akibat
akibat

Durhaka Kepada Orang tua

Posted on

Sesungguhnya jasa orang tua terhadap orang tua nya adalah yang sangat besar. Fakta yang ini tdak bisa di ingkari oleh siapapun juga. Seorang ibu yang telah melahirkan kita dengan susah payah dalam keadaan susah dan lemah. Dial lah yang menyambung nyawa pada kami untuk melahirkan anaknya. Kemudian dia yang merawat kita dan menyusui dengan sepenuh kelelahan dan perjuangan selama 3 tahun.

ALLAH SWT talah berfirman pada rosul nya :

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا ۖ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا ۖ وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْرًا

Kami perintah pada manusia supaya berbakti kepada orang tua yaitu bapak dan ibu, ibu kita yang mengandung dengan susah dan payah. [al-Ahqâf/46:15]

Demikian juga seorang bapak menantang panas-panasan dan hujan-hujanan  yang mencukupi kebutuha keluargnya. Sehingga tidak heran jika kedua-duanya punya memiliki hak yang dipenuhi oleh anak nya. Bahkan hak orang tua ingin anak nya berbiat baik, Allah berfirman :

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا

Beribadahlah kepada Allah dan jangan lah kamu mempersekutukan dengan siapapun. Dan berbuat baik lah kpada kedua orang tua mu yaitu seorang ibu dan bapak. [an-Nisâ`/4:36].

Berbakti kedua orang tua itu adalah kewajiban yang paling utama.Hak kedua orang tua itu melebihi manusia manapun. Nabi bersabda dalam hadistnya sebagai berkut :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي قَالَ أُمُّكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ ثُمَّ أُمُّكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ ثُمَّ أُمُّكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ ثُمَّ أَبُوكَ

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata: Seorang lelaki datang kepada Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam , lalu bertanya: “Wahai Rasûlullâh, siapakah orang yang paling berhak mendapatkan perbuatan kebaikanku ?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Ibumu,” lelaki itu bertanya lagi, “Kemudian siapa ?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Ibumu,” Lelaki itu bertanya lagi, “Kemudian siapa ?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Ibumu,” Lelaki itu bertanya lagi, “Kemudian siapa ?” Beliau menjawab, “Bapakmu”. [HR al-Bukhâri, no. 5971; Muslim, no. 2548]

Dampak dampak durhaka kepada orang tua antara lain :

1. Mengucapkan perkataan yang membantah kepada orang tua seperti ‘ah’ atau lainnya dan demikian juga membentak dan mengeraskan suara yang paling kesar di depan orang tua

Allah SWT berfirman :

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

Dan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan beribadah kepada selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka

sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. [al-Isrâ`/17:23]

2. Mengucapkan perkataan dan perbuatan yang menyebabkan orang tua kita menjadi nangis dan bersedih hati.

3. Bermuka cemberut kepada orang tua.

4. Memandang simis kepada kedua orang tua. Yaitu memandangkan dengan sikap merendahkan, mnghina, dan membenci kepada orang tua.

5. Malu menyebut mereka sebagai orang tua nya. Sebagai anak di bri kemudahan oleh Allah SWT dalam masalah duniaan, sehingga dia menjadi orang yang terpandang di hadapan masyarakat.

Sekian dari kami semoga ada manfaatnya bagi mereka semua.

Leave a Reply