Timun Mas
Timun Mas

Cerita Rakyat Jawa Tengah “Dongeng Timun Mas”

Posted on

Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang terletak di bagian tengahnya Pulau Jawa. Provinsi Jawa Tengah memiliki ibukota yaitu Semarang. Semboyan yang dimiliki oleh provinsi ini yaitu ”Prasetya Ulah Sakti Bhakti Praja” yang artinya yaitu berjanji akan berusaha keras dan setia terhadap negara. Provinsi Jawa Tengah merupakan provinsi yang menjadi jantung dari budaya jawa. Walaupun demikian, di provinsi jawa tengah ini juga terdapat suku dari lain suku jawa.

Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi yang memiliki banyak sekali cerita rakyat atau legenda. Cerita rakyat atau legenda di Provinsi Jawa Tengah ini juga sudahlah populer dikalangan masyarakat umum. Cerita rakyat Jawa Tengah yang sudah populer dikalangan masyarakat umum yaitu antara lain :

  1. Timun Mas
  2. Legenda Rawa Pening
  3. JokoTingkir
  4. Nyi Roro Kidul
  5. Joko Kendil, dan lain sebagainya.

Disini saya akan menceritakan semua atau pun salah satu dari cerita rakyat di atas.

  • Timun Mas

Disebuah kampung yang indah hiduplah seorang wanita tua yang hidunya sebatang kara. Wanita itu bernama Mbok Yem. Mbok Yem mempunyai keinginan agar dia bisa merawat seorang anak, tapi itu sangatlah mustahil karena dia tidak mempunyai seorang suami.

Setiap harinya Mbok Yem pergi kehutan untuk mencari kayu bakar. Disuatu hari disaat Mbok Yem sedang mencari kayu bakar dihutan, datanglah seorang raksasa yang besarnya melebihi pepohonan. Disitu Mbok Yem mulai ketakutan, namun raksasa itu kemudian berkata pada Mbok Yem “wahai wanita tua, jangan takut padaku, aku tidak akan memakanmu. Karena kamu sudahlah tua dan juga daging yang kamu miliki pastilah sudah tidak enak untuk aku makan. Namun, kamu akan aku beri beberapa butir benih yang harus kamu tanam dan juga kamu rawat. Jika benih itu sudah tumbuh dewasa maka kamu harus membaginya kepadaku sebagai tanda terima kasihmu kepadaku.” begitu ucap raksasa kepada Mbok Yem. Lalu Mbok Yem hanya bisa mengangguk-angguk saja dan diberilah Mbok Yem sebutir benih oleh raksasa itu.

Sesampainya dirumah, sesuai petunjuk dari raksasa itu, Mbok Yem langsung menanam benih tersebut diladang belakang rumahnya. Keesokan harinya, tidak disangka-sangka benih yang ditanam oleh Mbok Yem langsung menjadi beberapa buah mentimun yang besar-besar dan juga warnanya seperti keemasan apabila terkena cahaya matahari. Karena rasa penasarannya Mbok Yem terhadap buah mentimun tersebut, Mbok Yem langsung mengambil satu buah mentimun yang paling besar dan langsung Mbok Yem belah. Setelah dibelah, Mbok Yem sangat terkejut kerena ternyata didalam buah itu ada seorang bayi perempuan yang cantik. Kemudian dalam hati Mbok Yem berkata “oalah, ternyata ini maksud dari raksasa itu.”

Timun Mas
Timun Mas

Setelah mengetahui bahwa isi dari buah mentimun itu adalah seorang bayi perempuan yang cantik, hati Mbok Yem merasa sangat senang. Tidak pernah terbayangkan oleh Mbok Yem bahwa dia akan bisa memperoleh seorang anak perempuan yang sangatlah cantik. Karena bayi itu lahir dari sebuah mentimun yang berwarna emas. Akhirnya Mbok Yem memberi nama bayi itu Timun Mas.

Keesokan harinya, Mbok Yem kembali mencari kayu bakar kehutan. Disaat Mbok Yem sedang mencari kayu bakar, datanglah raksasa itu kehadapan Mbok Yem.

Kemudian raksasa itu berkata “kamu sudah mendapatkan apa yang kamu inginkan. Maka dari itu sesuai dengan janjimu, kamu harus membaginya denganku.”

Dalam hati Mbok Yem bingung, lalu Mbok Yem bertanya “mana bisa bayi ini dibagi?”

“Kamu tidak usah bingung wanita tua.kau boleh merawatnya hingga dia berusia 17 tahun.lalu setelah dia berumur 17 tahun, kamu harus memberikannya padaku untuk menjadi santapanku nantinya.” Jelas raksasa kepada Mbok Yem.

“Baiklah raksasa saya akan merawatnya dan juga menggagap dia sebagai anak saya hingga dia berusia 17 tahun.”

