Pengertian Sejarah Manusia Purba

Posted on

Sejarah manusia purba adalah nenek moyang dari manusia yang hidup di zaman dahulu kala. Mereka berevolusi dan jadilah kita manusia di zaman modern sekarang juga.

manusia purba mempunyai volume otak yang lebih kecil dari manusia modern sekarang. Untuk mengetahui kehidupan manusia purba di Indonesia ada dua cara, yaitu sebagai berikut :

  1. Dengan melalui sisa-sisa tulang manusia, hewan, tumbuhan yang telah membatu (fosil).
  2. Dengan melalui peninggalan peralatan dan perlengkapan kehidupan manusia sebagai hasil budaya manusia, seperti alat-alat rumah tangga, bangunan, perhiasan atau senjata.

Sejarah Manusia Purba Di Dunia

Manusia sejarah atau yang bisa di sebut dengan manusia purba adalah manusia yang hidup sebelom tulisan ditemukan.  Mereka hidup dengan cara yang lebih sederhana dan lebih bergantung pada alam.

Pada hal ada perbedaan yang sangat besar dan tak berhubungan antara kera dan manusia. Perbedaan ini yang tidak bisa dijelaskan mereka yang selanjutnya disebut dengan mata rantai yang hilang (missing link).

Dimana manusia purba disebut sebagai nenek moyang kita. Padahal Nabi Adam lah yang pertama kali diciptakan sebagai “Manusia”, oleh ALLAH SWT. Semuanya jelas ada pada Al-Qur’an. Karena manusia purba hanyalah sebagian dari evolusi biologi dan sejarah kehidupan umat manusia yang hadir.

Manusia Purba Di Asia

Fosil manusia purba di daratan Asia pertama kali ditemukan pada tahun 1929-1980 di daerah Peking (sekarang Beijing, China) oleh seorang sarjana dari Kanada yang bernama Davidson Son Black dan Franz Waidenreich tepatnya di dalam gua Zhoukoudian (Choukoutien). Manusia purba yang ditemukan ini bernama sebagai Homo Erectus Pekinensis atau Sinantropus Pekinensis.

Fosil manusia purba ini memiliki volume otak sekitar 900-1200 meter kubik dan tingginya bersekitar 165-180 cm.

Para ahli juga berpendapat sesuai dengan hasil penelitian bahwasanya Homo Erectus Pekinensis ini memiliki ciri yang hampir sama dengan Pithecantropus yang ditemukan di Indonesia. Oleh Karena itu, ahli juga menyebutnya dengan Pithecantropus Pekinensis (manusia kera dari Peking).

Manusia Purba Di Eropa

Menurut hasil temuan, manusia purba jenis ini sudah dapat membuat teknologi-teknologi baru dalam hal mempertahankan hidup. Hal ini ditemukan atas dasar situs-situs Uluzzian (salah satu etnis Eropa yang berada di Italia Selatan) seperti alat memancing, proyektil, alat berburu, serta alat lainnya yang terbuat dari batu dan tulang.

Manusia Purba Di Afrika

Manusai purba yang ditemukan di daratan Afrika adalah bernama Homo Africanus yang berarti (manusia dari Afrika). Fosil manusia ini ditemukan oleh seorang arkeolog yang bernama Reymond. Pada saat dicocokkan kembali, ternyata fosil yang ditemukan mirip dengan kerangka anak-anak dan mirip dengan kerangka yang ditemukan di daratan Australia, oleh karena itu, fosil ini juga dinamakan dengan Austrolapitecus Africanus.

Lalu, selang beberapa tahun kemudian, ditemukan lagi fosil kerangka manusia di tempat yang sama oleh Robert Broom dengan bentuk kerangka menyerupai kerangka orang dewasa.

Jenis-jenis manusia purba dan ciri cirinya

1.Meganthropus Paleojavanicus

Meganthropus Paleojavanicus memiliki arti mega artinya besar, antropus artinya manusia, paleo artinya tua, javanicus artinya dari jawa. Fosil ditemukan di daerah Sangiran, Jawa Tengah antara tahun 1936 – 1941 oleh seorang peneliti Belanda bernama Von Koeningswald. Diperkirakan fosil tersebut telah berumur 1-2 juta tahun.

Ciri-cirinya adalah

1.Punya tonjolan tajam di belakang kepala

2.Memiliki tulang pipi dan tonjolan kening yang mencolok

3.Tidak punya dagu seperti kera

4.Mempunyai otot kunyah, gigi, dan rahang yang besar dan kuat

Mereka memakan tumbuh-tumbuhan.

2.Pithecanthropus

Pithecanthropus ialah Manusia Kera
Fosil manusia purba jenis Pithecantropus ialah jenis manusia purba yang paling banyak ditemukan pada Indonesia. Dengan melalui cara stratigrafi, diketahui fosil tersebut berada pada suatu lapisan Pucangan dan juga Kabuh. Berdasarkan pada umur lapisan tanah, diperkirakan bahwa fosil Pithecanthropus amat bermacam -macam umurya, antara 30.000-2 juta tahun.

Ciri-cirinya Pithecanthropus adalah

1Tinggi tubuhnya ialah kira-kira 165 – 180 cm.

2.Otot kunyah tidak sekuat Meganthropus.

