Yuk Flashback Untuk Mendalami Cerita Nabi Musa Dengan Firaun

Posted on

Apa kabar sahabat gedubar.com kembali lagi di artikel saya.saya disini akan berbagi ilmu tentang kisah nabi , khusunya cocok untuk anda semua yang ingin tau bahkan sangat penasan tentang apa yang terjadi di zaman dahulu.

Tepatnya dizaman Nabi Musa yang berhasil melawan Raja Firaun.

Disini Nabi Musa dilahirkannya di kota Mesir. Dikala itu di negeri mesir tersebut sudah diperintah oleh raja yang sangat sombong, kejam, jahat bahkan dia mengaku bahwasannya dirinya itu adalah Tuhan yang mempunyai langit dan seisinya ini.

Semua rakyat yang ada di zaman itu sangat takut dan bahkan tunduk patuh kepada raja tersebut. Disitu tidak ada yang berani membantah perintahnya. Raja tersebut tak segan-segan menyakiti bahkan sampai membunuh orang yang berani menentangnya. Ada yang tau nama dia siapa? Yaps benar sekali, dia adalah seorang raja Firaun.

Dan disaat negeri Mesir sudah diambil alih oleh Nabi Ayyub dan Nabi Yusuf,dikala negeri mesir sudah di ambil alih oleh Nabi Yusuf dan Nabi Ayyub dalam kehidupan amatlah aman sejahtera. Tapi , semenjak datanganya kaum Bani Israil dan akhirnya negeri tersebut beralih kuasa kepada Raja Firaun, banyak sekali dari penduduk yang ada di kota Mesir sangat merindukan zaman Nabi Yusuf. Tapi mereka yakin bahwasannya suatu saat akan datang orang seperti sosok Nabi Yusuf.

 

Orang-orang yang hebat di kala itu,ya termasuk peramal sempat membicarakan tentang sesosok leleki yang akan meruntuhkan kekuasaan Raja Firaun. Dia merasa khawatir dan sangat takut akan kekuasaannya, maka dari itu Firaun memerintahkan kepada semua pengawalnya yang ada di kerajaannya agar membunuh setiap bayi laki-laki yang lahir. Saat begitulah , Nabi Musa dilahirkan.

Ada seorang ibu, yang bernama Yokabid, sangat takut dan bahkan khawatir akan bayi laki-laki yang sempat dilahirkannya. dia tidak mau bayinya akan dibunuh. dia adalah seorang yang sangat beriman kepada Allah dan juga percaya bahwasannya Allah akan menolong bayinya. Hingga suatu hari dia menerima perintah dari Allah untuk membuat Tabut atau kotak kecil. Lalu Yokabid harus meletakkan bayinya di kotak itu dan menghanyutkannya ke sungai yang bernama sungai Nil. Meski khawatir dan takut, tapi dia yakin bahwa akan datang pertolongan Allah, pasti bayinya akan diselamatkan-Nya.

Diwaktu cemas dan bahkan khawatir terus melanda, Yokabid pun selalu berdoa untuk keselamatan sang bayinya. Allah pun senantiasa menepati janji-Nya. Akhirnya bayi itu pun selamat dan sempat ditemukan oleh perempuan yang bernama Asiah,dia adalah istri Raja Firaun. Disaat itu juga, dia sedang duduk di pinggiran sungai Nil dan dia melihat sebuah tabut atau kotak dan dia mendengar bayi menangis. Segera dia memerintahkan kepada pengawalnya untuk mengambilnya dan membawanya pulang ke istana.

Raja Firaun pun mengetahui istrinya menemukan sang bayi laki-laki. Dia pun ingin membunuhnya. Tapi istrinya begitu sangat sayang dan cinta kepada bayi yang dia temukan. Dia pun memeluk erat sang bayi itu untuk melindunginya. Lalu Raja Firaun pun luluh dan bahkan berpikir panjang untuk menyenangkan istrinya. dia tak jadi membunuh bayi yang di temukan istrunya tersebut.

Lalu Asiah pun merawat dan menjaga sang bayi tersebut. Dia sangat kebingungan saat bayi yang di temukannya itu terus menangis. dia mengumpulkan ibu-ibu yang juga memiliki anak gunanya untuk menyusui bayi yang di temukan nya.

Dan disaat telah selesai dalam masa anak-anak, bayi tersebut pun tumbuh sebagai sesosok pemuda yang bertubuh kekar dan kuat. Lalu dia pun kembali ke istana Raja Firaun. Tidak hanya kuat, dia pun juga adalah sesosok pemuda yang pemberani dan tentunya juga baik hati. dia tidak suka melihat penindasan atau kekerasan. Dia pun juga tidak suka dengan pakaian yang mewah ala pakaian yang ada di kerajaan. Bahkan dia juga menentang kekejaman dan bahkan penindasan yang diperintah oleh Raja Firaun. Lalu bayi tersebutlah sosok yang akan meruntuhkan kekuasaan Raja Firaun. Ada yang tau namanya? Yah, dia adalah Nabi Musa, utusan dari Allah untuk mengakhiri kekejaman Raja Firaun.

