kebun-raya-bogor
kebun raya bogor yang populer

Berkembangnya Kebun Raya Bogor

Posted on
kebun-raya-bogor-2
taman kebun raya bogor

Kota hujan ini memang terkenal dengan tempat-tempat wisata yang popular dan menarik. Salah satunya adalah Kebun Raya Bogor. Kebun Raya Bogor merupakan Kebun Botani Besar yang ada dikota Bogor, luasnya mencapai 87 hektar dan memiliki 15.000 jenis koleksi pohon dan tumbuhan. Kebun Raya Bogor resmi mulai dibangun tahun 1817. Saat ini Kebun Raya Bogor ramai dikunjungi sebagai tempat wisata, terutama pada hari minggu dan hari libur.

Kebun raya bogor mulanya merupakan hanya hutan buatan atau taman buatan yang paling tidak tekah ada pada pemerintahanya sri baduga maharaja (prabu siliwangi, tahun 1474-1513) dari Kerajaan Sunda. Sebagaimana yang sudah tertulis pada Prasasti Batutulis. Kebun raya bogor saat itu di bangun dengan tujuan untuk menjaga lingkungan sebagai tempat memelihara benih benih kayu langka.  Disamping itu tredapat ‘’Samida” yang dibuat untuk membatasi daerah antara Cianjur dan Bogor (Hutan Ciung Wanara).

Pada awal tahun 1800-an Gubernur Jendral Thomas Stamford Raffles, yang mendiami Istana Bogor dan memiliki minat besar dalam mengembangkan botani. W.Kent, yang ikut membangun kew garden di London, Raffles menyulap halaman istana menjadi taman bergaya Inggris klasik. Inilah awal mula Kebun Raya terbentuk dan sampai sekarang. Pada tahun 1814 Olivia Raffles (istri dari gubernur jendral Thomas Stamford Raffles) meninggal karena sakit dan dimakamkan di Batavia. Sebagai pengabdian, monument untuknya didirikan  di kebun Raya Bogor.

Pada tanggal 30 mei 1868 Kebun Kaya Bogor resmi terpisah dari pengurusanya dengan halaman Istana Bogor. Pada mulanya kebun ini dibangun untuk bahan percobaan bagi tanaman perkebunan yang akan diperkenalkan ke Hindia-Belanda (Indonesia). Namun dengan perkembangnya waktu kebun raya menjadi tempat penelitian ilmuan pada zaman itu (1880 – 1905).

Dengan berjalanya waktu kebun raya mengalami perkembangan yang berarti dibawah Kepemimpinanya Dr.Carl Ludwig Blume (1822), JE.Teijsmann dan Dr.Hasskarl (zaman gubernur Jendral Van Den Bosch), JE. Teijsmann dan Simon Binnendijk, Dr. R.H.C.C Scheffer (1867), Prof. Dr. Melchior Treub (1881), Dr. Jacob Christiaan Koningsberger (1904), Van Den Hornet (1904), dan Prof. Ir Koestono Setijowirjo (1949), Dia adalah satu-satunya orang Indonesia yang pertama menjabat suatu pimpinan lembaga penelitian yang bertaraf Internasional.

Demikian info yang dapat saya berikan, semoga bermanfaat bagi Anda.

Gravatar Image
Hay sobat, nama panjang saya Dwi Eksanti aka Desi, hidup itu berjuang tapi jangan pernah perjuangkan sesuatu yang tidak dapat di perjuangkan, stay cool pada jalanmu karena jalan yang di pilih diri sendiri itu bukti bahwa kamu "BISA DAN MAMPU". jangan lupa bahagia nggeh

Leave a Reply