Ingin Menjadi Dokter Sukses? Baca Artikel Ini!

Posted on

Menjadi dokter adalah impian bagi setiap orang terutama dambaan para pelajar.Jika ditanya,cita-cita nya mau jadi apa? Pasti menjawab dokter, nanti kuliahnya mau jurusan apa? jawabnya,Fakultas kedokteran.Menjadi dokter memang suatu pekerjaan yang mulia dan dihargai bagi semua orang.
Lalu, apa alasan yang membuat Anda ingin menjadi dokter sukses?

Menjadi dokter sukses

Alasan Ingin Menjadi Dokter

Tentunya menjadi dokter ialah bisa menolong orang sakit,baik keadaan krisis ataupun yang lain.
Dokter adalah suatu pekerjaan yang mulia,dihargai oleh orang lain. Mendapat gaji yang cukup tinggi. Dan masih banyak lagi. Tetapi, Anda harus mengetahui hal-hal yang perlu diketahui sebelum menjadi dokter dan harus siap menerima risikonya. Semua hal yang kita capai juga ada konsekuensinya. Jika Anda bersungguh-sungguh ingin menjadi dokter,maka saya akan memberi penjelasan berikut ini..
Mari kita simak !

Kekurangan  jika ingin menjadi dokter

1. Harus memiliki biaya yang sangat besar.
2. Menempuh pendidikan dengan waktu yang lama.
3. Siap mengikuti tahapan-tahapan yang ditentukan.
4. Menjadi acuan bagi orang banyak atas nyawa orang lain.
5. Menjadi dokter bukan hal yang mudah,harus siap menerima     kegagalan.
6. Dapat dituntut jika melakukan kesalahan dalam menangani pasien.
7. Tidak mudah mempertahankan nama baik.
8. Jika sudah berumah tangga harus rela membagi waktu dengan keluarga.

Kelebihan jika menjadi seorang dokter

1. Orang tua bangga anaknya bisa menjadi dokter.
2. Mendapat pengalaman menarik selama mengikuti pendidikan kedokteran.
3. Mengetahui secara lebih tentang informasi kesehatan sehingga bermanfaat bagi keluarga.
4. Merupakan profesi mulia karena dapat membantu orang sakit.
5. Lulusan dokter memiliki peluang kerja yang besar.
6. Dihormati dan dihargai oleh semua orang.

Tips agar bisa menjadi dokter

1.Semua hal harus disiapkan dan memiliki tekad yang kuat

Ketika Anda sudah memiliki planning,maka semua harus diniati dengan sungguh-sungguh dan dilakukan dengan konsisten jangan lupa berdoa kepada Sang Pencipta.Karena semua aktivitas yang kita planning dan kita kerjakan juga tergantung dari Sang pencipta.

2. Rajin dalam menimba Ilmu

Setelah memiliki tekad yang kuat,maka Anda harus rajin dan bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu sesuai dengan tekadnya ingin menjadi dokter. Otak juga harus berpikir dengan cermat,sering-seringlah mencoba hal-hal berkaitan tentang kesehatan dan bertanya kepada orang yang berpengalaman, karena ilmu juga bisa didapat dari orang yang berpengalaman.

3. Seleksi memasuki Fakultas kedokteran

Lalu jika ingin memasuki fakultas ilmu kedokteran,maka mental dan fisik harus siap dan selalu positif thinking.Seleksi memasuki fakultas kedokteran tidak jauh berbeda dengan fakultas yang lain,hanya saja di dalam ilmu kedokteran harus mempelajari ilmu dan praktik lebih mendalam lalu Passing Grade dan biaya awal yang relatif mahal.

Lalu tahapan jika mengikuti seleksi Ilmu kedokteran adalah :

Melalui PBUD (penelusuran Bibit Unggul Daerah)
Melalui SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri)
Melalui jalur khusus, pada jalur khusus ini contohnya seperti UNRI(Universitas Riau/Bina Lingkungan) dengan biaya awal kisaran 60 hingga 200 an jutaan.
Bagi Anda jika ingin melewati jalur SNMPTN atau PBUD biaya awal hanya kisaran 10 hingga 20 juta saja.

