Asmaul Husna
Asmaul Husna

99 Asmaul Husna Arti, Maknanya, dan Manfaatnya Lengkap

Posted on
  • 12. Al-Bari’ (البارئ) artinya Maha Melepaskan (Maha Menyeimbangkan, Maha Membuat, Maha Membentuk)

Allah mempunyai sifat Al-Bari’yaitu Allah menciptakan sesuatu itu tidaklah meniru dengan apapun. Akan tetapi lafadz ini memiliki kekhususan pada makhluk hidup (penciptannya Allah), tidak digunakan pada makhluk-makhluk yang lain. Lafadz ini biasanya digunakan untuk makhluk hidup, namun jarang sekali apabila digunakan untuk selain makhluk hidup.

Didalam surat Al-Hasr ayat 24 juga menerangkan tentang Al-Bari’ :

هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ ۖ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ ۚ يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ

وَالْأَرْضِ ۖ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ – 59:24

Artinya : Dialah Allah, dzat yang maha menciptakan, dzat yang maha mengadakan, dzat yang maha membentuk rupa. Bagi Allah nama-nama yang baik. Segala sesuatu yang ada didalam langit dan juga bumi sama mensucikan kepada Allah. Adapun Allah adalah dzt yang maha mulya lagi maha menghukumi.

  1.  Al-Musawwir (المصور) artinya Maha Pencipta (Pembentuk Rupa)

Didalam surat Al-Hasr ayat 24 juga diterangkan tentang sifat Allah Al-Musawwir :

هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ ۖ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ ۚ يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ وَهُوَ الْعَزِيزُ

الْحَكِيمُ – 59:24

Artinya : Dialah Allah, dzat yang maha menciptakan, dzat yang maha mengadakan, dzat yang maha membentuk rupa. Bagi Allah nama-nama yang baik. Segala sesuatu yang ada didalam langit dan juga bumi sama mensucikan kepada Allah. Adapun Allah adalah dzt yang maha mulya lagi maha menghukumi.

Didalam surat tersebut disebutkan bersama-sama sifat Allah yaitu Al-Kholiq, Al-Bari’, Al-Musawwir. Ketiga sifat tersebut mempunyai makna tersendiri, walaupun makna dari ketiga sifat tersebut hampir sama. Makna dari sifat Al-Musawwir yaitu maha membentuk rupa yang mengacu pada setiap hal yang dibuat khusus oleh Allah.

  1.  Al-Ghaffar (الغفار) artinya Maha Pengampun

Didalam surat Az-Zumar ayat 5 diterangkan bahwa :

خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِالْحَقِّ ۖ يُكَوِّرُ اللَّيْلَ عَلَى النَّهَارِ وَيُكَوِّرُ النَّهَارَ عَلَى اللَّيْلِ ۖ

وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ ۖ كُلٌّ يَجْرِي لِأَجَلٍ مُّسَمًّى ۗ أَلَا هُوَ الْعَزِيزُ الْغَفَّارُ – 39:5

Artinya : Dia Allah adalah dzat yang menciptakan langit dan bumi dengan haq (ada tujuannya), Allah memasukkan malam atas siang dan juga terkadang Allah memasukkan siang pada malam (kadang panjang siang, kadang juga panjang malam), dan Allah juga menundukkan matahari dan juga bulan, masing-masing dari itu semua berjalan sesuai menurut waktunya yang telah ditentukan. Ingatlah, adapun Allah itu maha mulya lagi maha menghukumi.

Allah mempunyai sifat Al-Ghaffar yang artinya Allah itu maha pengampun atas segala dosa dan juga kesalahan hambanya. Allah hanya mengampuni pada hambanya yang mau bertaubat saja, tidak pada yang tidak mau bertaubat.

  1.  Al-Qahhar (القهار) artinya Maha Memaksa

Didalam surat Ar-Ra’d ayat 16 diterangkan bahwa :

قُلْ مَن رَّبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ قُلِ اللَّهُ ۚ قُلْ أَفَاتَّخَذْتُم مِّن دُونِهِ أَوْلِيَاءَ لَا يَمْلِكُونَ لِأَنفُسِهِمْ نَفْعًا وَلَا ضَرًّا ۚ قُلْ

هَلْ يَسْتَوِي الْأَعْمَىٰ وَالْبَصِيرُ أَمْ هَلْ تَسْتَوِي الظُّلُمَاتُ وَالنُّورُ ۗ أَمْ جَعَلُوا لِلَّهِ شُرَكَاءَ خَلَقُوا كَخَلْقِهِ فَتَشَابَهَ

