Cara Budidaya Jamur Tiram Putih
Cara Budidaya Jamur Tiram Putih

Cara Budidaya Jamur Tiram Putih Cocok Untuk Para Pemula

Posted on

Jamur tiram mempunya banyak jenis, mulai dari tiram putih,abu- abu, coklat sampai tiram emas. Setiap jenis tiram itu mempunyai keunikannya masing- masing. Jamur tiram sangat cocok ditanam di daerah tropis seperti Indonesia.

Sekarang cara pengolahan jamur semakin beragam sehingga permintaan jamur pun meningkat. Tidak diherankan banyak masyarakat yang menggeluti bisnis budidaya jamur ini.

Cara Budidaya Jamur Tiram Putih
Cara Budidaya Jamur Tiram Putih

Selain rasanya yang cukup enak, jamur tiram juga mengandung beberapa nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Selain itu, kandungan protein pada jamur juga cukup tinggi yaitu,  sekitar 10,5- 50,4% .

Untuk budidaya jamur tiram kalian harus memperhatikan beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan jamur tiram. Kali ini kami akan memberikan beberapa cara budidaya jamur tiram putih. Berikut cara budidaya jamur tiram putih cocok untuk para pemula.

1.Menyiapkan Kumbung.

Langkah pertama yang harus dilakukan oleh para pemula adalah menyiapkan kumbung. Kumbung juga bisa disebut rumah jamur. Karena fungsi kumbung adalah sebagai tempat merawat baglog dan juga sebagai tempat tumbuhnya jamur.

Kumbung biasanya berupa bangunan yang nantinya akan diisi rak- rak untuk meletakkan baglog. Kumbung mempunyai kemampuan untuk menjaga kelembapan dan suhu.

Kumbung biasanya terbuat dari bamboo atau kayu, dengan dinding yang terbuat dari gedek atau bisa juga deri papan dan atapnya dari genteng atau sirap. Saat membuat atap kumbung usahakan jangan dari seng atau asbes karena kedua benda itu dapat mendatangkan panas.

Rak di dalam kumbung biasanya terbuat dari bambu. Usahakan ketinggian ruang antar rak tidak kurang dari 40cm, dan lebar rak 40cm dengan panjang 1m pada setiap ruas rak. Rak dibuat 2- 3 tingkat. Ruas rak sebesar ini bisa memuat 70- 80 baglog. Dalam pembuatan rak itu disesuaikan dengan jumlah baglog yang akan dibudidayakan.

Sebelum memasukkan baglog ke dalam rak alangkah baiknya kalian memperhatikan beberapa hal berikut ini.

  • Membersihkan kumbung dan rak dari kotoran.
  • Sebelum memasukkan baglog ke dalam kumbung, lakukan pengapuran dan penyemprotan terlebih dahulu di dalam kumbung menggunakan fungisida lalu diamkan selama 2 hari.
  • Setelah bau obatnya hilang, masukkan baglog yang telah siap untuk ditumbuhkan yaitu, baglog yang seluruh permukaannya telah tetrtutup oleh serbut putih

2. Menyiapkan Baglog.

Baglog adalah media tanam yang digunakan untuk meletakkan bibit jamur. Media tumbuh jamur adalah serbuk gergaji. Baglog biasanya dibungkus dengan plastic silinder. Berikut ini kami akan memberikan bahan- bahan yang dibutuhkan untuk membuat baglog dan langkah- langkah pembuatan baglog.

Alat dan bahan yang di butuhkan.

  • Serbuk gergaji dan ampas tebu.
  • Tepung jagung.
  • Dedak halus.
  • TSP.
  • Kapur.
  • Paralon/ cincin.
  • Baskom/ Wadah.
  • Drum.
  • Lampu/api spiritus.
  • Air dengan kandungan 60% dan pHmedia diukur.

Langkah- langkah pembuatan baglog.

