teknik Budidaya Belut
teknik Budidaya Belut

Babarapa Teknik Budidaya Belut Lengkap bagi Pemula

Posted on

Belut adalah hewan air yang masuk dalam kelompok ikan. Namun, belut berbeda dengan ikan lainnya, belut bisa hidup di dalam lupur dengan air yang sedikit. Belut mampu bertahan pada kondisi tersebut karena belut mempunyai dua system pernapasan.

Jenis belut yang terkenal adalah belut sawah (monopterus albus) dan dikenal juga belut rawa (syinbranchus bengalensis). Perbedaan yang paling mencolok adalah bentuk tubuhnya. Belut sawah mempunyai bentuk tubuh pendek dan gemuk, sedangkan belut rawa bentuk tubuhnya panjang dan ramping.

Teknik Budidaya Belut
Teknik Budidaya Belut

Belut mempunyai banyak manfaat untuk kehidupan manusia, diantaranya; belut bisa dijadikan lauk ataupun cemilan, selain itu belut juga mengandung vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh manusia.

Belut mempunyai rasa daging yang kenyal dan gurih sehingga membuat ketagihan bagi yang mengonsumsinya. Jadi tidak heran kalua pemesanan belut meningkat dipasaran. Nah, meningkatnya pemesanan ini bisa anda jadikan sebagai peluang usaha. Berikut kami akan memberikan beberapa teknik budidaya belut lengkap bagi pemula.

Cara Budidaya Belut.

1. Menyiapkan Tempat Ternak Belut.

Hal pertama yang harus dilakukan untuk budidaya belut adalah menyiapkan tempat untuk ternak belut. Ada banyak tempat untuk ternak belut yang bisa kalian manfaatkan. Tapi, setiap tempat itu pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya masing- masing.

  a. Kolam Terpal.

Teknik Budidaya Belut
Teknik Budidaya Belut

Ukuran terpal yang digunakan itu sesuai dengan jumlah belut yang akan dibudidayakan. Ukuran ideal terpal yang digunakan adalah 50- 100 ekor/ m perseginya.

Perlu diketahui baha belut itu mengeluarkan lender jika lendir itu menumpuk banyak maka akan merusak kualitas air. Kualitas air yang rusak harus diganti dengan air yang kualitasnya masih bagus. Kalian bisa melakukan sipon atau menyedot air dibagian bawah lalu mengisinya lagi dengan air yang baru.

Cara lain untuk mengganti air adalah membuat saluran pembuangan air dibagian tengah kolam tepal. Kalau dalam budidaya ini dikenal dengan istilah sistem center drain.

b. Drum atau Tong.

Teknik Budidaya Belut
Teknik Budidaya Belut

Kolam dari drum atau tong menggunakan media Jerami padi, pupuk TSP, kompos, lumpur kering dan mikroorganisme stater. Media pertumbuhan belut merupakan salah satu kunci kesuksesan bagi para peternak belut. Berikut ini cara dan tips untuk membuat media tumbuh menggunakan drum atau tong.

  • Bersihkan drum atau tong, terutama pada baagian dalamnya.
  • Lubangi drum dengan bentuk memanjang.
  • Letakkan drum atau tong di tanah yang datar, jangan lupa untuk memberikan pengganjal pada sisi kiri dan kanannya agar drum tidak menggelinding.
  • Jangan lupa untuk membuat saluran pembuangan air pada bagian bawah drum atau tong.
  • Dan buatlah peneduh agar belut tidak kepanasan dengan sinar matahari.
  • Lapisi drum dengan jerami tebalnya sekitar 50cm lalu siram jerami dengan mikroorganisme stater 1ml per drumnya.
  • Selanjutnya beri pupuk kompos atau bisa juga menggunakan pupuk kandang atau pupuk kompos setinggi 5cm.
  • Dan untuk lapisan yang terakhir tuangkan lumpur kering yang telah dicampur pupuk TSP 50kg setinggi 25cm.
  • Dan terakhir masukan air setinggi 15cm kedalam drum. Lalu biarkan selama 2 minggu karena harus melalui proses fermentasi. Setelah 2 minggu baru masukkan belutnya.

 c. Bak Semen.

Teknik Budidaya Belut
Teknik Budidaya Belut

Bak semen adalah tempat budidaya selanjutnya. Bak semen bisa dibilang sebagai bak permanen. Untuk membuat bak semen atau permanen membutuhkan biaya yang cukup besar. Saat membuatnya juga jangan sampai lupa untuk membuat saluran pembungan airnya.

     d. Bak fiber.

Bak fiber juga dapat dijadikan tempat budidaya tapi untuk membuatnya juga membutuhkan dana yang cukup besar.

2. Pemilihan Bibit Belut.

Untuk pemilihan bibit belut, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu;

  • Pilih bibit belut yang bebas dari luka dan penyakit.

Saat memilih bibit jangan sampai memilih bibit yang terluka dan sakit. Karena belut yang terluka dan sakit itu akan menularkannya pada belut yang lainnya. Jadi, pilihlah bibit belut yang benar- benar bagus.

  • Pilih belut yang tidak lemas saat dipegang.

Belut memiliki tubuh yang keras. Saat memilih bibit pilihlah belut yang tubuhnya keras, jangan sampai memilih bibit belut yang tubuhnya lembek.

  • Pilihlah belut yang ukuran tubuhnya seragam.

Ukuran belut yang seragam itu cukup penting karena mempengaruhi pada makannya. Jika ada belut yang lebih besar biasanya makannya lebih mendominan sehingga yang besar semakin besar sedangkan yang kecil lama besarnya.

Teknik Budidaya Belut
Teknik Budidaya Belut

 3. Jumlah Tebar Belut Yang Ideal.

Untuk tumbuh optimal, belut membutuhkan tempat space yang cukup. Jika tempat spacenya kurang pertumbuhan belut akan lambat bisa jadi ukuran belutnya menjadi kerdil, selain itu airnya juga menjadi lebih cepat rusak.

Usahakan saat menebar benih dilakukan dipagi atau sore hari agar belutnya tidak stress. Untuk bibit yang diperoleh dari tangkapan supaya dilakukan karantina terlebih dahulu selama 1- 2 hari. Saat karantina letakkan belut di air bersih yang mengalir jangan lupa untuk mengontrol sirkulasi air dengan seksama.

Saat proses karantina belut diberi makan kocokan telur. Jangan lupa untuk mengatur kedalaman air. Air yang terlalu dalam membuat belut banyak bergerak untuk mengambil oksigen sehingga belut menjadi kurus.

4. Memberi Pakan.

Sebaiknya berikan pakan belut 5- 20% dari boot tubuh per hari. Usahakan pakannya tercukupi agar belut tidak menjadi kanibal. Pakan bisa diberikan pada sore dan malam hari. Belut bisa dipakani dengan cacing lor, cacing merah, cacing lumbricus, ikan care, ikan cithol, ikan guppy, anakan ikan mas, lambung katak keong, berudu dan masih banyak lagi.

5. Pemanenan Belut.

Belut bis dipanen setelah 3- 4 bulan dengan bobot rata- rata sekitar 3- 5 ekor perkilonya seharga 32.000 perkilonya. Ukuran panen itu tergantung pada permintaan pasarnya. Untuk keuntungan sendiri kita bisa mengkalkulasikannya dengan seluruh biaya operasional dan modal yang telah kita gunakan.

Itulah beberapa teknik budidaya belut lengkap untuk pemula. Semoga teknik- teknik ini bisa bermanfaat. Selamat mencobanya.

Leave a Reply