الْخَلْقُ عَلَيْهِمْ ۚ قُلِ اللَّهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ وَهُوَ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ – 13:16

Artinya : Katakanlah Muhammad, siapkah tuhannya langit dan bumi? Katakanlah, Allah.  Katakanlah, pantaskah kalian mengambil pelinung dari selain Allah, padahal mereka tidaklah mampu mendatangkan manfaat maupun menolak mudarat bagi dirinya sendiri? Katakanlah, apakah sama orang yang buta dengan yang melihat? Ataukah sama antara gelap dan terang?  Apakah mereka menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah Apakah mereka menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaan-Nya sehingga kedua ciptaan itu serupa menurut pandangan mereka? Katakanlah, Allah adalah dzat yang maha menciptakan segala sesuatu dan jugatuhanyang maha esa dan maha perkasa.

Allah mempunyai sifat Al-Qahhar yang mempunyai arti Allah menundukkan atau memaksa atas apa-apa atau segala sesuatu yang ada dimuka bumi ini.  Allah adalah dzat yang menundukkan semua makhluk yang ada dibumi termasuk juga planet-planet, bumi, matahari dan lain sebagainya.

  1.  Al-Wahhab (الوهاب) artinya Maha Memberi Karunia

Didalam surat Sad ayat 9 diterangkan bahwa :

أَمْ عِندَهُمْ خَزَائِنُ رَحْمَةِ رَبِّكَ الْعَزِيزِ الْوَهَّابِ – 38:9

Artinya : Ataukah mereka itu mempunyai perbendaharaan rahmat tuhanmu yang maha perkasa lagi maha pemberi?

Al-Wahhab merupakan sifat dari Allah yang berarti Allah yang maha pemberi karunia kepada setiap umatnya walaupun umatnya Allah itu tidak memintanya Allah tetap akan memberinya.

  1.  Ar-Razzaq (الرزاق) artinya Maha Pemberi Rezeki

Sifat Allah Ar-Razzaq mempunyai arti Allah maha pemberi rezeqi terhadap semua umatnya terlebih kepada semua makhluknya Allah, sehingga semua makhluk yang ada didalam langit maupun bumi ini tidaklah menikmati kecuali menikmati rezeki dari Allah dan juga kedermawannya.

Didalam surat Adh-Dhariyat ayat 58 diterangkan bahwa :

إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ – 51:58

Artinya : Sesungguhnya Allah, Allahlah dzat yang memberi rezeki lagi mempunyai kekuatan yang sangat kokoh.

  1.  Al-Fattah (الفتاح) artinya Maha Pembuka Rahmat

Al-Fattah merupakan salah satu dari 99 nama Allah yang baik. Arti sifat Al-Fattah yaitu berarti Allah adalah dzat yang membuka semua hal, semua hal yang akan dilakukan oleh semua makhluknya akan dibuka oleh Allah.

Didalam surat Saba’ ayat 26 diterangkan bahwa :

قُلْ يَجْمَعُ بَيْنَنَا رَبُّنَا ثُمَّ يَفْتَحُ بَيْنَنَا بِالْحَقِّ وَهُوَ الْفَتَّاحُ الْعَلِيمُ – 34:26

Artinya : Katakanlah Muhammad, Allah akan mengumpulkan semua umatnya, lalu kemudian Allah akan memberi keputusan diantara kita semua yang benar. Dan juga Allah adalah dzat yag maha pemberi kputusan lagi maha mengetahui.

  1. Al-Aliim ( العليم ) artinya Maha yang Mengetahui

allah adalah dzat yang memiliki ilmu yang tak dapat kita hitung dan mungkin kalua kita bandingkan ilmu kita dengan allah itu tidak berbeda sangat jauh sekali mungkin kita sebagai manusia hanya mengetahui hal-hal yang ada di dalam bumi saja tapi allah itu mengetahui semuanya, Agar lebih yakin perhatikan firman-Nya berikut ini:

* وَعِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لا يَعْلَمُهَا إِلا هُوَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَمَا تَسْقُطُ مِنْ وَرَقَةٍ إِلا يَعْلَمُهَا وَلا حَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ الأرْضِ وَلا رَطْبٍ وَلا يَابِسٍ إِلا فِي كِتَابٍ مُبِينٍ  (٥٩)

”Dan pada sisi Allahlah kunci-kunci semua yang gaib. Tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri. dan Dia mengetahui apa yang ada di darat dan di laut. Tidak ada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula). dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak pula sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz).” (Surah al-An’am/6:59)

di dalam hadist di jelaskan gambarannya ilmu kita dengan allah itu sebagaimana laut yang luas dan ada satu tetes air yang jatuh di laut yang luas itu ilmu kita itu yang air satu tetes dan sedangkan ilmu allah itu adalah lautan yang luas itu, tentunya kita harusnya berpikir kenapa kita terkadang berpikir paling banyak ilmunya padahal allah itu jauh lebih banyak ilmunya dari pada kita.

