budidaya ikan nila
budidaya ikan

Cara Budidaya Ikan Nila Yang Mudah Bagi Pemula

Posted on

Di era yang semakin maju ini, tak ayal bila bisnis makin lama makin aneh dan unik saja. Sehingga kesempatan untuk mendapatkan uang semakin lama semakin rumit karena banyaknya pesaing yang bertebaran di luar sana. Namun dengan berkembangnya zaman, tak jarang juga ada orang yang memanfaatkan kecanggihan tersebut menjadi sebuah bisnis yang berpeluan besar bagi investasi masa depan.

Selain bisnis yang berpeluang besar melalui kecanggihan zaman, ada juga bisnis yang dapat kita coba dengan cara melihat hobi pada diri kita. Sebagai manusia biasa tentunya wajar bila kita memiliki rasa ketertarikan pada suatu hal tertentu atau biasa kita sebut dengan hobi, hobi adalah suatu hal yang membuat seseorang merasa minat pada sesuatu hal tersebut. Bahkan tak jarang orang di luar sana yang menylurkan hobinya menjadi suatu hal yang dapat di kembangkan untuk bisnis dan dapat menghasilkan pundi-pundi uang yang lumayan besar untungnya sebagai salah satu investasi masa depan.

Sebagai seorang pengusaha memang banyak sekali hal yang harus siap kita hadapi nantinya, karena belum tentu yang namanya usaha bisa langsung mekar bak bunga melati. Namun tak jarang kita menjumpai para pengusaha di luar sana yang telah berhasil menyalurkan hobinya menjadi  bisnis yang sukses. Hal ini pun di buktikan dengan terus lahirnya para pengusaha muda dari nusantara yang mampu bersaing di kacah international.

Berbicara tentang usaha, maka kita dapat memulai usaha kita dengan menyalurkan hobi kita menjadi sebuah peluang usaha sebagai investasi masa depan. Sebut saja budidaya ikan nila, tapi eits sebelum cerita tentang budidaya ikan nila maka kurang afdhol bila belum tau asal-usul ikan nila ini, mari kita kupas cerita singkat mengenai ikan ini.

Ikan nila adalah ikan air tawar yang biasa di sebut dalam bahasa latin sebagai “ Oreochromis Niloticus atau Oreochromis Sp “ karena ia mengerami telur dan lava pada mulutnya. Habitat aslinya adalah Uganda lebih tepatnya pada sungai nil, namun lama-kelamaan seiring ikut campur tangan manusia untuk menyebarkanya maka, sekarang ini ikan nila telah tersebar luas ke berbagai negara yang memiliki iklim tropis dan sub tropis seperti Indonesia ini. Sehingga ikan ini dapat berkembangbiak dengan baik.

Dengan berhasilnya pengembangan ikan nila di bumi pertiwi ini, maka banyak sekali orang-orang yang memiliki ambisi untuk membudidayakanya sebagai salah satu cara penyaluran hobinya. Maka sudah tak ayal lagi apabila kita berjumpa dengan orang yang membudidayakan ikan nila ini, apalagi di kalangan pedesaan atau area yang memiliki pengairan air mumpuni.

Secara umum ikan nila dapat kita jumpai di perairan air tawar seperti sungai, danau, waduk dan rawa-rawa dengan suhu berkisar 25-30 celcius dengan kadar pH air sekitar 7-8. Untuk pakanya ikan nila ini memang tergolong gampang karena ia adalah ikan bertipe omnivore. Ketika hidup di alam liar maka makanan alaminya adalah plankton, tumbuhan air dan berbagai hewan kecil lainya. Jika di budidaya atau di pelihara maka makanan ikan ini harus memiliki standart kandungan protein sekitar 25%. Jangan takut kemahalan karena biaya budidaya ikan ini termasuk relative mura meriah. Karena untuk membeli pakan yang mengandung protein sekitar 25% ini cukup murah dan gampang di carinya dari pada pakan ikan mas atau lele yang relatif mahal biayanya.

Sebelum anda menyalurkan hobi anda melalui budidaya ikan ini maka anda harus siap mental terlebih dahulu. Selain itu anda juga harus menyiapkan pakan ikan, kolam ikan, benih ikan ( kualitas unggul ) dan juga obat penangkal resiko terjangkitnya penyakit pada si ikan nantinya.

