Jauhi Lah Perasaan Iri dan Dengki!

Posted on
perasaan iri dan dengki

Mengenal Perasaan Iri dan dengki

Dalam melakukan sesuatu yang menjadi obsesi utama tentu kita memiliki perasaan bersaing secara alami, emosi yang timbul ketika seorang yang tidak memiliki keunggulan yang cukup untuk melakukan obsesinya.

Itu lah yan disebut dengan iri hati. Iri hati juga penyebab utama ketidakbahagiaan. Tidak hanya dirinya sendiri tapi juga menyebabkan kemalangan untuk orang lain. Sebab iri hati itulah seseorang memiliki sebuah keinginan untuk menjatuhkan orang lain. Sifat iri hati juga mencondong ke sifat dengki.

Sifat iri hati dan kecemburuan tentunya berbeda sobat. Kecemburan yaitu merupakan rasa takut akan kehilangan sesuatu yang sudah dimilikinya. Sedangkan iri hati adalah suatu kebencian yang disebabkan karena orang lain memiliki atau mengungguli sesuatu yang tidak bisa ia capai.

Sedangkan dalam islam sendiri iri hati merupakan sifat yang tercela. Karena iri hati pada hakikatnya tak menyukai apa yang Allah qodar (takdirkan). Maka orang yang iri hati atau dengki sama saja dia mendengki pada apa yang sudah Allah qodar.

Dalam surah An-Nisa ayat 32 disebutkan : “Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (karena) bagi orang laki-laki ada bahagian daripada apa yang mereka usahakan, dan bagi Para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala sesuatu.”

 

            Dampak dari perasaan iri hati atau dengki

Tanpa sadar, dengan perasaan iri hati dan dengki ini setan bisa dengan mudah masuk kedalam hati. Karena dengan mendengkilah iblis dijadikan makhluk yang terkutuk. Dan pendengki termasuk orang yang menolak qodar (takdir) dari Allah yang Allah tetapkan atas hambanya. Dengki pun termasuk penyakit yang serius.

Sifat ini pun bisa menurun bahkan memutus tali kasih sayang antar saudara. Hati pun terasa tidak tenang di setiap waktu nya, rasa damai yang harus nya singgah justru pergi tanpa di sengaja. Prasangkaan yang di miliki selalu saja buruk terhadap orang lain yang bahkan dekat dengannya. Fokus dalam melakukan aktifitas sehari- hari juga jadi tumbalnya dan terganggu bahkan terlupakan (dalam segi pekerjaan). Orang yang didekat kita dan teman teman  pasti akan merasakan sesuatu dari yang kita rasakan, dan karena rasa dengki ini justru membuat mereka menjauh.

Ngeri banget nggak sih dampak dari iri hati dan dengki ini? sampai sampai Allah sendiri aja benci! Duh, jangan sampai deh mendengki sama sesuatu.

 

            Contoh nya bisa dilihat :

Yang pertama, dari kehidupan keseharian, seseorang nggak seneng orang lain lebih unggul dalam hal kekayaan dibanding dengan dirinya. Hati nya pun langsung merasa sakit dan dongkol. Ini udah menandakan dia orang yang suka mendengki dan tidak menerima qodarallah.

Yang kedua, punya teman yang suka sekali cari cari musuh untuk di tarik kedalam sebuah persaingan supaya jadi rival kalau kalah justru hasut orang lain untuk menganggap dia jelek? Jangan sampai punya teman kaya gini ya! Bawa pengaruh jelek.

Contoh lainnya, seseorang melihat kehebatan dan juga keunggulan mu bahkan kamu sampai mendapat sebuah penghargaan, lalu orang itu tidak mau mengakui kekalahan nya dan malah menjelek jelekan kamu. Ini udah termasuk parah sih, jangan coba coba sampai kaya gini ya.

gambar orang yang iri

            Cara mengatasi dan menghilangkan dua sifat tercela diatas:

Gimana sih cara nya?

Kalian harus punya komitmen yang kuat dalam menjalani hidup dan tidak mudah terpengaruh dengan hal hal yang bisa menjerumuskan diri kita kedalam hal hal negativ.

Berpegang teguh pada prinsip dan jangan lupa, ibadah yang tertib! Ini point yang utama sih. Selalu berdoalah kepada Allah agar dijauhi dari sifat tercela diatas.

Jujur dan apa adanya, bukan ada apanya! Hahaha. Jujur kepada diri sendiri lebih utama sih, lagi pula gimana cara nya kalau kita belum bisa jujur sama diri sendiri tapi maunya jujur sama orang lain? Nggak mungkin bisa! Sia- sia namanya.

Menerima dan juga mau mengakui kelebihan yang dimiliki oleh orang lain! Huhhhh! Susah sih, apalagi kalau sudah nggak suka sama orang nya. Tapi pernah nggak mikir kalau tersnyata menerima dan mau mengakui kelebihan orang lain bikin hati kita sendiri nggak ngerasa punya beban apapun!

 

Leave a Reply