  1. Al-Qaabidh ( القابض ) artinya Maha yang Menyempitkan

allah adalah dzat yang menyempitkan makhluknya dalam arti disempitkan rezekinya karna suatu hal mungkin saja saat allah memberikan dia rezeki lebih tapi karna kelebihan itu mungkin saja dia mulai sombong dan riya dan karna allah murka akhirnya orang itu harus menerima akibatnya karna telah berbuat sombong ini menunjukan bahwa allah itu mempunyai segalanya dan kita hanyalah dititipi barang oleh allah. Allah berfirman:

مَّن ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً ۚ وَاللَّهُ يَقْبِضُ وَيَبْسُطُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ – 2:245

Artinya: Barangsiapa meminjami Allah dengan pinjaman yang baik maka Allah melipatgandakan ganti kepadanya dengan banyak. Allah menahan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan.

dan tidaklah patut jika kita kufur kepada allah karna allah pasti akan murka kepada kita dan akhirnya barang yang dititipi allah kepada kita harus diambil begitu saja kita sebagai manusia seharusnya mengerti bahwa allah itu mempunyai hak untuk mengambil barangnya kalau kita tidak bisa menjaganya dengan baik.

  1. Al-Baasith ( الباسط ) artinya Maha Melapangkan

allah adalah dzat yang melapangkan pada makhluknya dalam arti dia melampangkan rezeki pada hambanya yang allah kehendaki. Allah berfirman :

مَّن ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً ۚ وَاللَّهُ يَقْبِضُ وَيَبْسُطُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ – 2:245

Yang artinya: Barangsiapa meminjami Allah dengan pinjaman yang baik maka Allah melipatgandakan ganti kepadanya dengan banyak. Allah menahan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan.

saat allah memberikan rezeki pada kita dan kita mensyukuri itu maka allah akan senang dan pasti akan menambah rezekinya seperti yang sudah dijelaskan dalam al-qur’an “ kalau kita bersyukur pada allah maka allah akan menambah rezeki itu tapi kalau kita kufur maka sesungguhnya  siksanya allah itu sangatlah berat ”,ini menunjukan bahwa apa yang sudah diberikan oleh allah maka kita harus menjaga dan mensyukuri itu, apakah kita mau terkena siksa allah yang pastinya sangat berat bagi kita? Pastinya tidak kan.

  1. Al-Khaafidh ( الخَافِض ) artinya Maha Merendahkan

allah adalah dzat yang merendahkan pada makhluknya dalam arti siapa saja saat dia diberikan kedudukan lebih oleh allah tapi dia tidak bisa menjaga maka allah punya hak untuk merendahkan kedudukan itu. Allah berfirman :

خَافِضَةٌ رَّافِعَةٌ – 56:3

Yang artinya : (Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain).

dan juga makna lain menjelaskan bahwa nanti di akhirat allah akan merendahkan orang-orang musyrik dan kafir dengan cara menyiksa mereka semua atas apa yang sudah mereka perbuat di dunia ini menunjukan bahwa saat kita diberikan amanat dengan cara diberikan derajat yang tinggi maka kita sebagai orang islam kita harus bisa menjaga amanat itu karna allah punya hak sewaktu-waktu menurunkan derajat kita oleh karna itu derajat adalah amanat dari allah yang harus kita jaga.

Incoming search terms:

  • asmaul husna terpenuhi/tercukupi artinya
  • bagaimana menanggapi perbedaan arti nama dan penafsiran tentang asmaul husna
  • gambar asmaul husna lengkap
  • saya tahu bahwa allah adalah as shomad (maha dibutuhkan) maka saya harus
Gravatar Image

Pribadi yang sederhana, berjuang, berusaha, dan terus berdoa untuk bisa menjadi orang yang bermanfaat dan berguna untuk sesama. Mencari ilmu akhirat dan dunia untuk hidup yang Barokah.

Leave a Reply