Budidaya Cacing Tanah yang Menjanjikan
Budidaya Cacing Tanah yang Menjanjikan

Budidaya Cacing Tanah Sebagai Peluang Usaha yang Menghasilkan Omset Jutaan Rupiah Perbulannya

Posted on

Cacing tanah jenis Lumbricus rubellus merupakan jenis cacing yang sangat potensial untuk dibudidayakan. Sebab, jenis cacing ini memiliki siklus pertumbuhan yang lebih cepat daripada jenis cacing yang lainnya.

Selain itu, cacing tanah ini juga termasuk mudah perawatan dan pemeliharaanya, karena dapat dikembangkan di media limbah organik.

Tidak heran lagi kalau cacing tanah ini banyak digunakan dalam dunia peternakan, industri farmasi, dan pertanian. Untuk dunia farmasi, biasanya cacing ini dijadikan sebagai bahan kosmetik dan bahan obat – obatan. Permintaannya pun semakin bertambah, untuk memenuhi jumlah produksi yang bertambah besar.

Cacing tanah juga merupakan bahan pakan alternatif untuk ternak unggas dan ikan. Karena dalam cacing tanah terkandung nilai gizi yang sangat tinggi. Di antaranya, mineral, air, energi 900-4100 kal, lemak 7-10%, protein 64-76, serta asam amino yang sangat lengkap. Pemakaian cacing tanah untuk dijadikan pakan ikan dan ternak unggas bisa dilakukan dalam bentuk tepung ataupun langsung dalam keadaan segar.

Tapi, karena ketersediaan cacing tanah masih sangat terbatas dengan harga yang lebih mahal, dan belum banyak yang melakukan budidaya cacing tanah. Karena, masih banyak orang yang belum mengerti tentang hal ini.

Cara ternak atau budidaya cacing tanah sebenarnya tidaklah sulit dan tidak perlu membutuhkan biaya yang mahal, tentunya untuk anda yang jeli bisa menggunakan hal ini untuk peluang usaha sampingan rumahan yang sangat menjanjikan. Walaupun kelihatannya menjijikkan, tapi anda bisa menekuni usaha sampingan ini dengan sungguh – sungguh pasti bisa menambah pemasukan untuk anda.

Inilah sedikit trik dan tips cara budidaya cacing tanah :

1. Persiapan Tempat Budidaya Cacing

Budidaya Cacing Tanah - Menyiapkan Tempat
Budidaya Cacing Tanah – Menyiapkan Tempat

Tanah yang mau dijadikan sebagai media hidup cacing tanah harus mengandung bahan organik dalam jumlah yang cukup besar.

Bahan – bahan tersebut bisa didapatkan dari kotoran ternak, tanaman atau hewan yang telah mati, serta dedaunan yang telah berjatuhan. Cacing tanah sangat menyukai bahan – bahan yang lebih cepat membusuk karena lebih mudah dicerna.

Agar pertumbuhannya berjalan dengan baik, cacing tanah membutuhkan tanah yang agak masam hingga netral dengan PH kira – kira 6-7,2. Dengan keadaan tersebut, bakteri yang terdapat didalam tubuh cacing tanah dapat bekerja dengan optimal untuk melakukan pembusukan ataupun fermentasi.

Hal lain yang harus anda perhatikan yaitu kelembaban udara, agar perkembangbiakan dan pertumbuhannya berjalan dengan baik, yaitu kira – kira 15-30%.

Suhu yang anda butuhkan untuk penetesan kokon dan pertumbuhan cacing tanah, yaitu kira – kira 15-25 derajat Celcius atau suam – suam kuku. Suhu yang lebih tinggi dari 25 derajat Celcius akan tetap bagus, yang terpenting terdapat naungan yang cukup dengan kelembaban yang baik.

Usahakan tempatnya juga gampang untuk anda awasi dan tidak terkena sinar matahari secara langsung, seperti di samping rumah, ruangan khusus yang atapnya di buat dari bahan – bahan yang tidak menyimpan panas dan tidak meneruskan matahari, atau bisa juga di bawah pohon rindang.

2. Pedoman Teknis Budidaya Cacing Tanah

A. Penyiapan peralatan dan Saran

Pembuatan Kandang untuk Budidaya Cacing Tanah
Pembuatan Kandang untuk Budidaya Cacing Tanah

Untuk pembuatan kandang yang baik, sebaiknya memakai bahan – bahan yang murah dan mudah, misalnya papan bekas, genteng dari tanah liat, bambu, rumbia, dan ijuk. Salah satu contoh kandang permanen yang digunakan untuk peternakan skala yang besar yaitu dengan ukuran sekitar 1,5×18 meter dengan tingginya sekitar 0,45 meter.

