak lagi contohnya. Namun, disini yang saya akan bahas adalah ta’aruf tentang cinta yang bisa menjembatani terjadinya suatu pernikahan.

menikah
menikah

Apa sih yang kalian pikirkan tentang ta’aruf cinta? Apakah itu sumber dari kebahagiaan? Hm,mungkin bisa dikatakan iya, dan juga bisa di katakan tidak. Sebenarnya  cara untuk menggapai kebahagiaan dan pernikahan yang bahagia bukan hanya ta’aruf saja, melainkan hanya cara dari sekian banyak cara yang Allah dan Nabi ajarkan. Namun, terkadang banyak pihak yang belum mengerti maksud dan tujuan sehingga muncul berbagai pendapat tentang ta’aruf.

Dari sebagian orang mempunyai pendapat bahwa ta’aruf dan pacaran adalah sesuatu yang sama, sehingga muncul pembenaran bahwa pacaran itu sah-sah saja. Ada juga yang beranggapan bahwa ta’aruf tidak ada bedanya dengan pacaran. Hanya saja yang membedakan bungkus dan kemasan saja. Menurut  saya mempunyai anggapan yang seperti ini sangat tidak benar, karena antara ta’aruf dan pacaran keduanya mempunyai perbedaan yang signifikan, yakni pada cara, tujuan, dan manfaatnya.

Ta’aruf cinta adalah proses perkenalan yang mempunyai tujuan mewujudkan dan menyempurnakan agama yaitu pernikahan. Tidak hanya ingin perkenalan saja, bukan pula coba-coba siapa tahu memang berjodoh. Lebih dari semua itu, ta’aruf menjadi sangat mulia karena niat pelakunya yang suci. Seseorang akan memperoleh apa yang di niatinya, dan jika belum mungkin Allah sedang menguji kita dan Allah mengetahui apa yang terbaik untuk kita.

Niat yang baik tentunya harus di sertai kerjakan yang baik pula. Islam mengajarkan berbuat dengan yang baik-baik pula. Begitu juga dengan pernikahan, mengutamakan yang makruf dalam dengan cara yang terbaik adalah suatu keharusan. Adapun pacaran yang sering kita lihat, kita mengetahuinya meski niatnya untuk tujuan menikah namun, sering menunda atau malah menjauhi pernikahan itu sendiri dengan berbagai alasan. Entah itu di buat-buat atau memang kenyataan. Atau hanya untuk mengisi kekosongan hati. Lebih parahnya lagi, jika pasangannya ada yang bebas berganti-ganti dengan orang lain. Dengan alasan belum menemukan yang cocok.

pacaran tidak halal
pacaran tidak halal

Bahkan sering kita jumpai bahwa dalam pacaran ada kedekatan yang di anggap sah. Kemesraan yang dipandang halal dalam pacaran, dan kepedulian yang di rasakan berlebihan, dan kecintaan yang lebih pada seseorang yang tidak dilakukan ke semua orang bahkan ke semua teman kita.

Nah, inilah bedanya ta’aruf dengan pacaran. Ta’aruf sangat menjaga pada kesucian hubungan di atas nilai-nilai agama dan Illahi. Menjaga pada kehormatan diri, dan juga calon kita. Sangatlah beda dengan pacaran yang kadang bahkan banyak tidak menjaga kehormatan kita dan juga menjadi pacar kita.

Dan selebihnya kalian lah yang menentukan jalan mana yang akan kalian pilih. Karena bahagia, sengsara, baik buruknya hidup kalian lah yang mengarahkannya bukan tergantung pada orang lain.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, dan saya pun masih dalam tahap belajar untuk memperbaiki hidup. Semoga hidup kita selalu di rahmati oleh Allah.

Leave a Reply