4.Menempuh Pendidikan yang lama

Jika sudah memasuki fakultas ilmu kedokteran maka harus siap menempuh pendidikan yang lama.Masa studi yang biasa dijalankan minimal 3,5 tahun-6 tahun tergantung kepada mahasiswa/I tersebut bagaimana menyerap ilmu tersebut. Tapi dalam pendidikan yang ditempuh,masih ada tahapan-tahapan lain swtelah lulus dari fakultas kedokteran.

5.Perkuliahan Sarjana

Dalam selama menempuh pendidikan perkuliahan,di bidang kedokteran ini menerapkan system Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK).Maka para calon dokter diharapkan dapat mengikuti masa pendidikan tersebut diantaranya seperti :

Tutorial : Adalah cara belajar secara kelompok biasanya terdiri 10-11 mahasiswa/I dan dipimpin oleh seorang dosen.
Skill Laboratorium : Dalah bahan simulasi ketrampilan medis yang langsung dipraktekkan menggunakan alat peraga / phantom,biasanya juga menggunakan pasien simulasi.
Praktikum : pelaksanaan/praktek dari ketrampilan biomedis dari mahasiswa/i. Mereka menegnal seperti Mikrobiologi,Anatom dan Histologi.

6.Siap mengikuti tahapan koas

Dalam menempuh pendidikan perkuliahan ada 2 tahap yang dilakukan yaitu sarjana kedokteran dan tahapan koas ( pendidikan profesi) atau istilah “dokter muda”. Tahap sarjana saja ditempuh selama kira-kira 3,5-5 tahunan. Setelah Anda lulus dari sarjana,mendapat title S.kod (sarjana kedokteran) maka tahap ini yang kemudian Anda lakukan. Ketika dalam mengikuti tahapan koas ini Anda langsung terjun ke tempat praktek atau rumah sakit pendidikan yang ditempuh kurang lebih 1,5 hingga 2 tahun. Maka disini Anda akan menghadapi langsung kondisi rumah sakit,cara pelayanan,kasus menanganinya,derita sakit pasien,kondisi dan lain-lain. Tahap inilah semua ilmu yang Anda pelajari selama menempuh pendidikan kedokteran Anda praktekkan di tempat tersebut. Tetapi Anda tetap dalam pengawasan pembimbing.

7.Mengikuti UKDI (Ujian kompetensi Dokter Indonesia)

Setelah Anda mengikuti tahap Koas, Anda masih belum resmi dinyatakan dokter.Karena Anda masih calon dan harus mengikuti seleksi UKDI (Ujian Kompetensi Dokter Indonesia). Tetapi nama tersebut diubah menjadi UKMPPD (Ujian Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Profesi Dokter). Ujian ini terdiri dari 2 tahap, yaitu tes tulis atau disebut (CBT) dengan berjumlah 200 soal dan tes OSCE (praktek) terdiri dari 12 station. Tes ini serempak diseluruh Indonesia yang dilakukan 4x dalam setahun. Jika belum lulus dalam tes ini, maka calon dokter akan menunggu 3 bulan ntuk mengikuti tes berikutnya sampai lulus. Nilai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) dalam tes ini adalah 68. Wow,bagaimana? Menakutkan bukan,maka Anda harus benar-benar belajar keras. Karena seorang dokter harus jelas, bukan main-main. Yang diobati adalah seorang pasien bukan yang lain. Setelah Anda mengikuti tes ini dengan lulus maka Anda sudah bisa mengurus STR (Surat Tanda Registrasi) bahwa Anda telah menjadi seorang dokter,tetapi Anda belum bias membuka praktek.

8.Internship/PIDI (Program Internsip Dokter Indonesia)

Setelah dokter mendapat STR, dokter boleh membuka Praktek tetapi bukan pribadi/rumah yaitu dokter hanya boleh melakukan praktek di tempat Anda mendapatkan SIP (Surat IZIN Praktek Intership) atau di puskesmas,rumah sakit dengan tipe C (kabupaten) layaknya seperti dokter umum. Praktek internsip ini dilakukan selama setahun dan gajinya masih di bawah gaji standar buruh.

Nah, bagaimana…  Menantang dan menarik bukan? bagi Anda yang memiliki tekad untuk bermimpi menjadi dokter.Tunggu apa lagi, siapkan mental dan fisik Anda untuk menimba ilmu dan mengikuti seleksi fakultas ilmu kedokteran dan jangan lupa berdoa. Semoga sukses.

Demikian artikel saya,semoga dapat membantu Anda ingin menjadi dokter yang sukses.

Leave a Reply