Anda harus membuat rak – rak bertingkat di dalamnya, yang nantinya akan digunakan sebagai wadah pemeliharaan atau tempat. Anda juga dapat membuat kandang dengan tanpa memakai dinding (terbuka). Atau, anda juga dapai memakai model yang lain, misalnya rak berkaki, pancing berjajar, pancing bertingkat, dan kotak bertumpuk.

B. Pembibitan Cacing

Persiapkan selanjutnya yang harus anda kerjakan dalam kegiatan ini yaitu meramu media tumbuh, menyiapkan bibit cacing yang unggul, menyiapkan kandang cacing dan juga pelindung untuk kandangnya.

C. Pemilihan Bibit Calon Indukan Cacing

Sebaiknya, jika anda ingin mengembangbiakkan cacing tanah secara komersial, pakailah bibit yang telah ada, karena memerlukan jumlah yang lumayan besar. Namun, kalau anda ingin memulai dari skala yang kecil, anda dapat memakai bibit cacing tanah yang terdapat atau tersedia di alam. Terkadang banyak terdapat di tumpukan sampah yang telah membusuk atau di tempat yang biasanya digunakan sebagai tempat pembuangan kotoran hewan.

D. Pemeliharaan Bibit Calon Induk Cacing

Pemeliharaan bibit calon induk cacing dapat anda lakukan dengan berbagai cara seperti berikut ini :

  • Peliharalah cacing tanah dengan sebanyak – banyaknya atau menyesuaikan dengan tempat yang mau dipakai. Anda dapat memilih cacing tanah yang dewasa atau masih muda. Kalau kandangnya berukuran panjang 2,5 meter, lebar < 1 meter, dan tinggi 0,3 meter, biasanya tempat ini dapat menampung cacing tanah dewasa kira – kira sampai 10.000 ekor.
  • Anda harus memulai pemeliharaan dengan jumlah yang kecil terlebih dahulu. Kalau jumlahnya telah bertambah, sebagian cacing dapat anda pindahkan ke bak pemeliharaan lain, yang sudah anda siapkan.
  • Gabungan antara dua cara di atas.
  • Pemeliharaan khusus kokon hingga anak, setelah dewasa barulah dipindahkan ke bak pemeliharaan lain yang sudah anda siapkan.
  • Pemeliharaan khusus cacing dewasa untuk bibit.

E. Sistem Pemuliabiakan

Jika media pemeliharaan telah siap dan bibit cacing tanah juga telah tersedia, maka penanaman dapat segera anda lakukan dengan secepatnya. Jangan memasukkan sekaligus bibit cacing tanah yang sudah tersedia, namun cobalah sedikit demi sedikit.

Kalau telah selesai, amatilah secara teratur setiap 3 jam sekali, siapa tahu ada yang berkeliaran di atas media atau bahkan ada yang pergi meninggalkan media tersebut. Kalau dalam rentang waktu kira – kira 12 jam tidak ada yang keluar dari tempat, itu artinya media yang anda buat telah cocok. Sebaliknya, kalau tempat yang anda buat tidak cocok, si cacing ini akan berkeliaran kemana – mana.

F. Perkawinan atau Reproduksi

Cacing tergolong hewan hemaprodit, yaitu mempunyai alat kelamin ganda. Walaupun seperti itu, dalam urusan pembuahan, cacing tidak dapat melakukan hal ini sendirian.

Dari hasil perkawinan sepasang cacing akan memberikan satu buah kokon yang berisi telur – telur. Kokon tersebut memiliki ciri – ciri bentuk yang lonjong dengan ukuran kurang lebih satu per tiga besar kepala dari korek api.

Dalam jangka waktu sekitar 14 – 21 hari, kokon ini akan menetas, setiap kokon akan menghasilkan sekitar 2 – 20 ekor. Diperkirakan 100 ekor cacing dapat menghasilkan kira – kira 100.000 cacing dalam jangka waktu 1 tahun.

3. Pemeliharaan

A. Pemberian Makan

Untuk memberi makan cacing tanah cukup sekali saja dalam waktu 24 jam. Kalau yang anda tanam 1 kilogram maka 1 kilogram juga makanan yang harus anda berikan kepada si cacing. Anda harus memperhatikan beberapa hal dalam pemberian makanan, di antaranya :

  • Makanan harus berbentuk serbuk.
  • Serbuk pakan harus anda taburkan secara rata di atas media, namun usahakan jangan sampai menutupi keseluruhan. Sisakanlah kira – kira 2 – 3 bagian peti.
  • Tutuplah makanan dengan menggunakan media yang tidak tembus cahaya.
  • Perbandingan antara serbuk cacing dan air kira – kira 1:1.