3.Hidung lebar dan juga tidak berdagu.

4.Makanannya bervariasi tumbuhan serta daging hewan buruan.

5.Badan tegap, tetapi tidak setegap Meganthropus.

6.Tonjolan kening tebal dan juga melintang sepanjang pelipis.

Jenis-jenis Pithecanthropus

1.Pithecanthropus Mojokertensis (manusia kera dari Mojokerto)

Fosil manusia purba tersebut ditemukan oleh “Von Koenigswald” di dekat Mojokerto , jawa timur, di tahun 1936. Fosil berbentuk tengkorak. Fosil ini disebut juga dengan “Pithecanthropus Robustua”.

2.Pithecanthropus Erectus (manusia kera yang berjalan tegak)

Fosil manusia purba tersebut ditemukan oleh “Eugene Dubois” di tahun 1890 di Trinil , Lembah Bengawan Solo. Fosil berupa suatu tulang rahang, bagian atas tengkorak , geraham, dan juga tulang kaki.

3.Pithecanthropus Soloensis (manusia kera dari Solo)

Fosil manusia purba tersebut ditemukan oleh “von Koenigswald dan juga Openorth di Ngandong serta Sangiran”, di tepi Bengawan Solo, di antara

tahun 1931 – 1933. Fosil berupa tengkorak dan juga tulang kering.

Homo

Fosil manusia purba jenis homo ialah paling muda dibandingkan dengan fosil manusia purba jenis lainnya. Disebut juga dengan “homo Erectus” (manusia berjalan tegak) atau juga “Homo Sapiens” (manusia cerdas atau bijaksana). Dengan melalui cara stratigrafi, diketahui bahwa fosil tersebut berada pada suatu lapisan Notopurpo. Berdasarkan dengan umur lapisan tanah, diperkirakan bahwa fosil Homo bermacam-macam umurnya ,ialah antara 25.000 – 40.000 tahun.

Ciri-cirinya Homo antara lain

1.Tinggi tubuh 130-210 cm

2.Otot kuyah, gigi, dan juga rahang yang menysut

3.Tonjolan pada kening sudah berkurang da sudah bergagu.

4.Mempunyai ciri-ciri kas mongoloid dan juga austramelanosoid.

5.Otak lebih berkembang dari pada meganthropus serta pithecanthropus.

Jenis-jenis Homo

1.Homosis (manusia dan juga Solo) Soloen
Fosil manusia purba jenis ini ditemukan oleh “Von Koenigswald dan juga Weidenrich” di tahun 193-1934 di lembah Bengawan Solo. Fosil yang ditemukan ialah berupa tengkorak. Dari Volume Otaknya, bukan lagi berupa manusia kera ( Pithecantropus)

2.Homo Wajakensjs (manusia dan Wajak)
Fosil manusia purba jenis ini ditemukan “Dubois” di tahun 1889 pada daerah Wajak dekat Tulungagung. Manusia purba jenis ini sudah mampu untuk dapat membuat alat-alat dengan batu ataupun tulang. homo wajakensjs tersebut juga telah mengenal cara memasak makanan.

Jenis-jenis Zaman Purba Di Luar Indonesia

1.Australopithecus Africanus
Fosil manusia purba tersebut i ditemukan di Taung, dekat Vryburg, di Afrika Selatan. Fosil tersebut ditemukan oleh “Raymond Dart”, di tahun 1924. Diperkirakan Australopithecus Africanus ini hidup 2-3 juta tahun yang lalu.

2.Sinanthropus Pekinensis
Fosil manusia purba tersebut ditemukan di gua Choukoutien, Peking (yang sekarang Beijing), RRC. Fosil tersebut ditemukan oleh “Davidson Black” di tahun 1927. Sinanthropus Pekinensis termasuk homo sapiens sehingga sering kali disebut juga dengan “Homo Pekinensis”.

3.Homo Neanderthalensis
Fosil manusia purba jenis Ini ditemukan oleh “Rudolf Virchow” pada lembah sungai Neander, dekat Dusseldorf, Jerman. Ciri-ciri Homo Neanderthalensis tersebut mendekati ciri-ciri manusia purba Homo Wajakensis.

4.Homo Rhodesiensis
Fosil manusia purba jenis ini ditemukan oleh “Raymond Dart dan juga Robert Brom” di tahun 1924 di gua Broken Hill, Rhodesia (sekarang menjadi Zimbabwe).

5.Homo Cro-Magnon
Fosil manusia purba jenis ini ditemukan di gua Cro-Magnon, dekat Lez Eyzies, di sebelah barat daya Prancis. Fosil ini pertama kali ditemukan di tahun 1868. Ciri-ciri pada manusia purba jenis ini mendekati dengan ciri-ciri manusia modern.

Sekian Dan Terimakasih Telah Membaca Pengertia Dari Manusia Purba, Jenis-Jenis Manusia Purba Dan Ciri-Cirinya Manusia Purba, Semoga Bermanfaat Bagi Anda Para Memabaca.

Incoming search terms:

  • manusia zaman purba
  • Pengertian manusia purba menurut para ahli
  • sejarah manusia purba
  • sejarah tentang manusia purba
  • tentang sejarah manusia purba

Leave a Reply