Waktu berjalan dengan semestinya, Timun Mas kemudian tumbuh menjadi seorang gadis yang cantik dan juga mempunyai hati yang sangat baik. Setiap harinya Timun Mas selalu membantu ibunya. Dengan kulitnya yang berwarna kuning langsat, mempunyai tinggi badan yang semampai, rambut yang hitam berkilauan. Semakin hari kecantikan dari Timun Mas semakin terlihat saja.

Tahun demi tahun berlalu. Kini Timun Mas sudah menginjak usia 17 tahun. Telah tiba waktunya untuk raksasa mengambil kembali Timun Mas. Namun, Mbok Yem sangat khawatir untuk kehilangan Timun Mas. Karena kebaikan hati dan juga perilaku Timun Mas.

Suatu hari terdengarlah suara dentuman yang sangat keras yang ditimbulkan dari langkah kaki sang raksasa. Disaat mendengar suara langkah dari raksasa, Mbok Yem sangat ketakutan dan juga langsung menyuruh Timun Mas untuk bersembunyi didalam kamarnya.

“Hai perempuan tua, mana anak perempuan yang dahulu engkau janjikan kepadaku itu?” teriak raksasa dengan keras.

“Wahai raksasa, anak perempuan yang dahulu aku janjikan kepadamu sekarang dia sedang mandi di sungai karena badannya bau dan juga kau pasti tidak mau memakannya dalam keadaan bau.” Jawab Mbok Yem.

“Baiklah aku akan kembali lagi setelah satu minggu. Pastikan saat aku datanglagikesini anak itu harus sudah siap untuk aku bawa kehutan dan aku makan.” Ujar raksasa kepada Mbok Yem.

“Iya tuan. Aku pasti tidak akan mengecewakanmu.”ujar Mbok Yem.

Akhirnya pergilah sang raksasa itu kehutan. Mbok Yem dan juga Timun Mas merasa sedikit lega dan juga mereka masih punya waktu satu minggu untuk masih bisa bersama. Dalam waktu satu minggu itu, Mbok Yem memutuskan untuk pergi kehutan menemui seorang kakek yang sakti. Setelah bertemudengan kakek itu Mbok Yem diberi benih mentimun, sebuah duri, segengam garam, dan juga terasi. Kemudian setelah satu minggu berlalu, datanglah kembali raksasa itu ke rumah Mbok Yem.

“Wahai perempuan tua, cepat berikan anak perempuan yang telah engaku janjikan itu kepadaku. Jika tidak akan aku hancurkan rumahmu dan juga kamu sekarang juga. Aku sangat lapar, cepat.” Teriak raksasa dengan marah.

“Maaf tuan, anakku baru saja pergi kehutan menuju tempat tinggal tuan. Anakku Timun Mas sudah ada disana.” Jawab Mbok Yem dengan berbohong.

Pada saat raksasa itu sedang bicara dengan ibunya, Timun Mas cepat-cepat untuk melarikan diri dari umah dan juga membawa semua benda yang diberikan oleh kakek sakti tersebut.

Timun Mas
Timun Mas

Ketika hendak kembali kehutan, sang raksasa itu melihat Timun Mas sedang lari lewat belakang rumah. Walaupun dalam keadaan panik Timun Mas tetap mengingat apa saja yang harus dia lakukan saat dikejar oleh sang raksasa.

Ketika jarak Timun Mas dan raksasaitu semakin dekat, Timun Mas melemparkan benih mentimun. Lalu, benih itu menjadi ladang mentimun dan sang raksasa pun memekan semua mentimun tersebut. Pada saat raksasa sedang makan Timun Mas pun melanjutkan larinya.

Tidak lama kemudian, sang raksasa pun kembali megejar Timun Mas. Lalu, Timun Mas melemparkan sebuah duri kepada raksasa itu. Duri yang dilemparkan tadi menjadi hutan bambu yang menjadikan raksasa menjadi lebih lambat untuk mengejar Timun Mas. Setelah berhasil melewati hutan itu, tubuh raksasa itu penuh dengan luka akibat melewatinya.

Setelah mengetahui sang raksasa sedang terjebak dihutan bambu itu, Timun Mas melanjutkan larinya. Tidak lama kemudian, sang raksasa kembali mengejar Timun Mas. Saat jarak Timun Mas dengan raksasa semakin dekat, akhirnya Timun Mas melemparkan segengam garam dan jadilah sebuah lautan yang luas. Akhirnya raksasa berenang untuk melewati lautan tersebut.

Timun Mas
Timun Mas

Dengan sisa tenaga yang ada, raksasa itu pun melanjutkan untuk mengejar Timun Mas. Akhirnya Timun Mas melemparkan benda yang terakhir yaitu sepotong terasi. Sepotong terasi itu menjadi lumpur hisap yang akhirnya menarik raksasa itu hingga akhirnya dia tidak dapat kembali lagi.

Dan pada akhirnya Timun Mas pun menikah dengan seorang pangeran dan hidup mulya bersamanya dan ibunya.

Leave a Reply