  1. Pemilihan benih ikan nila.

pemilihan benih ikan nila

Pemilihan benih adalah sessi yang paling penting karena sangat berpengaruh sekali pada sukses atau tidaknya si ikan kita budidayakan nantinya. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal maka saya sarankan anda harus memilih benih ikan jantan. Karena pertumbuhan ikan nila jantan memiliki prosentase 40% lebih besar dari ikan nila betina.

Bila anda ingin berbudidaya ikan nila dengan maksimal maka pilih;lah ikan nila yang monosex ( kelamin semua ) karena akan lebih produktif di banding dengan cara campuran. Karena pada dasarnya ikan nila memiliki sifat gampang melakukan pemijahan ( Perkawinan ). Sehingg bila kita melakukan pembudidayaan ikan nila dengan cara campuran hanya akan membuang-buang energy ikan dan efeknya pertumbuhan bobot atau berat ikan akan ikut terhambat.

  1. Proses persiapan kolam budidaya ikan nila.

kolam ikan dari tanah

Secara umum banyak sekali pilihan media yang dapat di gunakan untuk melakukan budidaya ikan nila ini seperti dengan menggunakan kolam semen, kolam tanah, jarring terapung, dan tambak air payau. Namun kebanyakan para peternak ikan nila lebih banyak memilik kolam dengan kolam tanah karena biaya pembuatanya relative murah dan dapat memberikan makanan alami pada si ikan pada dasar kolam seperti cacing, lumut,tumbuh-tumbuhan, plankton, dll. Sehingga dapat meminimalisir baiaya pembelian pelet dan makanan tambahan buatan.

Di sini saya akan membahas pembuatan kolam dengan media tanah, maka memerlukan beberapa langkah sebagai berikut, yaitu proses penjemuran alami, pembajakan tanah, pengapuran, pemupukan dan pengairan. Lebih lengkapnya mari simak di bawah ini:

  • Persiapan penataan kolam tanah.

Langkah paling awal sebelum kola di gunakan adalah mengeringkan kolam terlebih dahulu dengan cara di jemur secara alami ( dengan sinar matahari ). Penjemuran biasanya di lakaukan selama 3-7 hari, hal ini di karenakan kondisi cuaca yang terkadang tidak menentu. Berhentilah melakukan penjemuran ketika si tanh tidak terlalu kering, kira-kira jika di injak masih menimbulkan bekas sekitar 1-2 cm.

  • Langkah ke dua, bajak dan juga cangkul permukaan tanah kurang lebih dengan kedalaman 10 cm. Usahakan seterilkan sampah, kerikil, dll dari dasar kolam. Hal ini di lakukan agar kebersihan kolam dan kualitas air di dalam kolam tetap terjaga dengan baik.
  • Langkah ke tiga periksa kadar ke asaman tanah, bila kadar ke asaman di bawah 7-8 maka lakukan pengapuran pada tanah. Kapur yang di gunakan adalah kapur dolomite atau kapur pertanian untuk takaran atau dosis di sesuaikan dengan keadaan keasaman tanah. Jika tanah memiliki kandungan ke asaman atau pH 6 maka tambahkan 500 kg/ha, pH 5-6 maka sebanyak 500-1500 kg/ha, dan untuk pH 4-5 beri sebanyak 1-3 ton/ha. Aduk kapur secara merata pada tanah dan usahakan sampai meresap sedalam 10 cm, lalu diamkan dan tunggu selama 2-3 hari.
  • Langkah ke empat yaitu melakukan pemupukan.Sebaiknya gunakanlah pupuk alami yaitu pupuk organi dapat menggunakan pupuk kompos atau pupuk kandang, karena dapat membantu mengembalikan kesuburan alami si tanah. Untuk takaran atau dosisnya adalah 1-2 ton perhektar, pupuk harus di tebar merata pada dasar kolam. Setelah proses penyebaran selesai maka tunggu 1-2 minggu. Jika di rasa perlu di tambah pupuk maka tambahkanlah pupuk non organic ( pupuk kimia ) berupa pupuk urea beri 50-70 kg/ha dan juga TSP 25-30 kg/ha, lalu tunggu dan diamkan 1-2 hari. Sebenarnya pemupukan ini berguna untuk memberikan nutrisi pada tumbuhan renik dan hewan yang ada pada kolam, sehingga dapat memberikan pakan alami pada si ikan nantinya.
  • Langkah ke lima, genangi kolam dengan air. Isi kolam dengan air sedalam 10-20 cm. lalu diamkan kolam selama 3-5 hari, hal ini di lakukan agar ketika di diamkan selam itu, tumbuhan di dasar kolam dapat tumbuh dengan bantuan sinar matahari. Setelah itu isilah kolam dengan air sampai 60-75 cm.
  1. Proses penebaran benih si ikan nila.