  • Campurkan semua bahan di dalam baskom lalu aduk hingga semua bahan tercampur rata dan jangan sampai muncul gumpalan.
  • Lalu masukkan bahan tersebut ke dalam plastic, jangan lupa untuk memadatkan bahan agar lognya terbentuk dengan baik. Jangan lupa lubangi ujung bawah log dengan jari agar masak. Hal ini bertujuan supaya log tidak miring. Saat pengisian usahakan tidak terlalu penuh agar lebih mudah saat mengikatnya, sisakan sekitar 15cm.
  • Timbang log. Berat log yang baik itu 1,2kg, jadi usahakan untuk menimbang log agar jamur yang dihasilkan nantinya jug baik.
  • Sisa pada ujung plastic di masukkan ke dalam lingkaran paralon/ cincin lalu dilipat keluar. Setelah itu, ikat plastic menggunakan karet tahan panas.
  • Tutup mulut log menggunakan kapas lalu tutup lagi dengan bahan kertas. Setelah itu ikat dengan karet.
  • Kukus log kurang lebih selama 12 jam. Penghiungannya dimulai saat air di dalam drum mendidih.
  • Angkat log dan diamkan selama 8 jam di ruangan yang tertutup.

3.Penyusunan Baglog.

Ada 2 cara penyusunan baglog yaitu, dengan cara disusun vertical dan horizontal. Cara vertikal adalah cara menyusun yang mana lubang baglog menghadap ke atas, sedangkan horizontal adalah cara menyusun yang mana lubang baglog menghadap ke samping,.

Cara Budidaya Jamur Tiram Putih
Cara Budidaya Jamur Tiram Putih

Kedua cara penyusunan itu memiliki kelemahan dan kelebihannya masing- masing. Contohnya saja, penyusunan secara horizontal itu itu lebih aman saat pnyiraman. Meskipun penyiramannya berlebihan tapi airnya tidak akan masuk kedalam baglog. Selain itu, saat memanen juga lebih mudah. Namun, dalam penyusunannya lebih banyak memakan tempat.

4. Cara Penanaman Bibit.

Berikut beberapa cara penanaman bibit.

  • Lakukan penanaman dengan cepat tapi teliti.
  • Log yang telah diberi bibit ditutup kembali manggunakan kapas.
  • Pada setiap gerakan sendok yang kalian gunakan, panaskan dengan api spiritus.
  • Setiap satu log diberi 3sdm bibit.
  • Buka karet, kertas penutup dan penutup kaaps pada log.
  • Log yang akan diinoklasi diletakkan di depan dekat dengan tangan kiri, agar lebih mudah saat penanaman.
  • Gunakan alcohol 955 untuk menyiram ruangan, saat melakukan penyiramana supaya menggunakan sarung tangan.
  • Masukkan log yang telah ditanami oleh bibit ked alam rak.
  • Penanaman supaya dilakukan di ruangan yang tertutup.
  • Diamkan saja log sampai jamur tumbuh dengan sendirinya.
  • Jika seluruh log sudah ditumbuhi oleh jamur, buka tutup cincin dan kapas yang terletak pada atas log.
  • Agar kelembapan tetap terjaga, setiap log supaya disemprot menggunakan sprayer.
  • Jika jamur sudah tumbuh mekar dan lebar berarti jamur siap dipanen.

5. Pengendalian Hama Dan Penyakit.

Hama dan penyakit dapat menyebabkan gagal panen. Oleh karena itu, sangat penting untuk memperhatikan kebersihan lingkungan tempat budidaya. Kalian bisa menyemprotkan formalin pada area sekitar kumbung secara berkala, agar jamur terhindar dari hama dan penyakit.

6. Proses Pemanenan Jamur Tiram putih.

Cara Budidaya Jamur Tiram Putih
Cara Budidaya Jamur Tiram Putih

Pemanenan biasanya dilakukan saat jamur telah mekar dan lebar. Biasanya 2 minggu setelah baglog dibuka jamur sudah mulai tumbuh dan siap dipanen. Jika masa panen lewat setengah hari saja, maka warna jamur yang tadinya putih akan berubah menjadi kecoklatan dan tudung jamurnya pun akan pecah.

Pemanenan harus dilakukan sesuai jadwal. Jarak antara pemanenan pertama dan berikutnya sekitar 2- 3 minggu. Jika pemanenan tidak sesuai jadwal jamur akan layu dan tidak akan bertahan lama.

Demikianlah cara budidaya jamur tiram putih yang dapat kami berikan.

Leave a Reply