B. Penggantian Media

Budidaya Cacing Tanah Menguntungkan
Budidaya Cacing Tanah Menguntungkan

Media yang telah menjadi tanah/kascing atau yang sudah banyak kokonnya harus secepatnya anda ganti. Agar cacing lebih cepat dalam berkembangbiak. Rata – rata penggantian media dapat anda lakukan setiap sekitar 2 minggu sekali.

C. Proses Kelahiran

Batang Pisang untuk Budidaya Cacing Tanah
Batang Pisang untuk Budidaya Cacing Tanah

Bahan yang dipakai untuk media tanam di antaranya dedaunan kering, batang pisang, limbah rumah tangga, kotoran hewan dan lain – lain.

Semua bahan tersebut kemudian di potong – potong dulu dengan ukuran kira – kira 2,5 centimeter. Semua bahan tersebut, kecuali kotoran hewan ternak ditambah dengan air sampai merata kemudian diaduk – aduk. Bahan campuran dan kotoran hewan ternak dijadikan satu dengan perbandingan kira – kira 7:3 dan ditambah dengan air secukupnya saja.

4. Hama dan Penyakit

Budidaya Cacing Tanah
Budidaya Cacing Tanah

Keberhasilan dalam usaha budidaya cacing tanah tidak lepas dari usahamu dalam mengendalikan hama. Hama – hama yang berupa serangga dan hewan pemangsa yang lain, misalnya itik, ayam, kelabang, lipan, burung, kumbang, lalat, semut, tikus, tupai, angsa, lintah, dan masih banyak lagi.

Lubang tempat pemeliharaan cacing tanah harus selalu dalam keadaan tertutup. Bahan yang baik dipakai untuk penutup adalah kawat basa. Sebab, kawat basa juga menjamin berlagsungnya proses pergantian udara agar tetap bisa berjalan dengan baik. Bukan hanya itu, untuk mencegah serangan semut, di sekitar kotak pemeliharaan harus diberi air secukupnya (dirambang).

5. Panen Cacing

Budidaya Cacing Tanah - Ketika Panen
Budidaya Cacing Tanah – Ketika Panen

Dalam usaha budidaya cacing tanah ada 2 bagian yang sangat penting ketika nanti anda panen, yaitu kascing atau tanah bekas cacing dan cacing itu sendiri. Panen cacing bisa dilakukan dengan beberapa macam cara. Salah satunya dengan memakai alat penerangan, misalnya petromaks, bohlam atau lampu neon. Cahaya yang dihasilkan oleh lampu akan mengundang cacing untuk berkumpul di bagian atas media tersebut. Kemudian, cacing hanya tinggal diambil dan dipisahkan dari medianya.

Cara lain memanen cacing yaitu dengan membalikkan kotak pemeliharaan, dan memisahkannya dari media hidup cacing tersebut.

Setelah cacing selesai dipanen, sebagian cacing dewasa dan kokon (telur cacing) masing – masing dimasukkan ke dalam media hidup yang baru dengan cara dipisahkan. Telur – telur cacing tanah ini akan cepat menetas dalam waktu 14-21 hari. Kemudian, pemeliharaan dikerjakan seperti awal budidaya.

Budidaya cacing ini juga menghasilkan kascing, kascing ini berbentuk butiran , berwarna hitam, dan juga berserat. Pada umumnya kascing ini terletak di permukaan sekitar sarang. Kascing ini mengandung mikro organisma, mineral organik, serta bahan organik lain yang baik untuk tanaman. Kascing ini dapat anda jadikan sebagai pupuk organik. Keunggulan pupuk kascing sangat banyak, di antaranya menjadikan tanah lebih gembur dan tidak cepat padat dan mampu menetralisir kelebihan zat asam yang terdapat di dalam tanah.b

 

 

Incoming search terms:

  • pakan cacing tanah
  • peluang budidaya cacing lumbricus
  • usaha yg menjanjikan
Gravatar Image
Seseorang yang ingin membahagiakan kedua orang tua dan kelak ingin menjadi seseorang yang sukses dunia dan akhiratnya, serta ingin menjadi seseorang yang bermanfaat untuk orang lain.

Leave a Reply