Belajar di Alam Terbuka Me-Refresh Anak dalam Masa Pembelajaran

Posted on

Ada sebagian guru yang mereka termasuk guru out of the box. Mereka tidak mau ‘dikungkung’ oleh tekstual buku pegangan siswa yang hanya mengghabiskan materi bab demi bab. Belajar di luar kelas atau sekedar jalan-jalan ke taman, sungai atau bahkan hanya di perkampungan sekitar saja membuat siswa menikmatinya dan pembelajaran yang di ajarkan oleh sang guru bisa masuk dan fokus ke dalam pikiran para murid.

belajar
belajar

Belajar adalah suatu proses perubahan yang berada di dalam kepribadian manusia dan persubahan tersebut akan ditampakkan dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku dari pengalaman atau latihan yang di perkuat. Belajar merupakan akibat dari interaksi antara stimulus dan respon. Seseorang sudah di anggap belajar jika dia menunjukkan perubahan pada perilakunya.

Berkaitan dengan hal ini, maka belajar di alam terbuka merupakan pembelajaran secara alternative. Untuk memberikan input yang berupa pengalaman atau mempraktekannya langsung. Belajar di alam terbuka mempunyai suatu tujuan. Tujuannya adalah untuk mendekatkan permasalahan yang sedang di hadapinya dengan kenyataan atau fakta yang sebenarnya. Dengan seperti demikian itu setiap murid atau siswa diharapkan dapat lebih ekspresif dalam menuangkan ide-ide dan hasratnya ketika berada dalam proses pembelajaran dan juga akan terbentuk sikap mandiri serta tangguh untuk menghadapi segala tantangan ke depan.

Pada dasarnya, otak manusia berkembang pesat di saat usia yang masih kanak-kanak. Maka dari itu mengenalkan banyak hal penting yang dilakukan untuk membentuk kepribadiannya. Segala informasi yang diterima oleh anak akan mereka masukkan ke dalam memorinya. Dan diolah, dan akan mereka deskripsikan melalui berbagai tingkah laku. Meski begitu, tentu setiap anak akan memiliki kecerdasan yang berbeda-beda.

alam
alam

Alam adalah media yang sangat baik untuk perkembangan sang anak apalagi masih di usianya yang kanak-kanak. Alam juga memberikan suasana yang berbeda bagi sang anak untuk berinteraksi secara langsung dalam lingkungan. Sangat banyak manfaat anak belajar di alam terbuka yang perlu kalian ketahui. Antara lain:

  1. Menumbuhkan Kecintaan pada Alam

Manfaat anak dalam belajar di alam terbuka tentu untuk menumbuhkan rasa cintanya pada alam serta pada Sang Pencipta. Selalu berikan pada mereka akan hal iini sehingga mereka selalu menghargai, mencintai, dan menjaga alam ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.

  1. Meningkatkan Keaktifan Anak

Membiasakan anak untuk belajar di alam terbuka, anak-anak dapat bereksplorasi secara bebas dan aktif. Meningkatkan keaktifan pada anak merupakan salah satu manfaat anak belajar di alam terbuka yang tentu perlu dipertimbangkan.

  1. Memperluas Pandangan pada Anak bahwa Belajar Dapat Menggunakan Media Apapun

Di saat belajar di alam terbuka, kalian dapat meminta pada anak untuk melakukan sesuatu yang tidak bisa dilakukannya di dalam ruangan. Ajaklah pada sang anak untuk belajar dengan benda-benda yang ada di sekitarnya, karena dapat memperluas pandangan mereka bahwa media pembelajaran dapat dilakukannya dengan cara apapun.

  1. Memperkuat Otot atau Motorik Anak

Belajar di luar ruangan anak bisa leluasa untuk bergerak, berjalan, dan berlari. Hal ini dapat menstimulasinkekuatan motorik pada sang anak. Akan menjadi lebih baik lagi jika kita memberikan aktivitas fisik yang beragam. Misalnya, merangkak, melompat, berlari cepat, dan lainnya. Dengan variasi ini akan menjadi sangat bermanfaat bagi anak untuk meningkatkan kemampuan motoric mereka.

  1. Meningkatkan Keakraban Antara Siswa dan Guru

guru dan murid
guru dan murid

Dengan suasana yang santai maka siswa pun akan semakin rileks. Terutama pada saat mereka hendak bercakap-cakap dengan sesama teman atau dengan guru. Dengan suasana santai inilah yang nantinya mampu membuat mereka menjadi semakin akrab satu sama lainnya. Dan tentunya hal ini dapat memacu pada kecerdasan sosialnya.

Inilah beberapa manfaat dan tujuan untuk anak, murid, atau siswa belajar di alam terbuka. Maka bagi Anda yang sebagai guru, orang tua, atau wali murid dapat mencoba dan mempraktikannya.

Semoga bermanfaat bagi kita semua.

Leave a Reply