bibit ikan nila

Setelah kolam terisi air dengan ketentuan ketinggian yang di anjurkan tadi, maka tebarlah benih ikan nila dengan padat tebar sekitar 15-30 ekor/m2. Dengan perhitungan kira-kira bobot ikan 10-20 gram/ekorb dan aka siap di panen dengan bobot berkisar 300 gram/ekor.

Namun sebelum di tebar, alangkah baiknya bila di adaptasikan pada kolam terlebih dahulu. Caranya masukanlah si benih ikan pada toples yang di tutup lalu masukan pada kolam, setelah di diamkan selama kurun waktu beberapa jam maka lepas tutup toples dan keluarkan ikan nila ke dalam kolam.

  1. Proses pemeliharaan ikan nila.

Setelah si ikan sudah di adaptasi ke kolam dan di tebarkan. maka, langahkah selanjutnya adalah merawat ikan sampai usia siap panen. Namun adgar proses ini dapat berjalan dengan lancer maka perlu di perhatikan pengolahan air, pemberian pakan ikan dan juga penangkalan resiko terjangkitnya hama pada si ikan.

  • Pegelolaan air kolam.

Agar si ikan berkembang dengan baik sampai usia panen nanti maka air kolam harus di pantau kadar oksigen dan pH airnya. Namun bila perlu dan memungkinkan pantau juga kadar CO2, H2S dan NH3.

Bila terjadi penurunan oksigen pada kolam, maka perderas debit air. Dan bila sudah tercium bau busuk maka segeralah ganti air, karena itu menandakan bahwa kadar NH3 dan H2S sudah banyak. Bingung caranya? Caranya mudah yaitu cukup keluarkan 1/3 air kotor pada kolam lalu tambahkan air baru.

  • Pemberian pakan ikan.

Jangan sampai telat atau kurang dalam memberikan pakan setiap harinya. Berikan pakan berupa pellet dengan kadar protein berkisar 20-30%. Sejatinya ikan nila memiliki ukuran makan 3% dari bobot tubuh setiap harinya. Maka setiap 2 minggu sekali ambil secar acak ikan nila sebagai sempel lalu timbang bobotnya. Setelah di timbang maka sesuaikan pakanya.

  • Pengendalian resiko hama.

Secara umum kita tau bahwa ikan ila memang termasuk kuat fisiknya, namun kita juga harus tetap mewaspadai resiko tersebarnya hama, apalagi bagi anda yang telah membudidayakan ikan nila dengan missal dan secara intensif.

Kebanyakan kasus yang terjadi adalah infeksi yang bersifat menular dengan cepat. Maka biasanya jika terinfeksi si ikan harus di rendam dalam air yang di beri larutan NaCI untuk lebih lengkapnya silahkan baca di sini.

  1. Proses pemanenan ikan.

panen ikan nila

Idealnya waktu yang di perlukan untuk memanen ikan nila adalah 4-6 bulan. Secara umum ukuran ikan nila untuuk pemasaran lokal berkisar 300-500 gram/ekor.

Ketekunan adalah kunci keberhasilan dan hobi adalah salah satu media pencapai kesuksesan demi investasi di masa yang akan datang. Maka sebagai orang yang memiliki minat besat dalam berwirausaha sudah sepatutnya kita tidak menyerah dengan mudah. Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda. Sekian dan terima kasih atas kunjunganya.

Leave a Reply