Raja Firaun pun bersekongkol dengan pembesar-pemsesar yang ada di negeri. Dia pun memusuhi dan sangt membenci Nabi Musa. Mereka pun hendak menghancurkan Nabi Musa. Dan berkat mendengar desas-desus itu, Nabi Musa pun memtuskan untuk lari. dan kabur ke sebuah negeri tepatnya di tempat Nabi Syu’aib tinggal, atau di Madyan.

Dan setelah Nabi Musa pun melunasi kesepakatan dan perjanjian dengan Nabi Syu’aib, dia juga memutuskan untuk segara pulang. Dia pun pulang ke negerinya bersama istrinya, anak Nabi Syu’aib. Dan disaat di perjalanan, dia pun bertemu Allah dan diberikan kepadanya beberapa mukjizat yang gunanya untuk menghadapi Raja Firaun. Mukjizat tersebut adalah tongkat yang mampu berubah menjadi ular yang raksasa dan juga telapak tangan yang bercahaya.

Disaat telah sampai di negeri Mesir, dia pun menghadap raja Firaun. Nabi Musa tak sendirian, dia juga ditemani oleh saudaranya yang bernama Harun yang jauh lebih pandai berbicara. Perdebatan pun terjadi dan Nabi Musa pun menunjukkan kekuasaan Allah yang di berikan kepadanya melalui mukjizat. Raja Firaun pun ketakutan dan mulai tibul rasa goyah. Dia pun menantang Nabi Musa untuk bertanding dengan ahli sihir yang ada di negeri tersebut.

Ketika hari yang sudah ditentukan datang. Para penyihir pun datang dan sangat banyak untuk mengalahkan Nabi Musa. tapi, ternyata mereka para penyihir pun kalah dan juga menyatakan bahwa mereka beriman terhadap ajarannya Nabi Musa. Dan adanya Melihat hal tersebut, amarah Raja firaun pun merajalela. Dia pun juga mengajak rakyatnya yang patuh dan tunduk padanya untuk juga menghancurkan dan bahkan mencegah orang-orang Nabi Musa.

Dan moment kejar-kejaran pun antara Nabi Musa dan Firaun terjadi. Seluruh pengikut Nabi Musa pun lari ketakutan dan akirnya mengikuti Nabi Musa. Mereka menjerit ketakutan, mereka pun berdoa dan berharap kepada Allah akan menyelamatkan mereka. Pasukan Raja Firaun pun berbondong-bondong untuk menyerbu Nabi Musa beserta pengikutnya. Dan sesampainya di pinggiran lautan, kebahagiaan pun nampak di raut muka Raja Firaun dan para pasukannya.

Dan ketika Raja Firaun dan pasukannya telah sampai di pinggiran laut. Mereka pun juga ikut melihat pemandangan yang amat sangat menakjubkan. Meski begitupun, mereka semua tetap tidak percaya akan kekuasaan Allah dan tetap mengejar Nabi Musa serta pengikutnya yang telah lari dan melewati lautan.

Ketika itulah Nabi Musa dan para pengikutnya pun sampai di tepi lautan yang ada disisi lain, tetapi mereka melihat Raja Firaun dan bala tentaranya pun mengejar melewati jalan yang telah mereka lewati. tetapi, Allah SWT pun berkehendak lain terhadap Raja Firaun dan bala tentara kafirnya itu. Lautan yang terbelah pun mulai menutup. Ombak yang dari sisi kanan dan kiri laut telah menghantam Raja Firaun dan bala tentaranya.

Maka mereka pun tenggelam tertelan ombak yang ada di laut tersebut. Mereka pun mengapung dan meminum ar lautan tersebut hingga sangat banyak. Allah SWT pun membinasakan kepada mereka yang kafir dan hendak menyelamatkan yang beriman saja. Raja Firaun pun tewas beserta bala tentaranya. Orang-orang yang beriman pun sampai ke pantai yang sangat tenang. Mayat Firaun pun dijadikan Mumi oleh orang-orang Mesir tersebut. Mereka pun membawanya ke lembah raja-raja dan hendak menguburkannya dalam sebuah kuburan batu.

sekiranya cukup segini saja ya cerita Nabi Musa dengan Firaun. Saya haturkan maaf apabila ada salah dalam penulisan ataukah ada kata yang tidak enak di hati anda. Dari saya cukup sekian dan terima kasih dan semoga bermanfaat.

Leave a Reply