Cerita Pendek Terbaru 2018 : Tak Terkatakan

Posted on

Tak Terkatakan

cerita pendek terbaru : tak terkatakan

 

 

Bukan hal yang biasa bagi sheren di lihat dengan tatapan aneh dari teman teman nya di sekolah. bukan berarti sheren mengidap  suatu penyakit langka yang menyebabkan tatapan itu muncul. Kalau pun iya sheren juga nggak akan sekolah di sekolah biasa nya. Tapi amit amit juga sih. Selain itu sheren terkenal kocak, nggak jarang jadi stand up dadakan di sekolah.

Di balik tatapan itu sheren ngerti banget kalo diri nya emang beda dari anak anak yang sekolah di SMA Megantara ini. Gimana nggak beda, toh, setiap hari sheren pasti ngalamin kejadian yang “nggak banget”.

Ya contoh nya kaya sekarang ini :

Di tas sheren ada hanger nyantol. Sial banget kan?

“kok bisa sih!” decak sheren kelewat kesel karna baru sadar pas masuk ke kelas nya.

“bego kok setiap hari ren?” tanya lizy teman sebangku nya geleng- geleng nggak habis pikir.

Sheren duduk sambil melempar hanger yang nyantol di tas nya tadi sembarang. Muka nya udah merah, nahan malu yang super banget. Males ngomong. Mood sheren udah hancur.

“sheren bangun! Udah jam tujuh!”

Mendengar teriakan kak reza kontan saja membuat sheren bangun sambil pontang panting karna belum semua nyawa nya kumpul. Sheren masuk ke kamar mandi yang ada di kamar nya. Karena telat, sheren Cuma sikat gigi sama cuci muka aja.

“bodo amat, dari pada di hukum pak man” gumam nya masih setengah sadar.

Setelah itu, sheren ganti baju sama nyemprotin rapika banyak banyak supaya nggak ketahuan belum mandi.

“mamaaaaa sheren berangkat ya! Assalamualaikum!” teriak nya sambil berlari keluar rumah dan naik ke motor nya.

Mama yang ada di dapur bengong. “sheren kesurupan apa? Ini masih jam enam.”

Reza ketawa ngakak banget karna berhasil ngerjain sheren. “kesurupan setan kotak (maksud nya HP) kali.”

Sedangkan sheren…

Sembari mengendari motor nya, sheren bersihin belek yang ada di mata nya. “kampret banget, kenapa bisa kesiangan coba?”

Nggak butuh waktu lama, Cuma 15 menit sheren sudah sampai sekolah.

Bingung, gerbang sekolah belum di tutup. “pak man,” panggil sheren ke satpam di sekolah nya yang punya dendam batin sama sheren.

Pak man noleh, natap sheren aneh. “loh! Rajin nya kamu dateng pagi buta.”

Sheren nambah bingung. “emang nya sekarang jam berapa pak?”

“jam enam.” Jawab pak man cuek sambil menyeruput kopi nya. “sering sering dateng awal kaya gini ya.”

Sheren misuh misuh dalem hati. ‘kak reza kampret!’

Sambil menahan emosi nya yang hampir di ubun ubun sheren berjalan sambil menyentak- nyentak tanah menuju kelas nya.

Di tengah perjalanan sheren sadar, hampir semua orang natap sheren.

“sekolah nya semangat amat ren” tawa ucup teman sekelas nya yang paling jail.

“apa sih!” sentak sheren sewot.

Ucup yang tadi nya jalan di samping sheren langsung minggat. “sekolah nggak usah bawa hanger juga keles.”

Mata sheren melebar sambil melirik tas nya.

Sial!

Hanger baju tidur nya nyantol di tas nya.

“NYEBELIN!” jerit sheren karna mengingat kejadian tadi.

Sheren tau kalau dirinya susah banget bangun tidur, tapi kalau cara kak reza bangunin sheren itu nggak lucu sama sekali!

“hei! Siapa yang teriak tadi?”

Hening.

Semua teman teman nya di kelas menunjuk ke arah sheren.

Bu sely, guru matematika yang sensian, menatap sheren tajam. “kamu kira ini kebun binatang. Kalau nggak mau ikut pelajaran saya silah kan keluar!”

Sheren berdiri, lalu berjalan keluar kelas. “ya udah, siapa juga yang mau ikut pelajaran ibu.” Gumam nya saat sudah di luar kelas yang tentu tidak terdengar bu sely.

Samar, tapi sheren mendengar kekehan teman sekelas nya.

Berdiri di depan kelas karna jeritan nya tadi. Ini kali pertama sheren di hukum.

Sheren mengintip lewat jendela kelas menatap lizy dengan wajah memelas.

Lizy terkekeh dan berkata tanpa suara “sabar.”

Sheren menggeleng. “bu sely galak.”

Lizy tertawa pelan. “kayak macan.”

“kenapa kamu lizy?” tanya bu sely yang kontan membuat sheren dan lizy mau tidak mau memutus percakapan tanpa suara itu terputus.

“nggak papa bu,” jawab lizy panik.

Sheren tertawa melihat nya lalu mengalihkan pandangan nya dari jendela.

Karna bosan tidak ada yang di kerjakan, sheren memutuskan menuju ke UKS untuk tidur di sana saja. Lumayan kan, hilangin kejengkelan hari ini.

Baru setengah jalan, bahu sheren bertabrakan dengan seseorang.

“duh,” ringis sheren pelan.

“sorry.”

Sheren menatap di penabrak. “vita.”

“eh, kamu ren.” Vita terkekeh. “aku kira siapa.”

Wajah sheren mengeras seketika. “kamu sengaja kan?”

“sengaja? Ya ampun ren, kenapa bisa kamu nganggep gitu?” tanya vita sambil tersenyum geli.

Sheren mendengus, lalu berjalan meninggalkan vita.

Vita mencekal tangan nya. “mau kemana sih? Buru buru banget.”

Sheren menyentak tangan nya kasar. “bukan urusan kamu!”

“kenapa? Aku cuma nanya, badut megantara.”

Kontan, sheren memutar langkah nya. Kembali berhadapan dengan vita. Tangan nya mencengkram kerah seragam vita kuat. “hidup ku nggak sebercanda itu, sialan!” sentak nya sambil mendorong vita kasar. Hingga vita menyentuh lantai.

Lalu meninggalkan vita.

Tangan sheren masih terkepal. Sangat kuat. Hingga buku buku jari nya memutih. Mata nya pun mulai berkaca- kaca.

Sheren bohong tentang hidup nya yang kelihatan penuh humor.

Nyata nya semua itu hanya topeng yang menutupi kekesalan sheren terhadap orang orang yang menganggap nya ‘bercandaan’. Di balik tingkah konyol dan tawa nya sheren juga menyimpan banyak perasaan sedih. Tidak di hargai dan di sepelekan.

dan vita, adalah satu satu nya orang yang mengerti kenapa sheren seperti ini.

tapi seiring nya berjalannya waktu, sheren mulai terbiasa dan menahan nya selama yang sheren bisa biarpun…

tak terkatakan.

 

yang hanya bisa sheren lakukan hanya diam

dan tenang menghadapi cobaan

yang di sentak oleh dendam

dan ribuan pecahan.

 

biarpun kasat dan tak teraba

nyata nya sesak ini begitu menyiksa

tapi biarlah, sheren bisa bangkit

walaupun terus sakit

Leave a Reply