Kehidupan Manusia Purba
Kehidupan Manusia Purba

Jenis-Jenis Manusia Purba yang Ada di Indonesia

Posted on

Manusia Purba adalah manusia yang pernah hidup di dunia sebelum ditemukan nya tulisan, mereka bersifat  “Nomaden” yang artinya mereka hidup dengan cara berpindah-pindah dari tempat ke tempat, dan hidup nya manusia purba sangat bergantung dengan alam, bahkan makanan ,tempat tinggal dan pakaian yang mereka kenakan pun diperoleh dari alam.

Seorang peneliti yang bernama Eugene Dubois yang berasal dari Belanda telah meneliti di Indonesia adanya manusia purba sejak abad ke 18 Masehi. Penelitian tersebut dilakukan dikarenakan agar mengetahui jenis-jenis manusia purba yang ada di Indonesia yang dibuktikan dengan ditemukan nya fosil-fosil dari manusia purba itu.

Di Indonesia ada 10 hasil penemuan fosil  manusia purba, antara lain :

  • Meganthropus Paleojavanicus
  • Pithecanthropus Erectus
  • Pithecanthropus Soloensis
  • Pithecanthropus Mojokertensis
  • Homo Soloensis
  • Homo Erectus
  • Homo Floresiensis
  • Homo Habilis
  • Homo Wajakensis
  • Homo Sapiens
Penelitian Manusia Purba
Penelitian Manusia Purba

Berikut beberapa penjelasan nya :

  • Meganthropus Paleojavanicus

Manusia purba ini berasal dari Jawa , sesuai dengan namanya manusia purba ini memiliki tubuh yang besar atau sering disebut manusia raksasa ,  diperkirakan manusia purba ini menjadi manusia tertua di Jawa dan bahkan di Indonesia dan ini termasuk fosil manusia purba yang paling primitif.

Meganthropus  Paleojavanicus  ini  ditemukan oleh peneliti  Belanda yang bernama Van Koenigswald di daerah Jawa Tengah yaitu tepatnya di daerah Sangiran pada tahun 1936 Masehi.  Meganthropus  Paleojavanicus  di perkirakan berumur 1-2 juta tahun pada saat masa penelitian. Fosil yang diemukan oleh Van ini tidak ditemukan dengan lengkap tetapi terpisah-pisah dan tidak lengkap.

  • Pithecanthropus Erectus

Eugene Dubois adalah penemu Pithecanthropus Erectus  yang awalnya ia ingin mengadakan penelitian di daerah Sumatra Barat tapi nihil, ia tidak menemukan apapun disana , akhirnya ia beinisiatif untuk melakukan penemuan di daerah Jawa dan ternyata benar ketika dia berada di Desa Trinil Kabupaten Ngawi tepatnya pada tahun 1891 ia menemukan fosil Pithecanthropus Erectus. Dan Pithecanthropus Erectus adalah manusis kera yang berjalan tegak.

Menurut penelitian yang di lakukan oleh Eugene , Pithecanthropus Erectus ini hidup dengan cara berburu, mengumpulkan makanan dan hidup secara nomaden (berpindah-pindah).

  • Pithecanthropus Soloensis

Pithecanthropus Soloensis ini ditemukan oleh Von Koenigswald dan juga Oppernoorth ditempat yang berbeda  yaitu di Ngandong, Bengawan Solo dan di Sangiran pada tahun 1931-1933. Fosil yang ditemukan berupa tengkorak dan tulang kering.

Di Indonesia Pithecanthropus Soloensis ini memiliki umur yang bervariasi karena di ukur dengan umur lapisan tanah yaitu berkisar 30.000 sampai  1 juta tahun yang lalu. Di kehidupan nya mereka memanfaatkan kayu dan batu untuk membuat peralatan. Contoh : kapak genggam dari batu, dll.

  • Pithecanthropus Mojokertensis

Pithecantrophus Robustus  adalah nama lain dari Pithecanthropus  Mojokertensis . Von Koenigswald menemukan manusia purba ini  di Jetis dekan Kota Mojokerto yang berupa fosil tulang tengkorak anak-anak. Pada tahun 1936 Weidenrich menemukan kembali fosil tengkorak anak yang dinamakan Pithecantrophus Robustus didaerah Lembah Sungai Brantas, Desa Jetis, Mojokerto

  • Homo Soloensis

Homo Soloensis ditemukan di Ngandong, Lembah Bengawan Solo dan penemunya adalah Von Koeningswald dan Weidenrich pada tahun 1931-1934. Manusia purba Homo Soloensis ini sudah hidup 900.000 hingga 300.000 tahun yang lalu.

Di dalam kehidupan Homo Soloensis sudah lebih baik karena adanya bermacam-macam peralatan untuk bertahan hidup dan menurun Von dan Weidenrich Homo Soloensis sudah memiliki tingkatan yang lebih unggul dari pada Pithecanthropus Erectus.

  • Homo Wajakensis

Fosil ini ditemukan oleh Eugene Dubois di daerah Wajak, Tulungagung tepat nya pada tahun 1889. Yang ditemukan hanyalah tulang tengkorak, rahang bawah dan beberapa tulang leher, Homo Wajakensis ini merupakan nenek moyang dari Ras Australoid yang bisa dikatakan penduduk asli Australia.

  • Homo Floresiensi

Tim Arkeologi  gabungan dari Puslitbang Arkeologi Nasional Indonesia dan University Of New England Australia pada tahun 2003 melakukan penggalian Liang Bua, Flores menemukan jenis manusia purba yang yang sering disebut Homo Floresiensi. Ketika penggalian mulai mencapai  kedalaman diperkirakan 5 meter, tim Arkeologi menemukan kerangka mirip manusia dengan ukuran kerdil yang masih baik keadaan nya, belum berubah menjadi sebuah fosil . Dan diperkirakan hidup kira-kira 94.000-13.000 tahun sebelum Masehi.

  • Homo Sapiens

Dari perkembangan  Homo Soloensis dan Homo Wajakensis lebih lanjut maka sering disebut dengan Homo Sapiens, dan manusia purba ini bisa dikatakan hidup nya lebih sempurna. Karena, homo Sapiens sudah bisa berfikir walaupun pikiran nya maih sangat sederhana. Maka dari itu disebut dengan Homo Sapiens yang bermaksud manusia yang cerdas, diperkirakan hidup nya 40.000 tahun yang lalu setelah adanya penelitian.

Demikian ulasan mengenai jenis-jenis manusia purba yang ada di Indonesia. Dengan adanya artikel ini diharapkan dapat berguna dan bermanfaat untuk pengunjung blog ini. sekian dan terima kasih.

Leave a Reply